Defisit APBN 2020 Tembus Rp500 Triliun

  • Bagikan
IMG 20200922 WA0107
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS-Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 sudah mencapai Rp500,5 triliun atau 48,2% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 3,05% produk domestik bruto (PDB).

Defisit ini disumbang dari pendapatan negara mencapai Rp1.034,1 triliun atau mengalami pertumbuhan negatif 13,1% dibandingkan realisasi tahun lalu sampai Agustus 2019. Sedangkan untuk belanja negara tercatat lebih besar hingga Rp1.534,7 triliun

DomaiNesia

“Posisi Agustus defisit sudah Rp 500,5 triliun atau 3,05% (PDB),” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa, 22 September 2020.

Menurut dia, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2020 tercatat senilai Rp676,9 triliun atau 56,5% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.

Baca Juga:  TCL Gelar Lazada Ramadhan 2019: Berkah Untuk Semua

Sedangkan, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 31 Agustus 2020 tercatat senilai Rp121,2 triliun atau 58,9% dari target Rp205,7 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan 1,8% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp119,0 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan hingga Agustus 2020 tercatat senilai Rp798,1 triliun atau 56,8% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 13,4% dibandingkan realisasi akhir Agustus 2019 senilai Rp921,5 triliun,” katanya.

“APBN kita luar biasa berat dan ini terlihat dari sisi pembiayaan,” ujar Sri Mulyani.

Hingga saat ini, pemerintah sudah menerbitkan Surat Berharga Negara secara neto sebesar Rp671,6 triliun dan menarik pinjaman Rp22 triliun. “Ini kenaikan luar biasa untuk SBN kita yaitu 131 persen dibanding tahun lalu yang hanya Rp290,7 triliun,” kata Sri Mulyani.
DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan