Lawan C 19, Pelukis Goes Noeg Donasikan Lukisan kepada GSUI

  • Bagikan
IMG 20200607 WA0000
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA,SRIBERNEWS– Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) mendapat kehormatan dari seniman lukis Agoes Noegroho atau Gus Noeg yang karyanya sudah mendunia.

Gus Noeg hadir ke markas GSUI dalam rangka mendonasikan dua lukisan karya terbaiknya untuk berpartisipasi melawan pandemi Covid-19. Salah satu lukisannya yaitu lukisan Jokowi memakai surban. untuk berpartisipasi melawan pandemi Covid-19.

DomaiNesia

“Saya tidak punya harta, tetapi saya hanya punya karya. Jadi saya sumbangkan karya saya yang berbasis pengalaman saya selama 58 tahun ini kepada Gerakan Seribu Untuk Indonesia demi perjuangan dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, dan saya pastikan jangan ada sesenpun imbalan yang jatuh ke kantung saya,” ujar Gus Noeg.

Selain itu, GSUI juga kedatangan salah satu putra terbaik Indonesia Prof Djoko Gunawan yang merupakan peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Al Hakim Al Hadhy, SSR,

Baca Juga:  LAPAN : Banjir Kalsel Karena Berkurangnya Areal Hutan

“Kita semua patut bersyukur, karena beberapa putra-putri terbaik bangsa ini telah berhasil menciptakan teknologi yang bisa membunuh virus, termasuk Covid-19. Alat tersebut cocok di tempatkan di rumah sakit, mall, puskesmas, dan ruang publik lainnya,” kata Al Hakim Al Handy.

Menurut Al Hakim, inovasi baru yang telah mencapai prototype kedua ini dikembangkannya dengan cara menonjolkan ion generator untuk memproduksi anion dengan high-density hingga 20 Juta anion per cc yang dikombinasikan dengan sinar uv (ultra-violet) yang dapat menonaktifkan 99,9 persen virus di udara melalui pelepasan fragmen molekul udara yang energetik dan bermuatan negatif yang dapat menghancurkan virus dalam waktu satu detik, dan juga dapat membunuh bakteri, melalui penghancuran dinding sel.

Baca Juga:  Sasa Dukung Pemerintah Cegah Covid 19

“Anion itu sendiri mampu membasmi virus hingga paru-paru dan meningkatkan imunitas yang tinggi di mana sel darah menjadi bebas virus, bakteri kuman dan jamur. Di alam bebas, anion ini banyak dijumpai di daerah dekat air terjun, pinggir laut, dan hamparan hijau rumput,” terang Al Hakim.

Profesor Djoko Gunawan turut menambahkan saat ini banyak pabrik produsen Air Conditioning (AC) menghasilkan produk yang diklaim dapat membersihkan udara, termasuk membunuh virus dan bakteri. Namun, produk-produk tersebut memiliki keterbatasan seperti metode disinfeksi udara yang tersedia saat ini.

“Akan tetapi ada paparan iradiasi ultraviolet yang berlebihan yang tentu saja memiliki efek kesehatan yang merugikan yaitu mengarah ke eritema kulit dan kondisi sakit mata yang dikenal sebagai fotokeratitis,” kata Gunawan.

Baca Juga:  Sekda MTB Buka Pelatihan Penatausahaan Keuangan Desa

Oleh karena itu, lanjut Gunawan, mengingat betapa sulitnya mencegah penularan penyakit melalui udara, tentu temuan teknologi Covid Buster ini adalah berita yang bagus.

Sedangkan Ote Abadi, salah seorang penyanyi yang pada tahun 2017 lalu mencuat lewat tembang “Damailah Damai”, kali ini dipercaya Gerakan Seribu Untuk Indonesia untuk menjadi bagian dari semangat 75 tahun Indonesia Merdeka.

Ote Abadi merilis lagu bertajuk “Kita Putra-Putri Bangsa Besar” ke khalayak luas.

“Dalam menyambut 75 Tahun Indonesia Merdeka, di Sekretariat GSUI bersama semua media dan sahabat Indonesia Melawan Covid-19, saya akan mempersembahkan lagu Kita Putra-Putri Bangsa Besar ini kepada pemerintah Indonesia untuk menjadi bagian dari Hari Ulang Tahun Indonesia ke-75,” ujar Ote dengan penuh semangat.ALNR/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan