PB PII Kecam Penyerangan yang Dilakukan Aparat k Kepolisian di Markas PB PII

  • Bagikan
Screenshot 20201014 195304
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS– Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) mengecam keras aksi penyerangan, penganiayaan, dan diskriminasi terhadap Sekretariat Pengurus PB PII yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2020 di Sekretariat PII Jl.Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

Demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan PB PII terkait penyerangan yang dilakukan sekelompok orang yang diduga pihak kepolisian terhadap markas PB PII Rabu, 13 Oktober 2020.

DomaiNesia

Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum
Husin Tasrik Makrup disebutkan penyerangan terhadap Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) oleh pihak kepolisian tidak
seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian, terlebih dengan cara menggunakan cara yang refresif.

“Karena dengan dalih apapun tindakan tersebut tidak dibenarkan, meskipun dengan dalih menindak masa yang berbuat kekerasan dan kerusuhan,” katanya.

Menurut dia, dalam menjalakan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat
kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan kepada Hak
Asasi Manusia.

Kepolisian Republik Indonesia mempunyai Peraturan Kapolri Nomor 8/2009 tentang Pedoman Implementasi Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Implementasi Hak Asasi Manusia.

Baca Juga:  Konsisten Laksanakan Sistem Jaminan Halal PT AJinomoto Indonesia Raih HAS Award 2021

Semestinya jika aparat kepolisian berpedoman
terhadap peraturan tersebut, maka tindakan-tindakan refresif seperti yang terjadi di
Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) Jl. Menteng Raya 58 Jakarta Pusat pada tangal 13 Oktober 2020 tidak terjadi.

Dia menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. “Sekitar pukul 20.00 WIB, 13 Oktober 2020 sekelompok aparat kepolisian masuk ke
kompleks Menteng Raya 58, yang merupakan Sekretariat PB PII dan PW PII Jakarta,
dengan dalih menyisir dan swiping masa aksi Tolak UU Ciptaker (Omnibus Law) yg
terlibat kerusuhan,” urainya.

Tiba-tiba aparat Kepolisian menembakan gas air Mata ke arah Sekretariat PB PII dan
PW PII Jakarta.

Beberapa pengurus PW PII Jakarta dan PB PII langsung masuk ke Sekretariat PW PII
Jakarta untuk mengamankan diri.

Tiba-tiba pintu didobrak dan terjadi pemukulan, penganiayaan dan pengrusakan
sekretariat PII Jakarta.

Para pengurus PW PII Jakarta dan Pengurus PB PII yang tidak terlibat aksi dan
sementara berada di sekretariat, tiba-tiba mendapat serangan, pemukulan,
diskriminasi serta diangkut ke Polda Metro Jaya Jakarta.

Baca Juga:  Joyday Ice Cream Canangkan  Joy Day

“Sejumlah pengurus yang salah tangkap dan mendapat diskriminasi tersebut terlihat
luka di bagian kepala,” katanya.

Atas kejadian penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi tersebut, Pengurus Besar
Pelajar Islam Indonesia (PB PII) mengecam keras aksi penyerangan, penganiayaan,dan diskriminasi terhadap
Pengurus PII yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang dilakukan pada tanggal 13
Oktober 2020 di Sekretariat PII Jl.Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

Pihaknya endesak Kapolda Metro Jaya segera membebaskan Pengurus PII yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian tersebut.

“Mendesak Kepada Kapolda Metro Jaya memberikan sanksi tegas kepada oknum
aparat kepolisian yang telah melakukan aksi penyerangan, penganiayaan dan
diskriminasi terhadap Pengurus PII,” katanya.

Pihaknya jyga mendesak Kapolda Metro Jaya untuk memberikan penjelasan atas terjadinya insiden
tersebut di atas.

Meskipun kejadian tersebut sangat disesalkan, namun dia menghimbau kepada para pengurus dan kader Pelajar Islam Idonesia (PII) di seluruh
Indonesia untuk tetap menahan diri dalam menyikapi insiden ini, tidak mengambil
tindakan diluar akal sehat dan diluar koridor konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Video HRS yang Ditampilkan Mahfud MD Editan Penuh Rekayasa

Video penyerangan tersebut beredar cepat di medsos rumah. Tampak dalam video markas PB PII berantakan, dan darah tercecer di lantai.
Penyerangan dalam video tersebut banyak mendapat respon negatif dan kecaman daei nerusin. DBS/ S1

Berikut nama-nama kader dan pengurus yang ditangkap :
1. Anja Hawari Fasya (Ketua Umum PW PII Jakarta)
2. Moch Syafiq Lamenele (Ketua Umum PD PII Jakut)
3. Miqdadul Haq (Bendum PD PII Jakut)
4. Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta)
5. Lulu Bahijah Sungkar (Kastaff Adlog Koorwil Brigade PII Jakarta)
6. Zaenal Abidin (Kader PII Jakut)
7. Mahmud Saadi (Kabid PPO PW PII Jakarta)
8. Agung Hidayat (Staff KU PW PII Jakarta)
9. Asep Saefurrahman (PB PII)
10. Zulherman (PB PII)

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan