SBY: Moeldoko Tega, Berdarah Dingin, Tidak Punya Etika

  • Bagikan
Screenshot 20210306 002819 1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyesakan sikap Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam di Partai Demokrat melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut SBY, Moedoko dan mereka yang melakukan kudeta benar-benar tega.

DomaiNesia

“Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam, benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” ucap SBY melalui siaran langsung di akun Youtube pribadinya, Jumat, 5 Februari 2021, malam.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyesakan sikap Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam di Partai Demokrat melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga:  Batal Salat Jika Tak Gunakan Bahasa Arab

Menurut SBY, Moedoko dan mereka yang melakukan kudeta benar-benar tega.

“Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam, benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” ucap SBY melalui siaran langsung di akun Youtube pribadinya, Jumat, Februari 2021, malam.

SBY menilai Kongres Luara Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di Deliserdang, Medan adalah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji. Bahkan, , jauh jauh dari sikap ksatria, dan nilai-nilai moral.

“Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral. Dan hanya mendatangkan rasa malu, bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI,” ujar SBY.

Baca Juga:  Komnas HAM Bentuk Tim Kasus Penembakan 6 Anggota FPI oleh Polisi

SBY mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden.

Dalam era kepemimpinan Presiden SBY, Moeldoko pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD).

Tiga bulan kemudian, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu diusulkan SBY sebagai calon Panglima TNI ke DPR menggantikan Agus Suhartono.

“Rasa malu dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu,” ujar SBY.

Menurut SBY, sikap Moeldoko yang selalu membantah terlibat dalam upaya kudeta kepemimpinan Demokrat hingga akhirnya menerima jabatan ketua umum di KLB.

Baca Juga:  KPK Tangkap Tangan Pejabat Angkasa Pura dan PT INTI

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, motif Moeldoko dalam merebut kepemimpinan partai tidak berubah.

“Memang sejak awal motif dan keterlibatan KSP Moeldoko tidak berubah,” ucap AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta Pusat.

“Yaitu ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demkorat yang sah, menggunakan cara-cara inkonstitusional, serta jauh dari moral dan etika politik,” katanya. DBS/ S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan