Meluas, Korban Banjir di Kalimantan Selatan

  • Bagikan
banjir kalimantan
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS– Banjir yang merendam kawasan Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak Minggu, 10 Januari 2010 menimbulkan banyak korban. Ribuan rumah terendam banjir di berbagai wilayah.
Banjir merendam sejumlah wilayah, setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu, 9 Januari 2021 hingga Minggu, 10 Januari 2021 dini hari.
Bahkan pada Kamis, 14 Januari 2021, banjir memutus akses ruas jalan Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan yang menghubungkan antar Kabupaten dan Kota, setelah oprit jembatan di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, terputus.
Sedangkan di Kota Banjarmasin yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, banjir telah merendam wilayah tersebut sejak Kamis, 14 Januari 2021.
Badan Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan hingga 16 Januari 2021 pukul 02.00 WIB sebanyak 3.571 unit rumah terendam banjir di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, hal itu terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai Balangan dan sungai Pitap.
“Rincian dari kerugian materil tersebut antara lain rumah terendam di Kecamatan Halong, sebanyak 931 unit, Kecamatan Paringin 20 unit, Kecamatan Juai 576 unit, Kecamatan Paringin Selatan 336 unit, Kecamatan Tebing Tinggi 836 unit dan Kecamatan Awayan 872 unit,” kata Raditya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Januari 2021.

Baca Juga:  Usai Dilantik, Joe Biden Cabut Larangan Warga Muslim

Raditya mengatakan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, hingga saat ini banjir belum juga surut, tinggi muka air terpantau sekitar 50-150 cm.
Selain itu, BPBD Kabupaten Balangan juga melaporkan setidaknya 11.816 jiwa terdampak banjir akibat tersebut antara lain di Kecamatan Halong 2.952 jiwa, Kecamatan Paringin 93 jiwa, Kecamatan Juai 1.888 jiwa, Kecamatan Paringin Selatan 964 jiwa, Kecamatan Tebih Tinggi 2.828 jiwa dan Kecamatan Awayan 3.091 jiwa.
“Untuk jumlah pengungsi yang telah dievakuasi masih dalam proses pendataan,” ucap dia.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD kab. Balangan melakukan kajian cepat, berkordinasi dengan pihak terkait dan bersama tim gabungan melakukan evakuasi terhadap korban terdampak bencana.
“Tercatat kebutuhan mendesak saat ini perahu karet dan logistik,” ucap Raditya. BNPB masih melakukan kajian terhadap status tanggap darurat terkait bencana banjir di Kabupaten Balangan.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Banjir berhari-hari ini membuat pemerintah daerah Pemda di Kalsel pun menaikkan status bencana menjadi tanggap darurat banjir. Setidaknya status tersebut diterapkan di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Status tanggap darurat ini diterapkan selama sepekan ke depan demi pemenuhan warga yang terdampak banjir.
Sementara itu di Kabupaten Tanah Laut dilaporkan hampir 22 ribu warga mengungsi ke tempat aman akibat rumah terdampak banjir. Tinggi banjir di Kabupaten tersebut pada Jumat, 15 Januari 2021 siang dilaporkan mencapai 150-200 cm.
Sebanyak 21.990 jiwa dan 6.346 unit rumah di Tanah Laut, Kalsel.
Dilaporkan ada 21.990 jiwa yang mengungsi akibat banjir. Selain itu, lebih dari 6 ribu rumah terendam banjir.

DomaiNesia

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Djati, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga:  Diluncurkan, Obat Antivirus Covifor untuk Pasien Covid 19 di Indonesia

Data tersebut dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB per Jumat (15/1) pukul 11.40 WIB. Saat ini, BPBD Tanah Laut masih melakukan pendataan di 5 titik pengungsian warga.
BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi.
Saat ini warga membutuhkan beberapa kebutuhan mendesak seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut, dan peralatan dasar kebencanaan. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan