Dana FPI Tidak Pernah Ada untuk Terorisme

  • Bagikan
sugito prawiro
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Dlibatkannya
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam gelar perkara dugaan melawan hukum atas aktivitas rekening yang berkaitan dengan FPI oleh penyidik Polri mendapat respon dari
Mantan Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Prawiro dan mantan Sekum FPI Munaman.

Sugito memastikan rekening milik FPI tidak pernah digunakan untuk kegiatan terorisme. Sedangkan Munarman menilai yang dilakukan polisi itu adalah upaya untuk membangun narasi sesat terhadap FPI

DomaiNesia

Menurut dia, tidak pernah ada aliran uang yang digunakan oleh FPI untuk mendukung kegiatan terorisme.

“Setahu saya tidak ada dana FPI untuk kegiatan terorisme. Nah tiba-tiba Densus dilibatkan, saya melihat bahwa ini sebagai upaya penggiringan opini,” ujar Sugito, Rabu, 3 Februari 2021.

Baca Juga:  Larangan Plastik Sampak Tak Selesaikan Masalah Sampah dan Lingkungan

Menurut Sugito, uang terbanyak dari 92 rekening yang dibekukan tersebut merupakan milik organisasi sayap FPI, Hilal Merah Indonesia (HILMI). Di mana, uang yang dikumpulkan HILMI bertujuan untuk kegiatan kemanusiaan.

“Perlu diketahui, yang 92 rekening kan punya FPI dan anak organisasi FPI, dan yang terbesar adalah Hilal Merah Indonesia (HILMI). HILMI itu uangnya yang terbesar digunakan untuk kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana alam, penanganan banjir, longsor, dan lain-lain,” ungkapnya.

Meskipun saat ini rekening HILMI sedang dibekukan, kata Sugito, para mantan anggota FPI tetap turun tangan untuk membantu sejumlah korban bencana alam. Bahkan, untuk menggalang dana bantuan, para mantan anggota FPI menggunakan rekening pribadi.

Baca Juga:  MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

“Jadi begini, walaupun rekening kemanusiaan yang digalang oleh HILMI dibekukan, akhirnya, atasnama pribadi temen-temen yang care terhadap penanganan bencana alam tetap ada buka rekening atasnama pribadi bukan organisasi. Nah itu yg digunakan untuk Kalimantan Selatan, Sulawesi, kita tetap proaktif,” katanya.

“Karena gini, FPI sekarang dibekukan, tapi sudah disampaikan Habib Rizieq bahwa untuk urusan kemanusiaan tidak ada kompromi. Silakan berjuang melakukan yg terbaik untuk bangsa ini. Dan ini sekarang dilakukan,” sambungnya.

Sementara itu Munarman mengekasna apa yang dilakukan polisi merupakan upaya untuk membangun narasi sesat terhadap FPI.

“Narasi sesat itu,” tegas dia.

Narasi itu dimaksudkan agar publik mengamini bahwa ormas yang telah dibubarkan pemerintah pada 30 desember 2020 itu memiliki keterkaitan dengan aksi-aksi terorisme.

Baca Juga:  Shure Luncurkan Seri Headphone Nirkabel Pertama : Aonic 50 Wireless Nocie Cancelling

Polri sendiri memiliki alasan dalam melibatkan Tim Densus 88 dalam gelar perkara itu.

Dijelaskan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono, pihaknya ingin melihat segala kemungkinan terkait aliran dana rekening yang tersebar di 81 bank itu.

“Rapat (gelar perkara) ini dihadiri personel Bareskrim Polri dan juga personel dari Densus 88,” beber Brigjen Rusdi, Selasa (2/2). DBS/
S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan