Video HRS yang Ditampilkan Mahfud MD Editan Penuh Rekayasa

  • Bagikan
rahadi widodo
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS—Seorang netizen membongkar fakta atas video tentang Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditampilkan Menkpolhukam saat mengumumkan pembubaran Front Pembela Islam, Rabu, 30 Desember 2020.
Menurut Dr Rahadi Widodo, nama netizen tersebut, video tersebut hasil rekayasa, penuh editan, tidak menggambarkan yang sebenarnya, dan hanya mengambil ucapan yang menyudutkan HRS. Ia menilai tindakan tersebut tidak adil, dan merupakan perbuatan kelas buzzer.
Fakta atas video tersebut diunggah Rahadi dalam aku facebooknya. Dalam waktu sekitar 19 jam, tepatnya pukul 17.53, Sabtu, 2 Januari 2021, unggahan itu mendapat Disukai 400 netizen, 66 komentar, dan 235 kali dibagikan.
Tak hanya itu, unggahan itu kemudian beredar cepat di media sosial, termasuk Whatsapp dan mendapat banyak respon negatif. Sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari Mahfud MD mengenai hal tersebut. HERS/S2

Berikut unggahan lengkap Rahadi Widodo tersebut:

DomaiNesia

Tentang Video Prof Mahfud Yang Mengganjal

Soal ormasnya dibubarkan ya sudahlah, walau tidak terlalu ngefek juga karena membuat ormas baru nyatanya tidak lebih sulit dari merebus indomie rasa kari ayam.

Cuma yang masih agak mengganjal di benak saya adalah cara Prof Mahfud MD mengumumkan pelarangan kegiatan dan penggunaan simbol ormas itu pada hari Rabu tanggal 30 Desember 2020 kemarin.
Saya menyimak acaranya di tivi dan videonya di youtube, salah satunya di sini https://m.youtube.com/watch?v=myAUhFt0ox0
Di akhir pengumuman itu, Prof Mahfud MD mengajak publik untuk menyaksikan cuplikan video yang diberi caption “video dukungan efpi terhadap isis”. Ini yang saya agak kurang sreg. Mengapa?

Baca Juga:  Cegah Panik Corona, PD IDI Beri Sejumlah Rekomendasi le Pemerintah n Masyarakat

Karena selevel Menkopolhukam, dalam acara resmi kenegaraan yang dipandang sangat penting (karena dihadiri 6 pejabat setingkat menteri) kok menampilkan CUPLIKAN video…

Cuplikan, artinya sesuatu yang tidak lengkap.
Video yang ditampilkan oleh Prof Mahfud tersebut ternyata tidak lengkap. Sudah dipotong-potong. Atau istilah sekarang “Video Editan”.
Selama ini kalau menyaksikan video yang ternyata adalah video editan, kesan di benak saya itu dilakukan oleh semacam buzzer atau orang yang tidak bertanggung jawab. Saya tidak mengira bahwa hal itu ternyata boleh juga dilakukan oleh otoritas berwenang selevel kemenkopolhukam.

Belakangan saya baru tahu video lengkapnya, ternyata sudah lama diunggah di youtube, tertanggal 17 Februari 2018, dua tahun yang lalu.

Video ini panjangnya 25 menit 52 detik, tapi di cuplikan yang ditampilkan Prof Mahfud MD kurang dari 3 menit, hanya diambil di bagian yang menampilkan:
(1) Ketika Habib RZQ mengatakan: “Apa yang baik dari isis kita akui baik. Cita-cita mulianya menegakkan syariat Islam, hal yang baik. Cita-cita mulianya untuk menegakkan khilafah islamiyah, hal yang baik. Cita-cita mulianya untuk melawan kezaliman Amerika Serikat dan sekutunya, cita-cita yang baik. Saya tanya, hal-hal yang baik, dukung tidak? Dukung tidak…?”

(2) Ketika Habib RZQ mengatakan: “Kalau pemerintah zalim, tentara jahat, polisi jahat, main tangkep main tembak, rakyat hartanya dijarah, tanahnya dirampas, syariat islam disingkirkan, saudara… saya mau tanya, besok perlu ada isis tidak? Perlu ada isis tidak…?

Baca Juga:  Menteri KKP Ajak Bersatu Tingkatkan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan

(3) Di video yang ditampilkan Prof Mahfud, kedua moment ucapan Habib RZQ tersebut seolah berturutan. Padahal ternyata di video lengkapnya tidak demikian. Antara kedua moment tersebut ada bagian panjang yang hilang/dihapus, dan di bagian itu ada orasi lanjutan Habib RZQ yang bila dihapus akan sangat mempengaruhi kesan dan makna keseluruhan dari orasinya.

Di bagian yang tidak ditampilkan oleh Prof Mahfud tersebut, Habib RZQ menjelaskan tidak hanya “hal-hal baik” tentang isis, tapi juga hal-hal buruknya, dan itu yang ditolak oleh efpi.
Selain kata-kata yang terkesan “anti pemerintah” di moment ke (2), sebenarnya ada kata-kata lain dari Habib RZQ yang menyeimbanginya, yaitu begini: “Kalau pemerintahnya adil, dukung tidak? DUKUUNG… (suara audiens). Kalau tentaranya baik, dukung tidak? DUKUUNG… Kalau polisinya bagus, dukung tidak? DUKUUNG… dst. Ini dihilangkan dalam video yang ditampilkan oleh Prof Mahfud.

Dan masih banyak bagian lain yang dihilangkan. Dan semua itu bagian yang penting. Silakan saksikan sendiri video lengkapnya. Kita bisa berbeda pendapat soal ini, tapi kalau pendapat saya, tidak bisa kita sesimpel itu menunjuk Habib RZQ sebagai pendukung isis dengan video ini.

Bila publik hanya menyaksikan video cuplikan Prof Mahfud yang menampilkan hanya dua moment pernyataan di atas, wajar bila timbul kesan bahwa Habib RZQ (dan efpi) adalah pendukung isis, an sich. Apakah Prof Mahfud sengaja melakukan pencuplikan (framing) ini demi untuk menggiring opini publik? Hanya beliau dan Tuhan yang tahu.
Selain video tersebut di atas, masih ada video lain yang menunjukkan ada ceramah lain Habib RZQ tentang isis, yang lebih detail menguraikan sisi positif dan sisi negatif isis. Dan bagian negatifnya itulah yang ditolak oleh efpei. Ada linknya di sini https://m.youtube.com/watch?v=UjfADxaxAno&feature=youtu.be

Baca Juga:  Sidang HRS, Lurah Sebut Panitia Sudah Minta Izin

rahadi1

Saya bukan pada posisi 100% setuju dengan pendapat Habib RZQ tentang isis. Bukan. Bagi saya, jelas isis adalah gerakan yang tidak baik dan harus ditolak sepenuhnya oleh umat islam. Tapi saya tidak setuju dengan cara Prof Mahfud men-cuplik video, menampilkan bagian tertentu saja sehingga menyudutkan Habib RZQ, sementara bagian lengkapnya ditutupi. Apalagi kemudian Habib RZQ dan efpei juga tidak diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi tentang hal ini. Maksud mereka untuk melakukan konferensi pers pasca pembubaran ormasnya pun kemudian batal karena dilarang polisi.

Itu tidak adil.

Saya pernah menyaksikan Prof Mahfud berkata dalam salah satu ceramahnya “janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil terhadap mereka.” Maka saya masih sangat berharap bahwa Prof Mahfud tidak melakukan ini hanya atas dasar kebencian.
Saran saya kepada bapak-ibu yang berkuasa di atas, daripada menampilkan video editan lebih baik tidak usah menampilkan video sama sekali. Cukup narasikan keputusan bapak/ibu dengan baik. Kalau narasinya baik dan masuk akal, rakyat akan percaya tanpa video-videoan.
Video editan itu mainan cebong dan kadrun, bukan pejabat pemerintah. [ ]

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan