Ustad Abu Bakar Baa’syir Bebas Murni

  • Bagikan
ustad baasyir
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Setelah menjalani masa tahanan selama 15 tahun dikurangi remisi sebanyak 55 bulan, ustad Abu Bakar Baasyir (ABB) dibebaskan murni Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur pada Juma, 8 Januari 2021, pukul 05.30 WIB.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti mengungkap usai dibebaskan, Abu Bakar Baasyir langsung pulang ke Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan pengawalan dari pihak kepolisian.
“Perjalanan ABB menuju kediaman di Sukoharjo, selain didampingi keluarga dan tim pengacara, juga dilakukan pengawalan oleh Densus 88 dan BNPT,” tutur Rika dalam keterangan tertulis, Jumat,8 Januari 2021.
Ustad ABB, kata Rika, diserahkan ke pihak keluarga setelah melewati serangkaian proses dan telah dinyatakan negatif Covid-19.
“ABB dibebaskan setelah melewati proses administrasi dan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan COVID-19, ABB telah dirapid test antigen dan hasilnya negatif,” katanya.
Rika memastikan prosesi pelepasan ustad ABB berjalan dengan lancar.
Ustad ABB merupakan narapidana tindak pidana terorisme atau melanggar Pasal 15 jo. 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003; dengan putusan pidana 15 tahun.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat menyatakan Abu Bakar Baasyir bebas murni Jumat, 8 Januari 2021, dari LP Gunung Sindur, Bogor.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Imam Suyudi, mengatakan pembebasan Baasyir itu dipastikan telah sesuai prosedur. Menurut dia, Baasyir telah menjalani vonis 15 tahun dikurangi remisi sebanyak 55 bulan.
Ustad ABB berada di penjara sejak sejak 2003. Selama dalam masa tahanan, Ba’asyir juga diketahui beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Terakhir, dia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada 27 November 2020
Dia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan divonis penjara selama empat tahun. Berdasarkan berbagai catatan dan laporan yang berhasil dihimpun, Hakim mengatakan Ustad ABB melanggar Pasal 107 Ayat 1 KUHP karena berupaya menggoyahkan pemerintahan yang sah dan Pasal 48 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian.
Ia masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa melapor ke pejabat keimigrasian. Saat itu Baasyir baru saja kembali dari pelariannya di Malaysia.
Sedang dalam Perjalanan ke Solo Ba’asyir diketahui melarikan diri ke Malaysia setelah divonis bersalah oleh Rezim Orde Baru lantaran tak mau mengakui asas tunggal Pancasila.
Ia divonis empat tahun penjara namun hanya menjalani masa hukuman selama 1,5 tahun karena adanya remisi masa hukuman.
Pada 2005 Ba’asyir didakwa terlibat dalam kasus Bom Bali I. Ia pun dinyatakan bersalah karena terbukti terlibat permufakatan jahat untuk melakukan aksi bom di Jalan Legian, Kuta, Bali. Pengadilan memvonis Ba’asyir 2,5 tahun penjara. Namun Ba’asyir hanya menjalani masa hukuman selama dua tahun dua bulan.
Empat tahun berselang, pada 9 Agustus 2010, ustad ABB ditangkap paksa olrh Densus 88 di daerah Banjar Patroman, Jawa Barat, saat dalam perjalanan menuju Solo, Jawa Tengah.
Dia ditangkap bersama dua belas orang yang mendampingi perjalanannya. Saat itu, ustad ABB didakwa atas dugaan keterlibatannya dalam pelatihan militer kelompok teroris di Aceh. Pada 2011 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Ba’asyir dengan hukuman penjara selama 15 tahun.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur Mujiarto mengungkapkan ustad ABB dalam kesehariannya
Ia juga aktif mengikuti berbagai program pembinaan dari Lapas. Di samping itu, pada saat menjadi warga binaan Lapas Gunung Sindur, dia termasuk napi yang kooperatif dan taat beribadah.
Sebab itu, menurut Mujiarto, Ba’asyir memang pantas menerima berbagai macam remisi, mulai dari remisi umum, dasawarsa, khusus, Idul Fitri, dan remisi sakit.
“Abu Bakar Ba’asyir ya termasuk orang yang kooperatif selama menjalani masa hukumannya, ikut kegiatan pembinaan, berperilaku baik. Sehingga remisi-remisi yang didapatkan itu memang haknya, jadi keluarnya nanti bebas murni tanpa ada tambahan, murni selesai menjalani pidana,” kata dia. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan