KASN Teruskan Laporan GAR ITB soal Din Syamsudin ke Menkominfo dan Menag

  • Bagikan
agus KASN
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) Agus Pramusinto mengatakan pihaknya meneruskan surat laporan Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) terhadap Din Syamsudin kepada Menkominfo Johnny G Plate selaku Koordinator Tim Satgas Penanganan Radikalisme untuk ditindaklanjuti. Kedua kementerian itu dianggap berwenang menilai kasus tersebut.

“Sesuai kewenangan Tim Satgas melalui Surat KASN Nomor: B-3766/KASN/11/2020 tanggal 24 November 2020, perihal Pelimpahan atas Laporan pengaduan GAR ITB tersebut,” ujar Agus dalam keterangannya yang dikutip Sabtu,13 Februari 2021.

DomaiNesia

KASN juga akan meminta klarifikasi dan menindaklanjuti laporan ini kepada Kemenag. Surat Surat Nomor B-613/KASN/2/2021 tanggal 4 Februari 2021 itu telah ditembuskan kepada Ketua GAR-Alumni IT.

KASN juga akan segera melakukan audiensi dengan GAR ITB setelah menerima hasil tindak lanjut dari Kemenag. “Kami juga akan menjadwalkan audiensi GAR Alumni ITB dengan Pimpinan KASN segera setelah menerima hasil tindak lanjut dari Menteri Agama cq. Majelis Kode Etik dan Kode Perilaku Kementerian Agama,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin terkait dugaan radikalisme ke KASN. GAR ITB merupakan asosiasi alumni ITB.

Baca Juga:  TikTok Ajak Kreator Berbagi Konten Edukasi dalam Kompetisi #TikTokPintar

Laporan tersebut tertuang dalam surat nomor 05/Lap/GAR-ITB/X/2020 tanggal 28 Oktober 2020, perihal Laporan pelanggaran Disiplin PNS atas nama Terlapor Prof. Dr.. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D, dan surat nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 tanggal 28 Januari 2021, perihal Hukuman disiplin PNS a/n Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A. Ph.D.

Terakit keberadaan GAR ITB, Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB Naomi Sianturi menegaskan GAR bukan bagian dari Institut Teknologi Bandung. GAR berada di luar organisasi ITB.

“GAR bukan bagian dari ITB. Karena urusan GAR d iluar organisasi ITB,” tegas Naomi, Sabtu, 13 Februari 2021

Menurut Naomi, GAR merupakan organisasi yang mengatasnamakan alumni ITB. Bila sudah terkait alumni, maka organsiasi tersebut di luar wewenang internal ITB.
Tindakan GAR ITB memantik komentar dari berbagai pihak. Komentar mereka sebagian besar diungkapkan melalui akun medsos masing-masing.

Wakil Ketua MPR RI , Hidayat Nur Wahid, misalnya, mengomentari hal tersebut dengan mengutip John L Esposito, Guru Besar Studi Islam di Universitas Georgetown, Amerika Serikat soal isu radikalisme agama.

Tulisan Hidayat Nur Wahid itu dituangkannya dalam akun Twitternya @hnurwahid .

Baca Juga:  Lahan Markaz Syariah Dibeli, Bukan Hasil Merampas

“Prof John L. Esposito:”Isu radikalisme agama, merupakan taman bermain bagi intelejen, dan ini membahayakan masa depan agama”. Bagaimana laporan tuduhan radikalisme thd Prof Din? Bgmn masa depan (moderasi) agama, kalau tokoh Islam moderat justru dilaporkan terkait radikalisme?,” tulis akun @hnurwahid yang dikutip Sabtu,13Februari 2021. Cuitan Hidayat ini mendapat banyak respon dari warganet.

Tokoh muslim liberal Ulil Abshar Abdalla juga turut berkomentar melalui akun Twitternya, @ulil

“Siapa sih sosok-sosok di balik GAR ITB yang menuduh Pak Din Syamsuddin sebagai tokoh radikal ini? Meskipun dalam banyak hal saya berseberangan pandangan dg Pak Din, tetapi menuduhnya radikal jelas blunder besar. Mereka yang nuduh ini jelas tidak paham rekam jejak pemikiran/kiprah Pak Din,” kata Ulil melalui akun Twitternya, @ulil, Sabtu (13/2/2021).

Ulil menyesalkan adanya tudingan tersebut. Menurut dia, saat ini label “radikal” dengan mudah digunakan unutk membungkam orang-orang yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.

“Sangat disayangkan bahwa label ‘radikal’ ini sekarang ini dengan mudah dipakai sebagai alat ‘pembungkam’ (muzzling mechanism) terhadap sosok-sosok yang dipandang berseberangan dengan pemerintah,” tuturnya.

Baca Juga:  Hingga Larut Malam Unjuk Rasa Terus Berlangsung

Tak hanya itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga turut berkomentar di akun Twitternya.

Menurut Mahfud, ada beberapa orang yang mengaku dari ITB menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo.

“Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti apalagi memeroses laporan itu,” kata Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, Sabtu,13 Februari 2021.

Menurut Mahfud, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) kompak mengampanyekan NKRI berdasar Pancasila sejalan dengan Islam. NU menyebut “Darul Mietsaq”, Muhammadiyah menyebut “Darul Ahdi Wassyahadah”.

“Pak Din Syamsuddin dikenal sebagai salah satu penguat konsep ini. Saya sering berdiskusi dengan dia, terkadang di rumah JK,” tulis Mahfud MD.

Dia menegaskan pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Sebaliknya, Din merupakan pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah.

“Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah ‘Darul Ahdi Wassyahadah’. Beliau kritis, bukan radikalis,” kata Mahfud MD. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan