Rekonstuksi Janggal, KontraS Berhak Menolak dan Minta Penembakan FPI diselesaikan Komnas HAM

  • Bagikan
logo kontras
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Komisi untuk Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menemukan sejumlah kejanggalan dari hasil rekonstuksi penembakan yang menewaskan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI). Karena itu KontraS behaap kasus ini ditangani dan diselesaikan oleh Komnas HAM.

Wakil Koordinato Kontas Rivanlee Anandar menjelaskan kejanggalan itu ditemukan KontraS dari beberapa pernyataan pihak kepolisian yang kontradiktif dengan hasil rekonstruksi yang digelar.

DomaiNesia

“Ada beberapa kejanggalan yang kami temukan di polisi, bahwa korban-korban ini meninggal di mobil, terus dia diduga melawan juga, ada sejumlah pernyataan pernyataan kontradiktif,” kata Rivanlee Anandar, Senin, 14 Januari 2020.

Kejanggalan lainnya, polisi tidak mengundang pihak korban, dalam hal ini FPI , untuk mengawal kasus tersebut.

Sebab itu, pihaknya merasa berhak menolak dan berharap kasus penembakan ini dibuka dan diselesaikan oleh Komnas HAM.

Dari keterangan itulah kita merasa benar menolak rekontruksi tersebut dan mengharapkan kasus ini dibuka oleh Komnas HAM,” kata Rinvalee.

Baca Juga:  Ratusan Pegawai Minta Tunda Pelantikan ASN Baru

Dalam rekonstuksi ini Kontras tidak hadir meskipun diundang. .

“Kontras sebagai lembaga juga diundang, namun terkesan terburu-buru. Kami khawatir proses rekonstruksi mengalami banyak kejanggalan-kejanggalan lain,” katanya.

Koordinator KontraS, Fatia M, mengatakan meeka tidak hadir untuk menjaga independsi.

Rekonstruksi Penembakan

rekronstruksi fpi

Rekonstruksi penembakan Laskar FPI dilakukan oleh pihak kepolisian pada Senin, 14 Desember 2020, dini hari .

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI dilakukan pada waktu yang sama dengan kejadian asli.

Bedanya, saat peristiwa terjadi , pada 7 Desember 2020, cuaca hujan dan sepi. Selain itu, jalanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada penerangan.

Menurut dia, rekonstuksi oleh Tim gabungan dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dilakukan di empat titik. Sebanyak dua titik di Jalan Interchange Karawang Barat, dan dua lainnya di ruas Tol Jakarta – Cikampek.

Baca Juga:  Pernyataan Hendropriyono Nyeleneh

PadaTKP pertama ada sembilan adegan, dan pada TKP kedua sekitar 600 meter setelahnya

Total dari rekonstruksi di empat titik lokasi terdapat 58 adegan yang diperagakan.

Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, rekonstruksi digelar untuk membuktikan bahwa polri transparan.

Titik pertama rekonstruksi digelar di sekitar pintu keluar tol Karawang barat dan timur yang dimulai sejak pukul 00.00 WIB.

Dari hasil rekonstruksi di titik pertama, diketahui mobil yang dikendarai oleh enam anggota FPI menyalip mobil yang ditumpangi oleh angggota kepolisian.

Kemudian enam anggota FPI turun dari mobil,diduga membawa senjata tajam, senjata api, dan menyerang mobil anggota kepolisian.

Sementara lokasi kedua, rekontruksi digelar di jembatan Badami.

Di lokasi kedua ini, mobil minibus perak yang dikendarai oleh anggota polisi melakukan pengejaran dan menyalip mobil yang dikendarai oleh anggota FPI yang kemudian disalip kembali oleh anggota FPI.

Baca Juga:  Entrasol Ajak Lansia Hidup Sehat dan Aktif Di Usia Senja

Pada saat menyalip inilah seorang anggota FPI sempat mengeluarkan senjata api ke arah mobil yang dikendarai oleh polisi.

Setelah terjadi saling salip kembali, petugas kepolisian mengepung mobil anggota FPI

Rekontruksi ketiga digelar di kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek.

Di lokasi ketiga ini anggota polisi berhasil menyalip dan memberhentikan mobil yang dikendarai oleh anggota FPI.

Di lokasi ini, dua anggota FPI ditembak oleh anggota polisi, sementara empat anggota lainnya yang sempat diperintahkan untuk bertiarap dan digeledah, dan kemudian dibawa oleh mobil polisi yang berbeda.

Di lokasi ke empat di kilometer 51, mobil polisi yang membawa empat orang anggota FPI kemudian menepi dan menembak empat anggoata FPI tersebut di lokasi. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan