Komnas HAM Kembali tak Hadiri Sidang Pra Peradilan Keluarga Lasykar FPI

  • Bagikan
PN Jaksel
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang lanjutan gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh keluarga Suci Khadavi Putra, Laskar FPI yang tewas ditembak aparat kepolisian di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin, 1 Februari 2021 dengan hakim tunggal Ahmad Suhel.

Gugatan dengan nomor perkara 158/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL tertanggal 30 Desember 2020 itu berkaitan dengan penangkapan secara tidak sah oleh pihak kepolisian.
Ini merupakan kehadiran perdana pihak kepolisian yang diwakii Bareskrim Polri dan perwakilan Kapolda Metro Jaya. Sementara itu, Komnas HAM, selaku tergugat ke dua, tidak hadir.
Sidang sekitar pukul 10.40 WIB. Pihak kepolisian tidak menjelaskan mengapa mereka baru hadir pada sidang ini. Sementara itu, Komnas HAM, selaku tergugat ke dua, tidak hadir.
“Sidang hari ini sudah dibuka. Meski sidang Termohon dari Komnas HAM belum hadir, hakim tetap melanjutkan sidang,” ujar Kepala Sub Bidang Bantuan Hukum, Bidang Hukum Polda Metro Jaya, AKBP Aminullah pada wartawan, Senin, 1 Februari 2021.
Rudy Marjono, kuasa hukum keluarga Khadavi, mengatakan gugatan ini dilakukan agar investigasi dari Komnas HAM tetap ditindaklanjuti.
“Jadi kalau menurut Komnas HAM dianggap relevan dengan perkara ini selanjutnya bagaimana harus secara hukum,” kata Rudy di PN Jaksel.
Menurut Rudy, gugatan juga diajukan untuk mendalilkan kalau penangkapan terhadap Khadavi tidak sah, sehingga ketika penangkapan tidak sah, pihaknya memohon pengadilan merehabilitasi nama baik korban.
Persidangan akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 2 Februari 2021 dengan agenda jawaban dari pihak termohon atas gugatan keluarga Khadavi.

DomaiNesia

Rudy Marjono sendiri mengaku bersyukur gugatannya itu akhirnya dianggap dibacakan di persidangan kali ini, mengingat di persidangan sebelumnya selalu ditunda karena termohon tak hadir.

Baca Juga:  Tinggalkan Administrasi SDM Manual dengan Aplikasi HRIS Unggulan GreatDay HR

Pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya dalam sidang praperadilan itu, termasuk menyiapkan saksi yang bakal dihadirkan di persidangan berikutnya. “Insyaallah kalau tak ada halangan, kami akan mengajukan dua saksi dari keluarga dan teman dekat korban,” jelasnya. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan