Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan divonis 2 dan 1,5 Tahun Penjara

  • Bagikan
Suasana sebelum sidang pembacaan vonis terhadap pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan (foto: ANTARA)
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–SRIBERNEWS–Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette, dan 1 tahun 6 bulan penjara kepada Ronny Bugis, terdakwa kasus penyiraman air kears kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK} Novel Baswedan.

Majelis Hakim yang diketuai Djuyamto dalam amar putusan yang dibacakan di PN Jakarta Utara, Kamis , 16 Juli 2020 mengatakan Rahmat terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terencana kepada Novel. Dalam melakukan perbuatannya Rahmat dibantu Ronny Bugis yang mengendarai sepeda motor.

DomaiNesia

Rahmat selaku penyiram air keras terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Ronny Bugis juga dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan penganiayaan terencana
Vonis kepada Rahmat dan Ronny ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut pidana satu tahun penjara. Tuntutan jaksa ini sempat menimbulkan polemik dan menjadi topik trending di berbagai media sosial.

Baca Juga:  Kapal Selam Nanggala 402 Ditemukan, Seluruh Awak Dinyatakan Gugur

Rahmat Kadir didakwa bersama-sama Ronny Bugis melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka juga didakwa dengan dakwaan subsidair Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP serta lebih subsidair Pasal 351 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Aksi penyiraman kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam selepas salat subuh di Masjid Al-Ikhsan dekat rumahnya. Air keras itu melukai mata penyidik senior KPK itu.

Berdasarkan surat dakwaan JPU, Rahmat bersama Ronny tiba di sekitar Masjid Al-Ikhsan sekitar pukul 04.00 WIB. Rahmat lantas membuka ikatan plastik warna hitam yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam gelas.

Baca Juga:  Coca Cola - Dynapack Kerjasama Bangun Fasilitas Daur Ulang Tercanggih

Sedangkan Ronny duduk di atas sepeda motor mengamati setiap orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan, termasuk Novel. Sekitar 05.10 WIB, Rahmat dan Ronny, melihat Novel berjalan keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju rumahnya.

Rahmat langsung meminta Ronny mengendarai motor secara pelan-pelan mendekati Novel sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat. Ketika posisi sejajar, Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat tersebut ke bagian kepala dan badan Novel.

Novel harus menjalani perawatan insentif di salah satu rumah sakit di Singapura. Mata kiri Novel mengalami kerusakan hingga tak bisa melihat saat ini. Sementara mata kanan masih berfungsi meski tak seperti sedia kala.

Kasus ini menarik perhatian, terutama karena Polri dinilai sebagian masyarakat lamban dalam menangani perkara ini. Presiden Joko Widodo beberapa kali turun tangan meminta Kapolri menangkap pelaku penyiraman.

Baca Juga:  Bantu Warga Tak Mampu, Fkb Sriber Beri Bantuan Beasiswa

Polisi baru berhasil menangkap kedua pelaku, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis pada akhir Desember 2019 lalu. Novel meragukan dua orang yang ditangkap itu pelaku penyiramanBahkan, Novel berpendapat sebaiknya para terdakwa dibebaskan karena banyak kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan.DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan