Pengajian Reboan Dapur Dai Nusantara Digelar

  • Bagikan
DAINA PBB
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS—Pengajian dan diskusi reboan bakda ashar Dapur Dai Nusantara (DAINA) digelar di markas PBB Pasar Minggu, Rabu, 29 Juli 2020. Pengajian reboan ini dipimpin Ustaz H Masrur Anhar Pimpinan DAINA, yang berasal dari kader SII (Syarikat Islam Indonesia) dibantu ustaz Zulfi Syukur (Pengurus DDII Pusat).
Pengajian reboan ini berlangsung tanpa kehadiran ustaz Affan Majri dan Syarifin Maloko,. Jamaah pengajian diskusi reboan Daina yang telah berlangsung sejak awal Reformasi RI bersama Dr HMS Kaban (mantan Menhut RI) umumnya terdiri atas para ibu-ibu dan warga sekitar markas.
Masrur yang humoris berkisah tarwiyah artinya ancang ancang / persiapan Nabi Ibrahim AS yang mengalami mimpi diperintahkan Swt untuk memotong anaknya Nabi Ismail yang masih balita, lucu, dan anak satu-satunya .
Mulai tanggal 8 Zuljlhijah ibrahim mulai meminum zamzam agar tegar dalam memotong Ibrahim yang ikhlas taat dalam melaksanakan perintah Swt. Sebelum dipotong, setan merayu kemanusiaan kepada istri Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail bahwa perbuatan itu sadis.
Namun rayuan iblis gagal karna keluarga Ibrahim sami’na wa atona (Kami dengar kami turut) perintah Swt. Ketika dipotong, Allah Swt mengganti Ismail dengan seekor kambing yang kini dikenal dengan sapi kurban.
Sehingga, terujilah keluarga Ibrahim AS dengan kehidupan saqinah dan mendapatkan rezeki dari yang tak disangka.
Ustaz Masrur bertanya pada jamaahnya pengalaman hidup apa yang paling sulit dirasakan.
Ada diantara ibu – ibu yang menjawab tak punya anak selama 5 tahun.
Masrur mengisahkan lagi tentang Salman al farisi prototype seorang pemuda miskin, menyadari amat besar jasa seorang ibu pada anaknya, sakit setenga hhidup saat melahirkan dan derita hamil, menahan bau sehingga berapapun untuk meneebus jasa ibu takan mampu terbayar kecuali anak soleh.

Baca Juga:  OAPAD, Tablet Pertama dari OASE Suguhkan Desain Minimalis Layar HD

Salman pengertian dan sayang pada orangtuanya sehingga menghajikan orang tuanya dengan menggendongnya.
Yang membuat salman sukses hajikan orang tuanya karna motivasi mental revolusi.
Motivasi niat suci kitapun akan sukses bila mampu berqurban memberi sebagian rezeki kita pada insan lainnyang amat membutuhkan. Jamaah Pengajian Daina mendapat daging kurban 1441 H . MAHDI

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan