DPR: Pasar Muamalah Hanya Sebuah Komiditas Kegatan Bisnis. Tidak Langgar Hukum

  • Bagikan
bukhari pks
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Bukhori Yusuf, menilai pasar Muamalah merupakan sebuah komoditas kegiatan bisnis , yang dilakukan karena komunitas ingin berdagang dengan aturan dan tradisi pasar di zaman nabi.
Sedangkan dinar dan dirham, adalah sebagai uang komplementer dalam transaksi pasar tersebut. Dinar dan dirham juga dibeli menggunakan rupiah.

“Kalau pasar Muamalah, saya melihatnya ini kegiatan bisnis. Kegiatan pasar yang kalau saya mendengar dari klarifikasi video dari Zaim Saidi langsung itu di situ tidak ada misalnya dinar dan dirham itu sebagai mata uang, tetapi merupakan salah satu komoditas,” kata Bukhori dalam diskusi bertajuk “Khilafah Berkedok Pasar Muamalah?”, Minggu, 7 Februari 2021.

DomaiNesia

“Artinya kalau dia salah satu komoditas, dia hanya menjadi uang komplementer,” ucap Bukhori.

Baca Juga:  Indosat Ooredoo Salurkan Bantuan Untuk Lawan Pandemi Covid-19

Bukhori lantas menganalogikan pasar muamalah seperti tempat bermain yang ada uang komplementernya.

Menurut dia, ketika melakukan kegiatan di tempat bermain, maka orang harus membeli koin dan tidak bisa langsung memakai uang. “Kalau itu, saya kira memang tidak ada sesuatu yang kemudian dilanggar terkait dengan undang-undang masalah keuangan dan juga Peraturan Bank Indonesia,” ujar Bukhori.

Bukhori menambahkan polisi perlu mendalami lebih lanjut jika kegiatan di pasar mualmalah dianggap sebagai kegiatan yang akan mengganti rupiah. “Saya kira itu juga perlu didalami. Toh kemudian emas dan perak itu dicetak melalui Antam semuanya,” ucap dia.

anggota Komisi VIII DPR ini mengganggap hal itu biasa dilakukan pada sebuah koin. “Namanya koin, dia bukan sebuah mata uang, ya silakan-silakan saja. Wong dia ditukar dengan padi, ditukar dengan singkong, dan makanan-makanan lain,” kata Bukhori.

Baca Juga:  Sunat Aman dan Nyaman di Rumah Sunat dr Mahdian

“Artinya bahwa kalau itu sebuah praktiknya saya kira tidak ada sesuatu yang kemudian dilanggar, tidak ada sesuatu yang kemudian tumpang tindih,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, pengelola pasar muamalah di Depok, Zaim Saidi, ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Selasa, 2 Februari 2021 malam.

Dalam konferensi pers, Rabu, 3 Februari 2021, polisi mengatakan Zaim Saidi merupakan inisiator, penyedia lapak, dan pengelola pasar muamalah di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat. Ia juga menyediakan wakala induk tempat menukarkan mata uang rupiah ke dinar atau dirham sebagai alat transaksi jual-beli di pasar muamalah.

Di pasar muamalah itu, seluruh transaksi perdagangan bukan menggunakan mata uang rupiah, melainkan dinar atau dirham. Menurut temuan penyidik, Zaim Saidi membentuk pasar Nuaamalah bagi komunitas masyarakat yang ingin berdagang dengan aturan dan tradisi pasar di zaman nabi. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan