PPATK Bekukan Rekening Sumbngan untuk 6 Laskar FPI

  • Bagikan
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Rekening Irvan Gani, sosok yang menggalang dana untuk 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak polisi di Jalan Tol Km 50 Cikampek dibekukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tanpa dia ketahui sebabnya.
Senin, 4 Januari 2021, Irvan menerima surat dari Bank Central ASIA yang menjelaskan bahwa rekening pribadinya yang digunakan untuk menggalang dana enam laskar FPI yang tewas ditembak polisi telah dibekukan. 
Dalam surat dari PPATK Nomor SR/09/AT.05.01/I/2021 per tanggal 04 Januari 2021 yang ditujukan kepada pihak BCA disebutkan ada penghentian sementara transaksi.
Irvan sempat mengadukan masalah rekeningnya yang tidak bisa digunakan itu dan mencoba menghubungi layanan @HaloBCA, serta mendatangi kantor cabang BCA.

Baca Juga:  Presiden : Kritik Mahasiswa Boleh-Boleh Saja

“@HaloBCA, sdh daring suruh ke kantor cabang, di kantor cabang, daring lagi, 2 jam di kantor cabang belum ada penjelasan, emangnya rekening gua Salah apa? asuuuuuk,” tulis Irvan Gani dalam akun twitter Irvan Gani, (@ghanieierfan) January 4 2021.

DomaiNesia

Menurut Irvan, rekening tersebut memang sempat digunakan untuk penggalangan dana untuk enam laskar FPI yang tewas ditembak polisi di tol Jakarta-Cikampek KM 50. Donasi yang terkumpul saat itu tembus hingga Rp1,7 miliar. Ia mengklaim uang tersebut sudah diberikan seluruhnya untuk para keluarga laskar. 

Pembekuan tanpa sebab itu membuat ia, apalagi itu satu-satunya rekening miliknya.Dia ingin mengkonsultasikan hal tersebut dengan pakar hukum yang paham akan hal tersebut.

Baca Juga:  Penguus Pusat Brigade Hizbullah PBB dilantik

Pembekuan rekening ini mendapat sorotan politikus Gerindra dan anggota DPR Fadli Zon sebab dana yang sudah disalurkan kepada enam keluarga laskar FPI merupakan hasil donasi masyarakat yang prihatin atas peristiwa KM 50 Tol Japek beberapa waktu lalu, bukan dikumpulkan dari uang kejahatan.

“Alasan apa PPATK bekukan rekening sumbangan? Bukan uang korupsi bukan uang kejahatan, uang dari rakyat untuk rakyat yang dizolimi,” kata Fadli Zon di akun Twitternya, Selasa, 5 Januari 2021.

Sebab dana yang sudah disalurkan kepada enam keluarga laskar FPI merupakan hasil donasi masyarakat yang prihatin atas peristiwa KM 50 Tol Japek beberapa waktu lalu, bukan dikumpulkan dari uang kejahatan.

Baca Juga:  Warga Tolak Eksekusi Lahan Pembangunan Kampus UIII

Sebelumnya, pemerintah terlebih dahulu membekukan rekening milik FPI segera setelah pelarangan ormas itu pada 30 Desember 2020. Terkait hal itu, Pimpinan FPI Rizieq Shihab mengatakan dibekukannya rekening merupakan bagian dari perjuangan. 

“Tanggapannya (Rizieq Shihab) sabar, ini perjuangan. Perjuangan harus sabar dan mengedepankan persaudaraan,” kata kuasa hukum Rizieq Shihab, Azis Yanuar, saat dihubungi Tempo, Senin, 4 Januari 2021. 

Aziz mengatakan akibat pembekuan rekening FPI, uang sejumlah puluhan juta rupiah tak bisa ditarik dari rekening tersebut. Meskipun begitu, Aziz mengatakan pihaknya akan kembali membuka rekening baru, mengingat organisasinya kini sudah berubah nama menjadi Front Pemersatu Islam. “Insya Allah (akan buka rekening baru),” kata Aziz.  DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan