Kebangkitan Majlis Talim Tuli Indonesia di Masjid Umar bin Khattab

  • Bagikan
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Kelompok Disability MTTI (Majlis Talim Tuli Indonesia) Pimpinan Aprizar Zakaria mengadakan pengajian khusus setiap Sabtu pagi pada minggu 1 & 3 tahun 2021 di masjid Umar bin Khatob dengan Imam Masjid Ustaz Syahrul Efendi Dasopang.

Masjid yang baru dibangun megah oleh Fikri Thalib, Pimpinan KAPCI (Komite Penyandang Cacat Indonesia) di Jalan Bekasi Timur 9 / 19 Rawa Bunga, Jakarta Timur, ini berdekatan dengan Markas KAPCI Ruko Permata 17 / 1.

DomaiNesia

Kegiatan sebelumnya di rumah Belajar Miranda (Dermawan tajir) di Jalan Vila Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan lalu ke Masjid Abubakar Cawang Jakarta Timur.

Pengajian Talim diantaranya dengan Fiqh Ibadah bimbingan Ustaz Syamsul Hadi menggunakan JBI (Juru Bahasa Isyarat) yang diterjemahkan ustazmd Joko kepada 60 jamaah tuli pria dan wanita dengan bersila dilantai dasar masjid.

“Pengajaran program kelas pedoman membaca Al Quran JBI dan Dawah kerjasama dengan Little Hijabi Institute Pimpinan Master Galuh Sukmara (Muslimah tuli alumni Psychologi UGM, Jogja) dengan net Australia,”kata Sekjen MMTI Ahmad Fachri Sirazd.

Baca Juga:  MN KAHMI: Pancasila Final

Fachri menjelaskan pada akhir tahun 2019 MTTI sukses menjadi tuan rumah Konferensi Muslim Tuli Internasional yang diselenggarakan GDM (Global Deaf Muslims), organisasi muslim tuli internasional yang berpusat di Amerika Serikat.

Konferensi internasional di Jakarta itu yang dihadiri delegasi puluhan negara adalah 3rd International Conference of Deaf Muslim 2019 Jakarta di Hotel Grand Sahid.

Sejarah yang melatar belakangi pendirian MTTI dimulai beberapa tahun sebelumnya, ketika
tahun 2011 sekelompok Dawah jamaah tuli asal Malaysia datang ke jamaah tuli Indonesia di beberapa kota termasuk Jakarta.

Lalu tahun 2013 juga kedatangan Dawah muslim Tuli Pakistan ke masjid masjid Indonesia memberikan ilmu ke islaman pada Difabel muslim Indonesia yang memang umumnya tak tahu.

Periode tahun 2010 – 2015 Aprizar usai Pimpin organisasi Gerkatin (Gerakan Kesejahtraan Tuna Rungu Indonesia), maka aprizar bersama Rama, Joko, ustaz Farid, Daud dan beberapa muslim tuli pada 15 September 2016 mendirikan Yayasan Majelis Ta’lim Tuli Indonesia (MTTI) berbadan hukum dengan akte Notaris. SK Menhukham RI No : AHU – 0026340.AH.01.04./ 2016 didasari atas kegelisahan dan keprihatinan terhadap kondisi kaum muslim tuli di Indonesia yang masih saja dalam kondisi tertinggal dalam hampir semua aspek kehidupan bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Film Mekah I'm Coming, Angkat Kasus Penipuan Haji dan Umroh

Padahal muslim tuli sebagai bagian dari bangsa Indonesia mempunyai hak-hak yang sama dengan komponen bangsa secara umumnya.

Yang paling memprihatinkan bahwa muslim tuli pun banyak tertinggal dalam aspek agama yang dianut mereka, padahal mereka adalah mayoritas penganut Islam di kalangan penyandang difabel tuli di Indonesia. Akibatnya banyak muslim tuli Indonesia tidak mengenal agamanya sendiri antara lain tidak memahami eksistensi Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, bahkan tidak mengerti mengapa mereka harus menunaikan ibadah seperti kewajiban shalat fardhu, puasa maupun kewajiban ibadah lainnya.

Padahal kaum muslim tuli Indonesia sebagai insan manusia ciptaan Allah SWT pun memiliki kewajiban dan hak yang sama sebagaimana dengan muslim lainnya. Pemikiran ini berlandaskan Al-Qur’an antara lain:
a. “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs. Adz-Dzariyat : 56)
b. “Dan dirikanlah Sholat dan tunaikanlah Zakat dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah SWT, sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”.(Qs. Al- Baqarah : 110

Baca Juga:  Dukung Cegah Covid 19, Adira Hadirkan Adiraku

Berusaha menjawab kegelisahan dan keprihatinan atas tertinggalnya kaum muslim tuli Indonesia dengan menyelengarakan berbagai kegiatan dan program yang diharapkan bisa membawa mereka menjadi muslim yang seutuhnya, muslim yang kaffah, walau dengan keterbatasan dan hambatan yang dialami.

Untuk itu, kegiatan dan program oleh MTTI bertujuan memberikan akses yang seluas-luasnya bagi muslim tuli Indonesia dalam pendidikan agama Islam dengan bahasa isyarat Islami yang baku dan mudah dipahami. MAHDI/ S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan