Pengacara HRS – Warganet Pertanyakan Beda Perlakuan antara HRS dan Jungle Park, Padahal Sama-Sama Langgar Prokes

  • Bagikan
The Jungle Bogor
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS– Satgas Covid-19 Kota Bogor menyegel sementara dan memberikan sanksi denda kepada tempat wisata The Jungle Water Park di kawasan Bogor Selatan Kota Bogor karena melanggar protokol kesehatan. Tidak ada sanksi pidana atau penahanan terhadap pengelola.
Hal ini sangat berbeda dengan perlakuan yang diberikan kepada Habib Rizieq Shihab (HRS). HRS ditahan, dikenakan pasal UU Kekarantinaan, dan siap-siap diadili di pengadilan umum.

Fakta itu dipertanyakan dan disindir Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, serta para warganet.

DomaiNesia

“Di sini acara kelar panggung disegel. Di sono acara udah kelar didenda, diuber, ditembaki, dipidana, ditangkap, ditahan, diblokir rekeningnya. Dituduh teroris,” kata Aziz dalam keterangannya, Selasa, 16 Februari 2021.

Penegakan hukumnya berbeda jauh dibandingkan kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. “Mengaku negara hukum dan keadilan. Percaya gak sih?,” sindirnya.

Baca Juga:  Refly Harun: PTPN VIII tak Bisa Rampas Begitu Saja Lahan Markaz Syariah

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, temuan pelanggaran protokol kesehatan tersebut berawal dari beredarnya video kerumunan di kawasan wahana ombak air di The Jungle, Minggu, 14 Februari 2021.

Melihat Video tersebut, Pemerintah Kota Bogor kemudian melakukan klarifikasi langsung terhadap pihak pengelola mengenai kebenaran video tersebut.

“Pagi-pagi saya menerima banyak sekali informasi terkait dengan Video kerumunan di Jungle. Saya klariiikasi beberapa hal. Pertama soal pengunjung di Jungle. Dari kapasitas maksimal sejumlah 8000, yang berkunjung 1666, jadi 15 persen. Dari aspek itu tidak ada pelanggaran,” ujar Bima Arya dalam konferen ‘pers, Senin, 15 Februari 2021.

Dari keterangan pengelola, didapati bahwa pengunjung di tempat wisata tersebut memang tidak melebihi kapasitas yakni hanya sekitar 15%. Akan tetapi, The Jungle tidak menyangkal terjadi kerumunan di kolam ombak seperti dalam video viral.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Acer Luncurkan Laptop Tipis dan Desktop All-in-One

“Pertama pengunjung kemarin di Jungle dari kapasitas maksimal 8 ribu yang berkunjung adalah 1.166 orang jadi 15 persen. Jadi dari aspek kapasitas tidak ada pelanggaran. Namun saya tanyakan video benar atau tidak? Disampaikan benar. Mengapa itu bisa terjadi karena pengaturan sistem bagi pengunjung di kolam ombak hanya 1 kali selama 10 menit sehingga terjadi penumpukan,” jelas Bima.

Dengan demikian , The Jungle Water Park melanggar protokol kesehatan karena menimbukan kerumunan. Meski, tidak dalam kapasitas jauh di bawah normal.
Perbedaan perlakuan tersebut mendapat respon dariwarga net. Sakah satunya, Ketua Forum Rekat Anak Bangsa, Eka Gumilar, di akun Twitter pribadinya, @ekagumilars–sembari mengunggah video berdurasi 1 menit 17 detik.

Baca Juga:  Habib Rizieq Shihab, Menantu, Munarman Rayakan Idul Fitri di Tahanan

“Sebelum pikiran adil, mata dulu coba yang adil
Sambil membuat emoji manusia tertawa, ekagumilar bertanya pada tweeps apakah video yang dia share itu kerumunan atau bukan.

Dusrimulya juga mempertanyakan hal ini. “Ke mana itu @BimaAryaS yang kemarin ngotot ngejar HRS dan RS Ummi?,” tanya @dusrimulya.
Muhsin asal lombok juga berkomental. “dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan “ooh” muhsin@muhsinlombok. 14 Februari
Sementara akun @torosaputro mempertanyakan sikap Arya Bima. “Ini pelanggaran ppkm…..bahaya covid merebak. bagaimana ini @BimaAryaS

Ribuan komentar dari net memenuhi ruang twitter dan mempertanyakan hal tersebut kepada Arya Bima. Sampai hari ini belum ada komentar resmi drai Arya Bima, maupun Polda Jabar yang sangat tanggap merespon kasus HRS di Megamendung, dan polda Metro Jaya di Petamburan. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan