Edukasi Menstruasi untuk Anak, Charm Luncurkan Website Charm Girl’s Talk

  • Bagikan
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, PT Uni-Charm Indonesia
Tbk melalui brand-nya Charm, merk pembalut wanita , meluncurkan Website “Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Untuk Anak secara virtual di Jakarta, Kamis, 12 November 2020.

Peluncuran diwarnai diskusi mengenai hal-hal terkait menstruasi menghadirkan Ahli Gizi Beta Sindiana, Psikolog Anak Devi Sani, Yuji Ishii, President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Dr. Poppy Dewi Puspitawati M.A., Widyaprada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

DomaiNesia

Dalam acara terungkap, berdasarkan data Lapangan Survei Demografi & Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2017, ditemukan 1 dari 5 remaja putri Indonesia tidak mendapatkan informasi tentang
menstruasi sebelum mereka mendapatkan menstruasi pertama.

“Sebagai brand no.1 pilihan perempuan Indonesia untuk kategori pembalut, Charm memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia,” ujar Yuji Ishii, President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk.

Menurut dia, mstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini”, ujar Yuji Ishii, President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk.

Charm melihat internet merupakan platform yang sangat potensial untuk memberikan edukasi
kepada anak dan remaja mengenai menstruasi terutama di masa pandemi. Selama ini pun pihaknya juga
selalu mengadakan edukasi menstruasi secara langsung dengan pergi ke sekolah-sekolah.

Dengan memberikan konten edukatif yang dapat diandalkan, Charm Girls’ Talk juga memiliki fitur games, dan UI/UX yang mudah digunakan, sehingga anak tidak merasa bosan dalam mempelajari
menstruasi. Selain itu, pada interface website, terdapat pilihan orang tua atau anak, jadi website ini
bisa menjadi konten edukasi untuk orang tua yang ingin belajar, sehingga dapat mengajarkan
menstruasi untuk anaknya, tidak sebatas hanya untuk anak.

Baca Juga:  Pengamat: Ridwan Hisjam Cocok Jadi Ketua MPR

Menurut Devi, platform edukasi seperti Charm Girl’s Talk persembahan Charm dapat menjadi opsi
untuk orang tua mengedukasi anak tentang menstruasi, “Jika orang tua tidak bisa berbicara langsung
kepada anak, orang tua bisa mengarahkan anak untuk mempelajari menstruasi sendiri dengan
mengakses website seperti Charm Girl’s Talk”.
Poppy Dewi Puspitawati Widyaprada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ia mengapresiasi upaya Charm mengtaakan dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan khususnya mengenai menstruasi yang merupakan salah satu perhatian dari Kemdikbud.

Menstruasi anak mempengaruhi tingkat partisipasi sekolah berdasarkan data Kemdikbud tahun 2019, oleh sebab itu, penting bagi fasilitator pendidikan yakni guru dan sekolah untuk dapat memberikan edukasi yang mumpuni, termasuk juga kepada orang tua yang merasa kesulitan untuk menjelaskan perihal menstruasi kepada putrinya. Website edukatif seperti ini bisa menjadi opsi untuk memberikan
edukasi kepada siswi.

“Kami mengapreasiasi Charm atas diluncurkannya Charm Girl’s Talk, semoga website ini dapat
memberikan pencerahan kepada lebih banyak anak dan remaja perempuan dalam mempelajari dan
menghadapi menstruasi dengan benar. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Website yang diluncurkan oleh Charm merupakan salah satu
dukungan masyarakat bagi pendidikan, khususnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi anak dan
remaja perempuan,” katanya.

Baca Juga:  Belum Lengkap, Kejakgung Kembalikan Semua Berkas Kasus HRS ke Bareskrim

Hasto Wardoyo mengatakan menstruasi perlu dikomunikasikan dan diedukasi dengan baik, dari mulai siklus-nya, hingga mitos-mitos yang berkaitan dengan menstruasi. Di masa sebelumnya, saya menyesali bahwa menstruasi tidak banyak diedukasi dengan mapan, padahal sebenarnya hal ini perlu dipahami dan mudah untuk dipahami.

Banyak terjadi seorang perempuan mengalami masalah berkaitan reproduksi di waktu yang
terlambat, karena mereka tidak memiliki pemahaman sejak dini, sehingga anak dan perempuan
remaja harus mengerti tentang reproduksi dan menstruasi sedini mungkin, karena memiliki kaitan
dengan masalah reproduksi lainnya.

“Menurut saya, dengan adanya website seperti ini, akan sangat bermanfaat, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terutama kepada anak hingga orang tua tentang menstruasi,” kata Hasto.
Mulai tanggal 12 November 2020, website Charm Girl’s talk www.charmgirlstalk.com sudah dapat
diakses baik oleh orang tua ataupun anak. Sebagai merk pembalut no.1 pilihan perempuan
Indonesia, Charm berkomitmen untuk selalu berkontribusi dalam memberikan solusi dari
permasalahan-permasalahan perempuan Indonesia dalam permasalahan reproduksi dan menstruasi.

Junk Food

Beberapa penelitian mengungkapkan fakta terbaru mengenai usia menarche (menstruasi pertama kali) yang semakin dini dari zaman ke zaman. Menarche kini dialami anak perempuan yang usianya cenderung lebih muda, jika sebelumnya menarche dialami oleh remaja perempuan berumur 11 – 14 tahun, pada masa ini, di sebuah penelitian ditemukan anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun (Anita, 2018).

charm

Salah satu faktor dari semakin dininya usia menarche adalah gaya hidup dan pola makan,
“Perkembangan tren gaya hidup sedentari dan pilihan makanan seperti restoran cepat saji, junk food
(makanan tinggi kalori dan lemak namun rendah mikronutrien) juga menjadi faktor yang
berhubungan dengan usia menarche yang lebih cepat. Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi
junk food dengan usia menarche. Ditemukan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi junk food
>2x per minggu, lebih banyak mengalami menarche dini (<12 tahun) dari yang mengonsumsi junk
food 2x per minggu. (Anita, 2018)”, ujar Beta Sindiana.

Baca Juga:  Awal Tahun, Jakarta Dikepung Banjir

Beta juga menjelaskan ternyata menarche dini memiliki dampak negatif pada anak. Menarche dini diteliti memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko obesitas abdominal, kanker payudara, resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi (Maditias D.P, 2015).
“Masa pubertas, termasuk menarche di dalamnya memiliki banyak dampak psikis terutama pada
anak yang baru pertama kali mengalami. Seperti perubahan fisik yang membingungkan, perubahan
hormon, yang menimbulkan banyak pertanyaan bagi anak”, Devi Sani.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2019, 65% orang tua
Indonesia tidak membicarakan tentang menstruasi ke anak, dan 45% orang tua Indonesia juga
menganggap pembicaraan tentang menstruasi penting untuk dilakukan ke anak. Padahal,
menstruasi memberikan beberapa perubahan dan dampak pada anak. “Secara psikis, anak yang
mengalami menstruasi pertama kali menjadi bingung harus bertanya ke siapa karena malu, dan cenderung tidak ingin membicarakannya pada siapapun, padahal, banyak hal-hal penting yang perlu
diketahui oleh anak yang berkaitan dengan menstruasi,” tambah Devi.HERS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan