Demo Tolak UU Ciptaker Meluas, Mulai.jatuh Korban

  • Bagikan
IMG 20201007 WA0003
Cloud Hosting Indonesia

Demo Tolak UU Ciptaker Meluas, Mulai.jatuh Korban

SRIBERNEWS–Demonstrasi menolak disahkannya UU Ciptaker, Rabu, 7 Oktober 2020 meluas.
Tidak hanya di Jabodetabek, demonstrasi juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia dengan eskalasi besar.
Palembang, Bandar Lampung, Makassar, Bandung, dan Semarang.
Korban mulai berjatuhan.

DomaiNesia

Video berlangsung nya demi dianggap di berbagai medsos khususnya Whatsapp Group.
Sebuah video menunjukkan mahasiswa
Universitas Pelita Harapan terluka parah.
Di lain video, tampak anak- anak muda melempari gedung DPRD Jambi dengan batu.

Video lain memperlihatkan perlawanan mahasiswa ketika disemprot polisi dengan gas air mata. Mereka melemparkan balik gas air mata tersebut ke arah polisi, dan tampak polisi kocar – kacir dan terbatuk – batuk.
Unjuk rasa kali ini bukan hanya daei kalangan buruh, mela8nkan dari berbagai elemenkonsultan. Penolakan UU Ciptaker juga dilakukan kalangan kampus dan ormas agama.
Beredar kabar besok Badan Eksekutif Mahasiswa se Indonesia juga akan turun ke jalan.

Baca Juga:  Gebyar Kemerdekaan RI di IRTI MONAS

Ratusan massa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dan merusak mobil tahanan di sekitar parlemen DPR RI, Jakarta, Rabu sore 7 Oktober 2020.

Demo yang berujung bentrok terjadi di sejumlah titik ruas jalan tak jauh dari DPR RI. Mulai dari Palmerah hingga Slipi. Akibatnya ruas jalan di Palmerah dan Gatot Subroto macet total.

Dikutip IsuBogor.com dari RRI, dalam bentrok tersebut, satu mobil tahanan yang tengah melintas di jalan Pejompongan Raya, Benhil, Jakarta Pusat dirusak massa. Bentrok terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Terlihat pecahan kaca mobil masih berserakan di jalan sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintasinya.

Polisi saat ini masih menyisir dan menangkapi massa demo yang tersebar tersebut. Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Ciptaker sedianya dilakukan oleh pelajar hari ini sekitar pukul 13.00 di depan kompleks DPR.

Baca Juga:  Doa Bersama anak Yatim Piatu untuk Rumah Panggung Rakyat

Namun, sejak pukul 11.00 polisi menyisir area sekitar DPR dan menangkapi para pelajae yang hendak menuju lokasi aksi. Akibatnya, massa mulai menyebar dan bentrok dengan polisi di beberapa titik.

Polisi juga menangkap masyarakat yang diduga ingin unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di kawasan gedung DPR/MPR, hari ini.

“Hari ini memang kami mengamankan 39 orang yang sekarang masih didata. Ada indikasi mereka ini anak SMA, STM, pengangguran. Tidak ada kaitannya dengan dilaksanakan unjuk rasa oleh buruh atau mahasiswa. Ini di luar [elemen buruh dan mahasiswa] semua,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga:  Habib Rizieq Shihab, Menantu, dan Eks Petinggi FPI Ditahan di Bareskrim Polri

Polisi tidak menemukan senjata tajam maupun senjata api yang mereka bawa.

“Kalau memang sudah selesai [pemeriksaan] kami beri edukasi kepada mereka bahwa undangan itu tidak benar. Setelah itu dikembalikan ke orang tua,” kata Yusri.

Sebelumnya , 18 orang ditangkap lantaran diduga ingin menyusup jika terdapat unjuk rasa buruh di depan gedung DPR/MPR. Mereka menamakan dirinya kelompok anti kemapanan. Mereka jmendapatkan undangan dari media sosial . DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan