Abdullah Hehamahua: Revolusi Akhlak Ringankan Beban KPK

  • Bagikan
IMG 20201216 WA0001
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Mantan Ketua KPK, Abdullah Hehamahua, mengeaskan revolusi akhlak akan sangat membantu mengurangi beban KPK.

Dengan revolusi akhlak, perbuatan korupsi akan mampu ditekan. Pemerintah harusnya mendukung gagasan revolusi akhlak.

DomaiNesia

Namun, menurut Bang Doel, pemerintah Presiden Jokowi justru menerapkan hukum rimba: tajam ke bawah tumpul ke atas.

“Imam Besar Habib Rizieq Shihab dikenakan sanksi karena pernikahan anaknya mengundang kerumunan pendukungnya rawan Coronavian, tapi Pilkada Gibran anak Jokowi berkerumun tanpa sanksi, Polri bunuh 6 pengawal HRS tanpa sanksi. Bila Jokowi kalah pilpres 2019 meringankan beban KPK,” kata Abdullah Hehamahua saat menajdi khatib salat Jumat di Masjid Umar bin Khotob, jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 11 Desember 2020, lalu dengan Imam Syahrul Efendi Dasopang (Mantan Ketua Umum PB HMI).

Baca Juga:  BROAD Group Sumbang RSPP BROAD Clean Air

Abdullah Hehamahua, mantan Ketua Umum PB HMI yang akrab dipanggil Bang Doel melanjutkan macetnya
pendidikan obbani yang memprioritaskan akidah berdampak pada extraordinary of crime (narkoba, teroris, korupsi), ketidakpastian hukum, tiada keteladanan.

Perbuatan korupsi umumnya dilakukan kalangan strata sarjana yang ijazahnya mahal dan bisa dibeli di sekitar Pasar Senen Jakarta.
Dampak lainnya terjadi 3,5 juta pasien narkoba mayoritas tewas, 53 % Pelajar SMP SMA tak perawan akibat pengaruh tontonan di Google yang justru paling aman terjadi di rumahnya sendiri ketika orang tuanya kerja.

Mantan Penasehat KPK, Bang Doel, mengatakan di era Jokowi, deIslamisasi intensif tejadi, Islam ahmatan dikerdilkan menjadi Islam Nusantara, luntur Identitas nilai budaya Islam seperti Al Jabar mendi matematika, Pancasila jadi Trisila, menghilangkan sejarah tokoh- tokoh Muslim pioner ilmu seperti Al Ghazali , Ibnu Haitam (teropong, kamera), Ibnu Sina / Avacenia (kedokteran), Abbas Ibnu (pesawat) yang kemudian diklaim barat sebagai penciptanya.

Baca Juga:  Penurunan Baliho HRS untuk Alihkan Isu - Isu

Menurut dia, muslim sebagai pelopor peradaban modern tertinggal dan terhina karena hubudunia (cinta dunia).

Di bagian lain Bang Doel mengingatkan suami merupakan penentu keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Maka, untuk menciptakan anak soleh dapat dilakukan melalui PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Anak-anak yang soleh akan mendoakan orang tuanya aga selamat dunia akhirat.

Usai salat Jumat, Bang Doel bersilaturahmi dengan pengurus masjid Fikri Thalib bersama Imansyah HR, Nur Hidayat, Azma, dan HMI UNU. MAHDI/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan