Warganet Heboh Polisi Bubarkan Relawan Front Persaudaraan Islam yang Bantu Korban Banjir

  • Bagikan
WhatsApp Image 2021 02 22 at 14.46.20
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Masyarakat cukup dikejutkan dengan berita yang menyebutkan polisi membubarkan relawan Front Persaudaraan Islam ( FPI) yang membantu korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Padahal kegiatan para relawan ini membadapat mendapat sambutan hangat dari masyarakat., dan para relawan FPI itu telah dikenal oleh masyarakat setempat. Tak hanya itu, sikap polisi ini mendapat banyak reaksi dari netizen. Tak sedikit yang mencemooh tindakan polisi.

DomaiNesia

Sebagai mana diketahui, petugas mendatangi Posko FPI di depan Mall Cipinang, Cipinang Melayu, Sabtu, 20 Februari 2021. Posko bantuan didirikan sejak Jumat malam, 19 Februari 2021, yang berdekatan dengan tempat tinggal salah satu anggota relawan.

Para relawan menyiapkan tenaga untuk membantu evakuasi, menyiapkan tempat untuk posko dapur umum dan bantuan konsumsi untuk masyarakat.

Namun Posko FPI ini tidak bertahan lama, Karena Kapolres Jakarta Timur dengan anggotanya mendatangi Posko tersebut. Dalam lima menit posko kemanusiaan FPI harus dibubar, atau relawan akan dibawa ke Polres.

Wargapun protes atas tindakan tersebut karena selama ini masyarakat tidak punya permasalah apapun dengan FPI apalagi dari segi kemanusiaan. Namun Akhirnya Posko tersebut harus dibubarkan dengan alasan ada atribut FPI. Padahal FPI baru itu adalah Front Persaudaraan Islam, bukan Front Pembela Islam yang dibubarkan melalui SKB.

Baca Juga:  Berlanjut, Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja Anarkis

Tokoh FPI baru, Munarman membenarkan adanya kejadian pembubaran Posko Relawan di Cipinang Melayu. “Ya, benar (dibubarkan oleh polisi),” ujar dia kepada wartawan, Ahad, 21 Februari 2021.

Menurut Munarman, saat itu relawan datang dengan perahu karet berlogo FPI. Melihat hal itu, polisi langsung melakukan pembubaran.
Aparat, kata Munarman, juga minta para relawan FPI itu tidak memberikan bantuan ke warga. Padahal saat itu kondisinya banjir dan maksud kedatangannya baik ingin memberikan bantuan korban banjir.

Munarman menilai harusnya polisi tidak bersikap demikian. “Padahal tim kemanusiaan kami datang bawa bantuan, buka dapur umum dan membawa tim evakuasi,” kata Munarman sebagaimana dlansir suaraislam.id, Ahad, 21 Februari 2021.

Polisi beralasan, pembubaran itu itu dilakukan karena para relawan itu memakai atribut FPI yang sudah dilarang oleh negara.

“Kemarin benar (pembubaran) karena kan mereka itu ikut dengan memakai atribut FPI sedangkan sekarang segala kegiatan bentuknya FPI kan dilarang, kan kita tahu sendiri,” kata Kapolsek Makassar, Jakarta Timur, Kompol Saiful Anwar, kepada wartawan, Ahad, 21 Februari 2021.
Menurut dia, saat itu ada sekitar 10 orang relawan dengan membawa atribut FPI. Ada bendera, pakaian dan perahu karet.

Menurutnya, atribut tersebut tidak bisa dipakai meski klaim relawan yang datang saat itu menyebut kalau FPI saat ini berbeda nama dengan FPI yang dilarang.

Baca Juga:  Hadang Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet Datang ke Palembang

“Apapun bentuknya kan yang namanya FPI terus itu lambangnya sama, apanya sama masa kita (diam saja),” kata Saiful.

Warganet turut mengomentari hal ini, banyak dari mereka yang juga tidak setuju atas tindakan polisi.

@aingkelelawar : Kalau polisi ingin masuk surga, dibubarkan malaikat gak ya nanti? Cuma nanya. Jangan dibully.

@iskandar__fauzi : Hati nuraninya sudah terasuk akibat kerja propaganda buzzer2RP. Sadis emang negeri ini sekarang.

@algriRbagunda81 : Padahal cuma mau ngasih bantuan supaya negara juga bisa dibantu malah ini dibubarin arogan bangat ya

Saat evakuasi, netizen tertuju kepada perahu karet bertuliskan FPI yang digunakan oleh aparat untuk mengevakuasi warga.
Adalah akun Twitter @L4dyY0ng yang memosting foto evakuasi korban banjir dengan menggunakan perahu karet bertuliskan FPI tersebut. Namun akun tersebut tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana lokasi foto tersebut di jepret. Ia hanya menuliskan caption bernada sindiran.

“Poskonya dipaksa bubar perahunya karetnya dipake,” tulis akun tersebut seperti dikutip pada Minggu 21 Februari 2021.

Melihat postingan tersebut, tak ayal netizen langsung ramai-ramai memberikan komentar.

“Engga malu pakai perahu karet yg ada atribut FPI..kenapa engga minta perahu karet sama orang orang yg benci FPI, orang orang yg bubarkan FPI?” kata akun @aminfi…

Baca Juga:  Kasus Pencemaran Limbah B3: Praperadilan Direktur PT NTS Terhadap KLHK Ditolak

Matrinov Yitrosky: Mau bantu korban banjir dibilang radikal,,,,,hebat banget nih otak rezim kalo pantesan yg korupsi bansos ditunda tunda/ disengaja diperlama prosesnya,,padahal semua rakyat tahu siapa partai raja korupsi/ sarang koruptor yg ada madam bansosnya! Terbukti hukum tumpul ke atas dan tajam kebawah alias tebang pilih alias zolim!!!

Umar yanto:_aneh yak, organisasi yng senantiasa membantu malah di hina2 kan , di blokir rekeningnya, giliran ada bencana fpi bntu tpi pemerintah minjem perahu karetnya fpi??? Anggaran uang rakyat pada kemana?? Fpi rekeningnya di blokir aja mampu, mau jdi negara pecundang???

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menjelaskan terkait foto yang beredar di mana tampak petugas dari kepolisian dan TNI menggunakan perahu karet milik Front Persaudaraan Islam atau FPI versi baru.

Erwin menjelaskan, foto yang beredar tersebut diambil saat petugas akan mengamankan perahu karet milik FPI versi baru tersebut.
Pada saat akan diamankan, kata Erwin, perahu tersebut sedang membawa korban banjir sehingga dibantu oleh petugas.

“Sehingga dalam proses pengamanan itu terlihat bahwa ada pertolongan, tetapi setelah itu kita (polisi, red) amankan,” kata Erwin, Senin, 22 Februari 2021. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan