Indonesia Financial Group – KPK Gelar Pendidikan Antikorupsi

  • Bagikan
IFG1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS– PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau Indonesia Financial Group (IFG) bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pendidikan online (webinar) bertajuk “Bersama Membangun Integritas Karyawan BUMN Industri Keuangan”.
Pelatihan menghadirkan dua pembicara utama yakni (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Arief Rahman Hakim. Hadir Direktur Pendidikan dan Pelatihan Anti Korupsi KPK, Dian Novianthi.

Kegiatan edukasi anti korupsi bersama KPK diikuti jajaran direksi IFG holding dan direksi anggota holding yang terdiri atas PT Jasa Raharja, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tata Utama dan PT Bahana Kapital Investa.
Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah dalam sambutannya mengatakan kegiatan webinar Bersama KPK merupakan inisiatif dalam rangka memberikan pemahaman tentang meningkatkan integritas dan membangun perilaku anti korupsi di lingkungan IFG, yang merupakan perwujudan core value Amanah sebagai bagian core value AKHLAK.

DomaiNesia

“Karena juga beririsan dengan core value di BUMN yaitu AKHLAK. Sebuah akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. ”Dalam hal ini yang paling beririsan dengan kegiatan webinar adalah Amanah,” kata Rizal Ariansyah.

Baca Juga:  Senin Depan Habib Rizieq Kembali ke Tanah Air

Diharapkan dari materi yang disampaikan bisa tertanam pemahaman dan kesadaran (awareness) pentingnya membangun cara berpikir dan cara berperilaku yang dapat menjauhkan diri dari sikap dan tindak yang koruptif. ”Apalagi pendidikan ini juga diikuti oleh semua insan di IFG yang sebagian besar dari mereka adalah para generasi muda, calon pimpinan di masa mendatang, ” kata Rizal.
Rizal berharap kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi IFG dan KPK untuk terus bersinergi di masa mendatang. Sebab Perseroan juga memiliki Corporate University yang salah satunya menekankan pendidikan tentang bagaimana menghindari perilaku koruptif.

”Semoga kedepan kita bisa terus bersinergi. Bukan hanya Kerjasama dalam membangun kurikulum perilaku anti koruptif saja, namun juga sekaligus Kerjasama untuk staf pengajar pendidikan anti koruptif,” ujarnya.

Baca Juga:  KASN Teruskan Laporan GAR ITB soal Din Syamsudin ke Menkominfo dan Menag

Rizal menekankan dan mengajak semua insan IFG beserta seluruh anak usaha di bawahnya untuk benar-benar menghindari perilaku dan segala celah korupsi. Sebab dengan begitu maka akan terhindari dari risiko hukum, risiko reputasi, dan risiko finansial bagi perusahaan.

(Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana pada paparan materinya mengatakan gratifikasi merupakan salah satu celah paling berbahaya selain suap dan pemerasan. Sebab gratifikasi seringkali menjadi pintu masuk yang tidak disadari potensi negatifnya di kemudian hari.

”Kunci utama mencegah gratifikasi adalah dengan integritas. Integritas bisa terwujud dengan cara taat dan patuh kepada nilai-nilai dan etika yang sudah disusun dalam organisasi,” kata Wawan.

Integritas seseorang diibaratkan Wawan seperti keimanan. Bergerak fluktuatif. Terkadang naik dan terkadang turun.
”Maka sebaiknya integritas bukan hanya pada diri individu organisasi saja tetapi juga perlu membangun integritas organisasinya itu sendiri. Integritas organisasi ini akan menciptakan lingkungan positif sehingga bisa tetap menjaga integritas diri yang sedang turun supaya tidak terlalu merosot,” ulasnya.

Baca Juga:  Konsep Baru Fantasy World dan Hadirnya Infinite: Live! Resmi Isi Segmen Musik di Dyandra New Adventure

Selain itu, Wawan juga mengingatkan pentingnya memahami tentang konflik kepentingan. Sebab hal tersebut juga bisa menjadi celah terjadinya perilaku koruptif.

Prof. Arief Rahman Hakim menambahkan integritas memang poin utama tegaknya perilaku anti korupsi. ”Integritas adalah meleburnya diri kita ke dalam nilai-nilai baik itu yang sudah diatur agama maupun nilai dan etika perusahaan. Jadi itu melekat dalam diri kita,” tegasnya.

Pendidikan online IFG bersama KPK ini ditujukan untuk membentuk cara berpikir dan perilaku karyawan baik di level holding maupun anggota holding agar senantiasa mencerminkan perilaku antikorupsi dalam kegiatan sehari-hari. Dalam kegiatan pekerjaan maupun di luar jam kerja, dimanapun insan IFG berada. HERS

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan