Gempa Mamuju: Rusak Infrastruktur dan Permukiman, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

  • Bagikan
IMG 20210116 WA0000
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Gempa kuat dengan skala 6,2 SR yang melanda Maluku Sulawesi Barat Jumat, 15 Januari 2021, pukul 02.00 WIT tak saja menyebabkan puluhan warga meninggal dan ratusan lainnya luka-luka, ribuan warga mengungsi, namun juga menutup total jalan Trans Sulawesi.

Longsor yang menutup badan jalan Trans Sulawesi tepat berada di Desa Takandaeng, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju.

DomaiNesia

Semua kendaran yang akan menuju Mamuju maupun menuju Majene dari Mamuju berhenti memarkir kendaraan di bahu jalan.
ada puluhan titik longsor yang nenutup total jalan trans Sulawesi di Kecamatan Malunda.

Puluhan kali gempa susulan pun dikhawatirkan dapat memicu terjadinya tsunami.

Gempa merusak setidaknya lebih dari 300 rumah dan dua hotel serta meratakan rumah sakit dan kantor gubernur setempat.

Baca Juga:  RUU PKS tak Sesuai Norma Islam dan Pancasila

Aktivitas seismik menyebabkan tiga longsor, memadamkan listrik dan merusak jembatan penting termasuk yang menghubungkan dengan kota Makassar. Hujan deras juga memperparah keadaan, terutama mereka yang mencari tempat berlindung.

Hujan deras yang turun pada sore harinya, jalan yang retak makin menyulitkan kondisi.

Warga korban gempa di sekitar lokasi masih kesulitan mendapatkan kebutuhan makanan. bantuan kesehatan yang ingin menuju Mamuju tertahan akibat longsor ini.

Sudah banyak pengguna jalan memutar balik kendaraan mencari lokasi aman, sambil menunggu jalan kembali normal

Data sementara, sebanyak 34 orang dikabarkan meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 15 Januari 2021, pukul 14.00 WIB.

Baca Juga:  Diperiksa Polisi, Habbib Rizieq Pesan Jangan Sampai Lupakan Kasus 6 Anggota FPI yang Tewas

“26 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Jumat, 15 Januari 2021

Terdapat 10 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Majene, antara lain di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata.

Lalu di Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua yang terdapat di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang berada di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

“Sampai saat ini jaringan listrik juga masih padam dan komunikasi selular tidak stabil pada dua kabupaten tersebut,” ucap Raditya.

Baca Juga:  BNI Syariah-DMI Jalin Kerjasama

BNPB turut mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, antara lain 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi.

Kantor berita AFP melaporkan, tim SAR di Mamuju sedang berupaya menolong beberapa “pasien dan staf rumah sakit yang terjebak di bawah reruntuhan rumah sakit yang roboh. DBS/ S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan