Fadli Zon: Perlakuan Terhadap FPI Diskriminatif

  • Bagikan
fadli1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Anggota DPR Faksi Gerinda Fadli Zon menilai perlakuan pemeintah terhadap Front Pembela Islam (FPI) sangat diskrimiantif.

Padahal, bukanlah oganisasi teroris, bahkan FPI mendukung Pancasila dan NKRI. Habib Rizieq Shihab juga bukan gembong teroris.

DomaiNesia

“Habib Rizieq adalah ulama terkemuka, terhormat dan selalu mendukung Pancasila dan NKRI,” ungkap Fadli Zon melalui cuitan Twitter, Kamis,10 November 2020.

Fadli Zon menyebut, FPI adalah organisasi kemanusiaan dan dakwah yang seharusnya dijadikan mitra oleh pemerintah, bukannya justru dikejar-kejar dan anggotanya diperlakukan seperti teroris.”

“Pemerintah telah berlaku diskriminatif terhadap ormas FPI yang dianggap masyarakat justru banyak membantu mereka di garda depan dalam penanggulangan bencana kemanusiaan, bencana alam dan dakwah,”tulisya.

Baca Juga:  Sandiaga Sesalkan Penangkapan Mustofa Nahrawardaya

Tekait bentrok polisi dengan FPI di Karawang yang menyebabkan enam orang tewas, Fadli Zon yakin para pendukung Habib Rizieq Shihab tidak dibekali senjata.”

“Sehingga, aksi penembakan terhadap 6 orang warga sipil anggota FPI hingga tewas dengan alasan mereka membahayakan nyawa aparat sama sekali sukar diterima,” katanya.

Fadli Zon menilai polisi telah melakukan tindakan abuse of power.
Sebab itu, Kapolda Metro Jaya harus dimintai pertanggungjawabannya.

“Kasus yang terjadi di Karawang kemarin harus menjadi concern semua orang. Ini bukan lagi soal FPI dan Habib Rizieq, tapi sudah menjadi pelanggaran serius terhadap warga sipil dan kemanusiaan.”

Menuut Fadli Zon,jika tak direspons secara tepat dan proporsional, pemerintah dapat dianggap sedang menjalankan kebijakan Islamofobia dan memupuk otorianisme baru.

Baca Juga:  Canon Luncurkan printer PIXMA Ink Efficient G Series Terbaru

“Semakin jauh kita dari demokrasi dan kini pelanggaran HAM dianggap angin lalu,” ungkapnya.

Bentuk TGPF

Fadli Zon juga menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu membuat tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait kasus bentrok aparat kepolisian dengan simpatisan Front Pembela Islam (FPI), Senin, 7 Desember 2020 lalu. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan