Penurunan Baliho HRS untuk Alihkan Isu – Isu

  • Bagikan
IMG 20201124 WA0047
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Bertubi – tubi tuduhan hoax, makar, sikap represif, beruntunnya demontrasi atas kebijakan UU Ciptaker yang tidak direspon/ gagal, isu ganti Pancasila menjadi Trisula – Ekasila, Pemerintahan anti Pancasila yang selalu menggunakan gaya PKI seperti membuat keputusan tengah malam, dan melanggar kesepakatan luhur tanpa musyawarah sangat jelas terbentang di depan mata.

Demikian pernyataan DR Taufik Bahaudin dari UI Watch pada acara dialog dengan wartawan mengkaji proses penyusunan UU Cipta Kerja di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta, Minggu, 23 November 2020.

DomaiNesia

Menurut dia, isu – isu ini dialihkan dengan menurunan spanduk baner imam besar Habib Riziek Shihab dan mengcovidkan HRS oleh Pangdam V jaya Mayjen Dudung Abdurahman.

Akhirnya hilang kepercayaan masyarakat pada hukum pemerintah yang ditenggarai dari bisnis pilpres curang.

Alumni UI Watch Independen sering melakukan demo secara prosedur bersama masyarakat ke DPR menyampaikan kegentingan kondisi aset, utang, sumber daya alam RI dikuasai Republik Rakyat Comunis via PKI, memmutarbalikkan fakta sejarah.
“Kita tak punya kekuatan lain. Semoga wartawan bisa bantu melawan perdebatan keras untuk menyelamatkan RI,” katanya.

Baca Juga:  SBY: Moeldoko Tega, Berdarah Dingin, Tidak Punya Etika

Hadir antara lain Candra Motik, Hakim Sorimunda Pohan, Heru Purwanto, Buyung, Darmansyah, Ramli Kamidin, Mustanjung, Emir, Adri, Rahmat, Yani, Maria, Kosala, Andi, Umiyani, dan Desire.

Sementara itu di acara terpisah Panelis Iluni UI Dr Sri Bintang Pamungkas /SBP menyatakan keprihatinannya.
“Ironis di RI banyak cendkiawan tak mendapatkan tempat sesuai keahliannya seperti rekan saya di ITB,” katanya.

Dia juga mempertanyakan kenapa Ketua umum ICMI Jimlly Ashidiqqie yang tak punya posisi tawar latah mengimbau agar Imam besar Habib Riziek ditangkap karena ingin mengubah mengubah revolusi mental PKI menjadi revolusi ahklak Pancasila.

“Saya pernah jumpa Dien Syamsuddin Pimpinan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) berceloteh kepada sayapPemberontak segala zaman, namun disayangkan selanjutnya dia tak beroposisi dan mendapat eksekusi dan perkusi,” katanya.

Baca Juga:  LPSK Kembali Tegaskan Siap Lindungi Saksi Peristiwa KM 50

Dia mengatakan pribumi RI miskin dianggap tak masalah seperti tukang necak yang jumlahnya sedikit tapi cinta damai berbagi Kemerdekaan, namun justru karakternya dibunuh.
Menkeu Sri mulyani mengatakan pribumi RI malas sehingga dikuasai konglomerat taipan yang justru bila bangkrut malah di bailout.

Padahal negara barat/Nasrani kaya karna menjajah.
“Hobby saya lengserkan presiden yang berkhianat pro aseng dan asing. Ironis hanya karena fitnah Islam radikal maka dapat jabatan komisaris.m,” katanya.

Pilpres JmJokowi yang curang, katanya, memndahkan Kotak hasil suara Pemilu dari kelurahan selalu berganti isi.
Kasus modus rezom Jokowi identik dengan Orba yang pemilunya aneh di mana di luar Pulau Jawa perhitungan suara belum selesai namun Jokowi sudah menang.

Baca Juga:  KAHMI JAYA Amankan Kebijakan Gubernur DKI Hingga Akhir Jabatan

Suharto pun membesarkan konglomerat Cina tapi Jokowi tak hanya impor jutaan penduduk RRC yang mengisi pulau – pulau RI yang langka pribumi dan berbagi HPH, memberi jabatan kepada para jendral yang tak bisa berbisnis sehingga menjual HPH ke Cina menjadi pengusaha sawit.

Dia mengingatkan bahwa pada tahun 1971 Wijoyo Nitiastro, Emil salim, M Sadeli juga meminjam duit ke Jenewa. Cara ini diwarisi Jokowi, namun Orba bisa tegas putuskan hubungan PKI dengan RRC.

“Saya kritik bukan melawan, kendati tak seperti Menhan AS dipecat Presiden Donald Trump karna berani lindungi rakyat” tandasnya. MAHDI/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan