ILUNI UI Terjunkan Psikolog Anak-Anak Penyintas Bencana Banjir

  • Bagikan
WhatsApp Image 2021 01 26 at 1.23.24 PM
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Sekitar 70 relawan muda psikolog diterjunkan untuk memberikan bantuan psikologis bagi anak-anak penyintas bencana banjir di Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Peduli yang diwakili oleh ILUNI UI Wilayah Kalimantan Timur dan menggandeng para relawan yang berasal dari Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), dan Prodi Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin.

DomaiNesia

Koordinator Psikologi Sub Bidang Medis SATGAS Penanganan COVID-19 Endang Mariani mengatakan, dalam setiap kebencanaan anak-anak termasuk dalam kelompok rentan yang perlu mendapat prioritas perhatian. Di titik-titik pengungsian selain kebutuhan fisik anak anak juga memiliki kebutuhan psikologis.

“Seringkali kebutuhan anak-anak penyintas bencana luput dari perhatian. Oleh karena itu, dalam misi kemanusiaan untuk membantu para penyintas bencana banjir di Kalimantan Selatan, kegiatan ILUNI UI Peduli kali ini lebih menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis,” kata Endang yang juga Ketua ILUNI UI Peduli.

Baca Juga:  Kapal Yunicee Tenggelam di Perairan Gilimanuk

Tim relawan juga memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas yang berada di Barabai-Hulu Sungai Tengah, Sungai Tabuk, Cindai Alus, Martapura, Banjar Baru, Pelaihari, Batola, Kota Banjar, dan berbagai titik lainnya.

Ratusan paket keluarga yang berisi perlengkapan sanitasi lingkungan, kebutuhan higienis pribadi (peralatan mandi, pakaian dalam, diapers, handuk), selimut, dan makanan kecil dibagikan. Di samping itu, alat tulis lengkap beserta buku Iqro, Juz Amma dan Al-Qur’an juga diberikan.

Putri T. Priyono Iseki, yang memimpin tim mewakili Ketua ILUNI UI Wilayah Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa dalam misi kali ini, prioritas memang diberikan kepada balita dan anak-anak.

“Kami bersama teman-teman ILUNI UI Kaltim, mencoba mengelola bantuan yang mungkin belum banyak terpikirkan oleh orang lain, yaitu perlengkapan sekolah dan mengaji, serta sanitasi diri. Di lapangan kami menemukan banyak anak-anak yang kehilangan buku-buku pelajaran mereka yang rusak atau hanyut terbawa air. Kami juga membagikan masker,”kata Putri.

Baca Juga:  Ustadz KH. Abu Muhammad Jibriel AR Meninggal Dunia

Pada saat bekerja, para relawan akan sulit menghindari kerumunan dan juga menghadapi kelangkaan air bersih untuk mencuci tangan. Karena itu sebelum terjun ke lapangan, para relawan psikolog tersebut diberikan pembekalan yang lengkap, karena berisiko terpapar COVID-19.

“Safety first dan penerapan protokol kesehatan semaksimal mungkin adalah prinsip dasar yang tidak bisa diabaikan bagi relawan saat memberikan dukungan psikologi awal di lapangan. Mereka juga harus paham jejaring serta struktur bantuan dan pendampingan psikologis yang dibutuhkan,” tandas Endang.

Kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai organisasi profesi di bidang psikologi serta perguruan tinggi penyelenggara pendidikan psikologi di Kalimantan Selatan, antara lain Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kalimantan Selatan, Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Kalimantan Selatan, Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia (APSI) Kalimantan Selatan, dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO) Banjarmasin. REL/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan