MN KAHMI Kecam dan Tuntut Presiden Prancis Minta Maaf

  • Bagikan
IMG 20200915 WA0021
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–JAKARTA–Beberapa hari terakhir, umat Islam di seluruh dunia meradang dengan pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron tentang kartun Nabi Muhammad yang dibuat majalah Charlie Hebdo tahun 2015 lalu sebagai bentuk kebebasan berekspresi di negaranya.

Macron juga menyatakan masa depan Perancis hendak dirampas (oleh Islam garis keras).

DomaiNesia

Sikap Macron ini terkait kematian Profesor Samuel Paty (47 tahun) oleh
seorang pemuda Abdullah Anzorov (18 tahun) yang ditembak mati polisi beberapa saat kemudian.

Majelis Nasional Korps Alumni HMI ( MN KAHMI) menilaiPresiden Perancis Emmanuel Macron telah salah memaknai kebebesan.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Koordiantor Presidium MN KAHMI Sigit Pamungkas dan Sekjen Manimbang Kaharyadi, MN KAHMI menegaskan kebebasan bukanlah berekspresi tanpa batas dan berlaku semena-mena.

Baca Juga:  Persatuan Islam Kecam Polisi Tembak Mati FPI

Kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas karena setiap orang atau komunitas memiliki kebebasan yang sama.

Kebebasan tanpa batas justru melahirkan kekacauan bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Oleh sebab itu, kebebasan harus dimaknai sebagai sikap toleran kepada yang lain, menghormati perbedaan, dan tidak berbuat sesuatu yang mencederai pihak lain,” tegas Sigit.

Sebagai bagian dari umat Islam Indonesia dan dunia, MN KAHMI mengecam dan menyesalkan penggunaan berbagai bentuk kekerasan dan ekstrimisme yang dimaksudkan untuk menyelesaikan berbagai masalah atau perbedaan-perbedaan yang dihadapi antar komunitas di dunia.

Penggunaan kekerasan tidak akan mampu menyelesaiakan masalah, justru akan melahirkan spiral kekerasan tanpa ujung.

MN juga mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron sebagai bentuk Islamophobia dan menuntut yang bersangkitan meminta maaf kepada seluruh umat Islam.

Baca Juga:  Film Nikah Yuk Resmi Dirilis

MN KAHMI mendukung solidaritas semua kalangan di seluruh dunia untuk melakukan boikot kepentingan ekonomi
Perancis sebagai bentuk protes menyesalkan sikap Presiden Perancis.

MN KAHMI juga mendorong semua komunitas internasional menggunakan kebebasan berekpresi secara
bertanggungjawab, penuh toleransi, tidak provokatif, dan mendukung perdamaian.

Mesku demikian, MN KAHMI meminta seluruh umat beragama di Indonesia tetap menjaga toleransi dan kebersamaan serta mempererat barisan untuk menjaga persatuan nasional. RAG/ S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan