Puskapu: Indikasi Kuat Kartel BBM Difasilitasi Pemerintah

  • Bagikan
kartel BBM
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS—Pusat Kajian dan Advokasi Persaingan Usaha (Puskapu) menggelar deskusi webinar di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Tampil sebagai narasumber Komsioner KPPU RI, Guntur Syahputra Saragih, dan Direktur Pusat Hukum Eneregi Pertambangan (Pushep) Bisman Bachtiar, dan Eksekutif Puskapu, Sabarudin.

Secara umum, diskusi yang mengambil tema Indonesia dalam cengkeraman kartel BBM ini menyimpulkan adanya indikasi kuat terjadi persekongkolan dalam soal harga BBM.

DomaiNesia

Indikasi itu, kata Direktur Puskapu, Sabaruddi, dapat dilihat dari tidak turunnya harga BBM di Indonesia walaupun adanya penurunan harga minyak dunia sejak awal tahun 2020 menembus angka 20 dolar per barel. Di beberapa Negara ASEAN sejak Februari 2020 bahkan sudah turun menmbus angka 38 persen.

Baca Juga:  Munarman - Pengacara HRS Minta 92 Rekening FPI yang Diblokir Dikembalikan ke Pemiliknya

“Oleh sebab itulah kita berharap kepada pemerintah dan pemangku kepentingan bisa memiliki hati nurani jangan hanya pada saat harga minyak dunia naik kita secara cepat merespon ingin menaikan harga minyak di Indonesia,” katanya.

Indikasi lain juga bisa dilihat dimana seluruh stakeholder yang bermain dalam industri BBM tidak ada satupun yang mau menyesuaikan harga minyak mereka seiring dg penurunan harga minyak dunia tadi.

“Semoga pemerintah dan seluruh pemain di sektor BBM ini bisa memahami sehingga masyarakat tidak dirugikan,walaupun kita juga memahami soal BBM ini adalah bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga harus di lindungi oleh Negara,” katanya.

Guntur Syahputra mengatakan sksistensi KPPU RI menjadi sangat penting dalam rangka menjaga keseimbangan dan pengawasan terhadap praktek usaha tidak sehat di Indonesia.
“Besar harapan kita sebagai masyarakat KPPU RI akan tetap dengan idealismenya untuk menjaga suasana berusaha sesuai dengan amanat UU No 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat sebagai pondasi dalam berusaha yang bebas dari praktek praktek tidak sehat,” katanya.

Baca Juga:  Sebelumnya Tolak Usulan Anies, Sekarang Luhut Justru izinkan Ojol Bawa Penumpang

Menurut dia, KPPU sedang dalam tahapan penelitian terhadap indikasi kartel BBM,setelah itu akan ditingkatkan ke penyelidikan, penyidikan dan seterusnya.setidaknya ada 5 pemain yang terindikasi ke arah itu.
Para narasumber berharap adanya political will pemerintah agar benar benar bisa berpihak kepada kepentingan rakyat dan cabang cabang produksi yang penting memang dikuasai oleh negara untuk kemakmuran sebesar besarnya seluruh rakyat indonesia. MAHDI/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan