KAHMI Pihatin Mendalam Atas Tembak Mati 6 Anggota FPI oleh Polda Metro Jaya

  • Bagikan
IMG 20200915 WA0021
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( MN KAHMI) menyatakan rasa keprihatinan mendalam atas peristiwa penembakan oleh polisi yang membuat enam anggota Font Pembela Islam (FPI) tewas. KAHMI menilai upaya penegakan hukum oleh apparat harus dilakukan secara adil tanpa tindak kekerasan.

”Hukum harus ditegakkan dengan adil dan tidak dengan kekerasan. Penggunaan senjata untuk penegakkan hukum harus proporsional. Oleh karenanya perlu penyelidikan mendalam atas peristiwa tersebut,” demikian ujar KAHMI dalam pernyataan sikap tertulis Majelis Nasional KAHMI, Rabu, 9 Desember 2020 yang ditandatangani Koordinator Presidium MN KAHMI Sigit Pamungkas dan Sekjen MN KAHMI Maniambang Kaharyadi.
MN KAHMI juga mendukung Komnas HAM membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap peristiwayang sesungguhnya terjadi yang berakibat pada timbulnya korban jiwa pada peristiwa di Tol Jakarta – Cikampek tersebut. MAHDI/S1

DomaiNesia

Berikut pernyataan resmi MN KAHMI:

PERNYATAAN SIKAP
KORPS ALUMNI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (KAHMI)
Nomor: 358/B/MNK/KAHMI/XII/2020
Tentang Peristiwa Penembakan di Tol Jakarta – Cikampek (7 Desember 2020)

Baca Juga:  Berada di Luar Negeri, Prabowo - Sandi Ucapkan Duka Cita di Akun Instagramnya

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa bulan ini terjadi beberapa kekerasan yang terjadi secara beruntun, meskipun satu dengan yang lain tidak terkait. Terjadi penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua yang menimbulkan korban Jiwa (September 2020), aksi terorisme di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (November 2020), dan terakhir terbunuhnya 6 orang di Tol Jakarta- Cikampek (7 Desember 2020).

Dua kekerasan yang terjadi (Intan Jaya dan Sigi) Pemerintah bersikap tegas. Pada kekerasan di Intan Jaya, Pemerintah membentuk dan menerjunkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Pada kekerasan di Sigi, Presiden Joko Widodo mengecam tindakan tersebut dan menggencarkan kembali operasi Tinombala. Tindakan pemerintah tersebut sudah tepat dan patut di apresiasi. Negara hadir untuk memberi perlindungan dan
menjamin keselamatan rakyat.

Pada peristiwa terbunuhnya 6 orang di Tol Jakarta-Cikampek, terdapat dua versi penjelasan kasus antara yang dijelaskan oleh pihak Polda Metro Jaya dan Front Pembela Islam
(FPI) sehingga menimbulkan kontroversi di dalam masyarakat.

Baca Juga:  BPH Migas 5 Tahun Konsisten Kawal BBM 1 Harga

Sehubungan dengan kasus
tersebut, maka Majelis Nasional KAHMI menyatakan sikap bahwa:

1. Majelis Nasional Kahmi menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yg menelan korban jiwa, yang menimpa pengawal Habib Rizieq Shihab, di Km 50 tol Jakarta-Cikampek. Senin, 7/12/2020.

Duka cita dan keperihatinan mendalam atas tewasnya 6 anak bangsa dalam insiden Kepolisian dan FPI. Hukum harus ditegakkan dengan adil, tidak dengan kekerasan, penggunaan senjata untuk
penegakkan hukum harus proporsional tidak berlebihan. Perlu penyelidikan mendalam atas peristiwa tersebut

2. Prihatin dan menyesalkan berbagai peristiwa kekerasan tersebut yang berakibat pada terganggunya perasaan aman di dalam masyarakat dan mendukung segenap upaya pemerintah untuk menyelesaikan berbagai tindak kekerasan secara transparan dan bertanggungjawab.

3. Mendukung Komnas HAM membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap peristiwayang sesungguhnya terjadi yang berakibat pada timbulnya korban jiwa pada peristiwa di Tol Jakarta – Cikampek tersebut.

4. Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) untuk proaktif dan terbuka mengusut tuntas peristiwa penembakan di Tol Jakarta – Cikampek.

Baca Juga:  Defisit APBN 2020 Tembus Rp500 Triliun

5. Aparat penegak hukum untuk bekerja profesional, responsif dan transparan agar
masyarakat mendapat perlindungan, pulih rasa aman, terpenuhinya keadilan dan dapat beraktivitas secara berkesinambungan.

6. Negara untuk senantiasa hadir memberi rasa aman, perlindungan dan keadilan bagi masyarakat sehingga dapat memperkuat sendi-sendi kehidupan berbangsa dan
bernegara.

7. Menghimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak mengambil langkah atau melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan hal-hal yang dapat memperkeruh
suasana.

8. Segenap pimpinan KAHMI di semua tingkatan untuk menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan serta melakukan koordinasi secara cepat dengan struktur KAHMI dan aparat penegak hukum jika ditemukan kejadian atau aksi yang mengarah pada
gangguan harmoni masyarakat.

Billahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta,22 Rabiul Akhir 1442 H 08 Desember 2020 M

MAJELIS NASIONAL KAHMI
SIGIT PAMUNGKAS
Koordinator Presidium

MANIMBANG KAHARIADY
Sekretaris Jenderal

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan