Kasus Prokes, MU Minta Polisi Bersikap Adil, Jangan Hanya HRS Dijadikan Tersangka

  • Bagikan
Anwar Abbas
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta polisi bersikap adil terhadap kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan dan tidak hanya menetapkan tesangka pelanggar kesehatan hanya kepada Habib Rizieq Shihab.

Karena banyak pihak yang juga melakukan pelanggaran serupa.

DomaiNesia

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menilai polisi harus adil dalam menegakkan keadilan. Apabila ada dua standar yang berbeda, maka hal itu akan mengusik rasa keadilan

“Dan hal itu tentu jelas tidak baik karena akan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Karena akan ada kesan di masyarakat, para penegak hukum dalam penegakan hukum ada tebang pilih, padahal semua orang harus diperlakukan sama di depan hukum,” kata Anwar sebagaimana dilansir JPNN.com Kamis, 10 Desember 2020.

Baca Juga:  Japfa Teguhkan Komitmen Sinergis dengan Pemerintah dan Akademisi

Oleh karena itu, kata Anwar, MUI mengharapkan semua orang yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Habib Rizieq tanpa kecuali juga harus dijadikan sebagai tersebut.

Jika hal tesebut tidak dilakukan maka berarti penegak hukum tidak melakukan tugasnya sebagai penegak hukum yang adil dan baik dan itu jelas tidak baik karena akan merusak citra dari para penegak hukum, dan hukum itu sendiri. Dan itu sangat-sangat tidak baik bagi kehidupan kita sebagai suatu bangsa,” kata Anwar.

Anwar juga mengimbau masyarakat tenang menghadapi masalah ini. Lalu mendukung pihak kepolisian untuk benar-benar bisa menegakkan hukum secara baik dan tidak dengan tebang pilih.

MUI mengharapkan masyarakat ikut membantu pihak kepolisian dengan nilai-nilai, sehingga pihak kepolisian juga bisa menersangkakan semua pihak yang memang melakukan pelanggaran yang sama seperti yang dilakukan dan dituduhkan kepada Habib Rizieq supaya negeri ini benar-benar aman, tentram, dan damai.

Baca Juga:  Ikuti Saran Tim Medis, Habib Rizieq Shihab Lakukan Isolasi Mandiri

“Karena hukum benar-benar dijadikan sebagai instrumen yang mendidik, bukan sebagai instrumen untuk membidik,” jelas dia. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan