Refly Harun Kaget Habib Rizieq Shihab Tersangka Lagi

  • Bagikan
refly harun2
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Pakar hukum tata negara Refly Harun kaget karena Habib Rizieq Shihab kembali dinyatakan tersangka oleh Bareskrim Polri.

Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka bersama menantunya, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirut RS UMMI Andi Talat terkait kasus RS UMMI, Bogor, Jawa Barat.

DomaiNesia

Refly Harun merasa aneh dan kaget dengan status tersangka tersebut, apalagi ini yang ketiga.

Habib Rizieq dikenakan pasal 160 KUHP dan ditahan karena melakukan penghasutan untuk datang ke Maulid Nabi dan pesta pernikahan putrinya.

“Jadi, ya mau diapakan lagi ya, sepertinya penegak hukum negara memang ingin memenjarakan Habib Rizieq, rasanya seperti itu,” ucap Refly Harun dalam kanal YouTube Refly Harun, Senin, 11 Januari 2021.

Menurut dia, tiga kasus yang disangkakan semuanya terkait Covid-19, dan itu bukanlah kasus dengan tindak pidana berat.

Baca Juga:  Pelarian Koruptor Joko Tjandra Makan Korban, Tiga Jenderal Terjungkal. Siapa Berikutnya?

“Ini adalah penersangkaan yang ketiga, ancaman hukumannya kalau menggunakan pasal 93, satu tahun atau denda Rp100 juta, ini bukan sebuah tindak pidana yang berat untuk turun tangannya Bareskrim,” tuturnya.

Refly melihat hal tersebut lebih kaena faktor sosok Habib izieq Shihab, sehingga Bareskrim pun turun tangan untuk kasus yang sebenarnya biasa-biasa aja tapi jadi luar biasa karena melibatkan Habib Rizieq.

“Dan sekarang Habib Rizieq sudah ditahan karena dikenakan pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun karena dianggap melakukan penghasutan,” ucapnya.

Padahal kasus seperti ini ungkap Refly Harun, bukan hanya dilakukan oleh Habib Rizieq saja, tetapi juga banyak pihak lain yang melakukan kerumunan.

Terkait tes Swab di RS UMMI Bogor, menurut Refly Harun, saat itu mantan Sekum FPI, Munarman mengaku kepadanya bahwa Habib Rizieq bukan khawatir ditersangkakan melainkan di-covid-kan.

Baca Juga:  KPK Periksa Menag Rabu (8/5/2019)

“Saya pernah interview dengan Munarman, Habib Rizieq khawatir bukan ditersangkakan tapi khawatir di-covid-kan, itu yang saya dengar darinya,” tuturnya.

Walaupun dalam pemberian hasil tes Covid-19 terdapat kemungkinan terjadinya human error karena jumlah orang yang melakukan tes Swab sangat banyak, namun Refly Harun yakin Habib Rizieq memiliki perspektif lain.

“Sebenarnya ada tiga, ada human error, ada karena ‘perspektif bisnis’, dan ada mungkin dalam kasus Habib Rizieq, kekhawatiran lain, kekhawatiran bahwa justru itu menjadi jalan untuk mengerjai Habib Rizieq,” ucapnya.

“Toh sah-sah saja kalau dia mempunyai kekhawatiran itu termasuk juga ketika dia ditahan, punya kekhawatiran terhadap makanan sehingga hanya mau memakan makanan yang diberikan oleh keluarga,” sambungnya.

Oleh karena itu, Refly Harun menyampaikan seharusnya Habib Rizieq tidak perlu dikenakan pasal 160 KUHP yang disebutnya mengarang.

Baca Juga:  Menteri KKP Edhy Prabowo Ajukan Pengunduran Diri

Tapi kalau mau dikenakan pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan, menurutnya itu adalah subjektivitas dari penyidik karena tidak hanya Habib Rizieq, orang lain pun banyak yang bisa dikenakan pasal tersebut kalau penyidik mau.

Kemudian mengenai RS UMMI, Refly Harun mengingatkan bahwa harus melihat persoalan ini melalui kacamata kemanusiaan.

“Kita harus melihatnya dalam perspektif kemanusiaan, toh secara post factum terbukti Habib Rizieq tidak kena Covid-19 walaupun kesehatannya turun, kontak dengan banyak orang dan lain sebagainya,” tuturnya.

“Tapi sudahlah kita ikuti proses ini, mudah-mudahan pra-peradilan paling tidak membebaskan Habib Rizieq dari tuduhan pasal 160 KUHP sehingga tidak perlu ditahan, masih bisa berbuat bagi umat, dan juga punya komitmen untuk tidak melanggar protokol kesehatan lagi,”katanya. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan