Dilaporkan GAR ITB Radikalisme, Sejumlah Tokoh Bela Din Syamsudin

  • Bagikan
818 din syamsuddin 718x452 1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Tindakan Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) yang melaporkan Din Syamsuddin selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah ke Komisi Aparatur Negara (KASN) atas tuduhan radikalisme mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak, baik para tokoh maupun ormas.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim, menyesalkan tindakan kelompok mana pun yang telah mendiskreditkan dan menyudutkan Din Syamsudin sebagai bagian dari kelompok radikal.

DomaiNesia

“Ini adalah tuduhan, dan fitnah keji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat,12 Februari 2021 lalu.

Menurut dia, Din Syamsudin merupakan pemimpin Muslim penting tingkat dunia yang sangat dihormati, karena dalam waktu yang panjang telah mempromosikan Wasatiyatul Islam atau Islam Moderat di berbagai forum dunia.

Selain itu, sosok Din juga dikenal sebagai tokoh antiradikalisme atas nama dan untuk motif apa pun serta siapa pun yang melakukannya. Bahkan tak segan-segan mengkritik siapa pun yang menangani radikalisme-ekstrimisme dengan cara-cara radikal dan ugal-ugalan.

“Terlalu banyak bukti, dan rekam jejak Din Syamsuddin yang bisa dicermati untuk memahami pandangan, dan sikapnya terhadap radikalisme dan bagaimana menangani radikalisme,”katanya

Baca Juga:  Virus Corona, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat

Laporan dan tuduhan radikalisme yang dialamatkan kepada Din Syamsuddin adalah fitnah keji dan merupakan sebuah kebodohan.

Dia meminta kepada pihak dan kelompok mana pun untuk berpikir ulang, dan mempertimbangkan masak-masak atas tuduhan tersebut. Sebab, tindakan itu tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa kepada siapa pun, apalagi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Bangsa Indonesia telah dipercaya oleh masyarakat Internasional melalui pertemuan ulama dunia di Bogor, beberapa tahun yang lalu menjadi pusat Wasatiyatul Islam global, dan Din Syamsuddin adalah tokoh dan ulama penting yang terakui,” ujar dia.

Karena itu, tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin, sangat menyinggung perasaan para ulama dunia, dan tentu akan merugikan kepentingan bangsa. Olehnya, meminta KASN dan Kementerian Agama (Kemenag) mengkaji secara saksama, kritis, dan adil terhadap laporan, dan tuduhan tersebut.

Sudarnoto menilai, tuduhan radikalisme kepada Din Syamsuddin berpotensi kuat menumbuhkan spirit Islamofobia, dan tidak menutup kemungkinan setelah Din, tokoh atau ulama kritis lainnya akan dikenakan tuduhan yang sama oleh kelompok-kelompok Islamofobia.

Baca Juga:  GPI Banten Gelar Muswil, Bidal Sagoni Ketua Terpilih

Kecaman juga datang dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). AMM menegaskan Din Syamsuddin adalah Tokoh Muhammadiyah yang selama ini dikenal konsen dalam mewujudkan kerukunan antar ummat beragama, aktif di berbagai organisasi internasional dalam rangka perdamaian dunia dan dialog antar umat beragama.

Din juga dua periode memimpin Muhammadiyah dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI dan pernah diangkat oleh Presiden Jokowibsebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban. “Oleh karena itu, kredibilitas ataupun integritas Pak Din tidak diragukan lagi,” bunyi sikap AMM dalam keterangan tertulis Sabtu, 13 Februari2021.

Menurut AMM, tindakan pelaporan GAR Alumni ITB terkait sangkaan radikalisme terhadap Din Syamsuddin adalah tidak berdasar dan mengada-ada. Laporan itu juga ditengarai mengandung motif atau tujuan tertentu yang pada akhirnya merusak ataupun menimbulkan fitnah terhadap nama baik Pak Din.
Sikap AMM yang tertanda Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Najih Prastyo dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah Hafizh Syafaaturrahman itu.
AMM pun menuntut pelapor atau GAR Alumni ITB untuk meminta maaf sesegera mungkin atas tindakannya tersebut. “Karena tindakannya telah mencoreng nama baik Pak Din sebagai tokoh bangsa yang telah teruji kredibiltasnya ataupun integritasnya selama ini,” penjelasan AMM.

Baca Juga:  Refly Harun Bersaksi di Sidang Habib Rizieq Shihab

AMM tingkat pusat juga meminta Polri untuk melakukan penyelidikan terhadap tindakan yang telah dilakukan oleh pelapor tersebut, GAR ITB. “Karena diduga memiliki motif terselubung yang akibat tindakannya mengakibatkan fitnah terhadap nama baik Pak Din,” demikian sikap AMM tersebut.
Sementara itu ekonom senior yang juga alumni ITB, Rizal Ramli, menyesalkan adanya tuduhan radikal dari segelintir alumni pada Din Syamsuddin.

“ITB kampus yang menghasilan tokoh-tokoh, pemikir-pemikir besar, engineer hebat. (Seperti) Soekarno, Habibie, Rooseno, Sutami,” ujar Rizal di Akun Twitter pribadinya, Jumat , 12 Februari 2021.

“Eh ternyata sebagian kecil alumninya berpikiran cupet, terlalu banyak gaul dengan intel, jadi organ surveilance swasta, (pengawas) tokoh-tokoh yang dicap ‘ekstrimis’,” sesalnya. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan