Didukung Organisasi dan Kalangan Swasta, Kota Tegal Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah

  • Bagikan
WhatsApp Image 2021 02 24 at 6.00.48 PM 1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Didukung sejumlah organisasi dan perusahaan swasta, Pemerintah Kota Tegal meresmikan pusat daur ulang sampah di Kelurahan Mintaragen, Rabu, 24 Februari 2021.

Pusat pengelolaan sampah di Kelurahan Mintaragen ini juga menjadi Pusat Pengelolaan Sampah Kota yang pertama di Indonesia setelah terpasangnya mesin pemadat polistirena pada Maret 2020 lalu, yang kemudian disusul dengan hadirnya mesin predator sampah.

DomaiNesia

Pemkot Tegal bergabung sebagai penyelenggara Program “Yok Yok Ayok Daur Ulang!” bersama sejumlah perusahaan tersebut antara lain Trinseo (NYSE: TSE), Kemasan Group, dan organisasi pendukung lainnya, yaitu Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (INAPLAS), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), dan Responsible Care® Indonesia.

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Kota Tegal kembali menyampaikan upayanya dalam mengatasi permasalahan sampah, mulai terlaksananya program percontohan pengelolaan sampah secara end-to-end.

“Kami berkomitmen dalam mengelola sampah melalui sinergi dengan para stakeholder terkait melalui program daur ulang sampah ini untuk mencapai dan menggerakkan ekonomi sirkular,” ujarJohardi, Sektretariat Daerah Kota Tegal mewakili Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono yang berhalangan hadir.

Baca Juga:  Gushcloud Luncurkan Pluus Record di MADE Entertainment

Wali Kota Tegal menyatakan bahwa komitmen Pemkot Tegal terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan hidup yang merupakan permasalahan kompleks bagi hampir seluruh daerah. Kota Tegal mewujudkannya dengan menjalankan Pasal 12 Undangundang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Mulai dari pengelolaan sampah di 21 TPS dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pemanfaatan sampah kantong keresek untuk bahan baku sepatu dan kerajinan lainnya. Bahkan, jalan di Kompleks Balai Kota Tegal dibuat dari aspal yang dicampur dengan limbah plastik.
Dikatakan Wali Kota, pengelolaan sampah dengan konsep lama yaitu dikumpulkan kemudian diangkut dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), harus ditinggalkan,k arena cara tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah sampah.
“Syukur alhamdulillah di awal tahun 2021 ini kota tegal telah membuat perubahan tatanan pengelolaan sampah, yang pada mulanya hanya dijadikan kompos, bahan daur ulang, maupun berakhir di TPA, kini telah menggunakan mesin predator yang mampu mengolah hampir semua jenis sampah yang menghasilkan briket sampah,” ungkap Wali Kota.

Baca Juga:  MN KAHMI Desak Pengadilan Internasional Usut Tuntas Kekerasan India atas Umat Islam

Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada PT Kemasan Ciptatama Sempurna yang telah memberi bantuan CSR berupa mesin predator dan secara resmi dilaunching pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini. “Dan Kota Tegal merupakan yang pertama di indonesia yang merubah sampah menjadi briket melalui mesin predator,” katanya.

Presiden Direktur PT. Trinseo Materials Indonesia dan Direktur Sustainability Responsible Care® Indonesia, Hanggara Sukandar, berperan selaku Direktur Konsultan Keberlanjutanuntuk Pusat Pengelolaan Sampah Kota Tegal juga menyampaikan bahwa kolaborasi program daur ulang ini memiliki tujuan akhir untuk mencapai ekonomi sirkular.

“Saya juga merasa sangat bersyukur menjadi Direktur Konsultan untuk Pusat PengelolaanSampah Kota Tegal. Kolaborasi ini merupakan contoh sempurna yang menggambarkan bahwa dengan adanya upaya bersama seperti ini, kami membantu menutup loop lingkaran ekonomi sirkular di Indonesia dan sekitarnya,” ucap Hanggara Sukandar pada acara peresmian di Tegal.

Wahyudi Sulistya, Direktur Kemasan Group yang juga hadir memberi kata sambutan menekankan pentingnya daur ulang sampah plastik karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Baca Juga:  STII-OK OC Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cair

“Kemasan Group telah menyumbangkan kepada pusat pengelolaan sampah Kota Tegal satu unit mesin pemadat PS dan satu unit mesin predator sampah, yang mana mesin predator sampah tersebut mampu mengolah 20 ton sampah basah setiap hari. Sayaberharap ini dapat membantu tercpainya ekonomi sirkular,” jelas Wahyudi Sulistya.

Acara ini juga didukung dan dihadiri oleh Prispolly Lengkong, Ketua Nasional Ikatan Pemulung Indonesia. Prispolly mengatakan, “Saya ucapkan selamat kepada Kota Tegal,Kemasan Group dan PT Trinseo Materials Indonesia atas peluncuran program pengelolaan sampah ini. Semoga ke depannya semakin banyak kota-kota lain yang mengikuti langkah strategis ini,” katanya.

Program ini akan mengolah sekitar 260 ton sampah per bulan, atau 10 ton per hari di TPS Mintaragen. Sampah yang dapat diolah adalah seluruh jenis sampah selain material besi dan kaca. Program tata kelola sampah ini juga didukung oleh beberapa organisasi, yakni Responsible Care® Indonesia (RCI), Asosiasi Daur Ulang Sampah Indonesia (ADUPI), Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), dan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (INAPLAS). HERS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan