DKPP Berhentikan Ketua KPU Arief Budiman

  • Bagikan
IMG 20210113 WA0004
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan memberhentikan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Arief dinilai melanggar kode etik karena mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN) karena diberhentikan oleh DKPP.

DomaiNesia

Selain itu, Arief diduga melampaui kewenangannya yakni menerbitkan surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020.

Dalam sidang putusan DKPP, Anggota DKPP Didik Supriyanto menyebut pihaknya memahami ikatan emosional yang kuat antara Arief dengan Evi yang terbangun dari kesamaan profesi dan merintis karier dari bawah sebagai anggota KPU.

“Namun, ikatan emosional tidak sepatutnya menutup atau mematikan sense of ethics dalam melakoni aktivitas individual yang bersifat pribadi karena di dalam diri teradu (Arief) melekat jabatan ketua KPU merangkap anggota KPU yang tidak memiliki ikatan emosional dengan siapa pun kecuali ketentuan hukum dan etika jabatan sebagai penyelenggara pemilu,” tegas Didik.

Baca Juga:  THR, Gaji ke 13 ASN, TNI, Polri Golongan I, II, III Aman

Dalam kedudukannya, menurut Didik, seharusnya Arief tidak terjebak dalam tindakan emosional dalam menempatkan diri di ruang publik. Hal itu, kata dia, berimplikasi pada kesan pembangkangan dan tidak menghormati putusan DKPP yang telah memberhentikan Evi dari jabatannya.

“Kehadiran teradu dalam setiap kesempatan di ruang publik mendampingi saudari Evi dalam usaha memperjuangkan haknya menyebabkan KPU secara kelembagaan terkesan menjadi pendukung utama dalam melakukan perlawanan terhadap putusan DKPP,” jelasnya

Tidak Melanggar

Menanggapi putusan DKPP tersebut, Arief mengatakan putusan pelanggaran kode etik DKPP karena mendampingi Evi Novida Ginting yang menggugat putusan pemecatannya dari Komisioner KPU bukanlah kejahatan pemilu.

“Satu saja yang ingin saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu,” kata Arief kepada wartawan, Rabu, 13 Januari.

Baca Juga:  Transpark Juanda Lakukan Topping Off Ruby Tower

Dalam putusan pemberhentian itu, DKPP memerintahkan KPU menindaklanjuti putusan tersebut. Arief menyebut pihaknya masih menunggu salinan putusan untuk dipelajari. Setelah menerima salinan, KPU akan menggelar rapat pleno oleh semua komisioner.

“Hard copy (salinan putusan) kami belum nerima. Nah kita tunggu, kita pelajari, barulah nanti bersikap kita mau ngapain,” ungkap Arief.

Dalam sidang sebelumnya, Arief, sebagai teradu sidang DKPP, mengatakan kehadirannya di PTUN pada 17 April 2020 tidak dimaksudkan menemani Evi untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Kehadirannya sekadar memberi dukungan moril, simpati, dan empati didasarkan pada rasa kemanusiaan sebagai individu karena telah lama bersahabat dengan Evi.

Arief mengaku kehadirannya di PTUN tidak dalam kapasitasnya sebagai ketua KPU yang merepresentasikan lembaga, sebab pada hari yang sama sedang menjalankan WFH. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan