Tim Kuasa Hukum HRS Sudah Siapkan Draft Eksepsi

  • Bagikan
yanuar aziz1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Tim Kuasa Hukum, Habib Rizieq Shihab (HRS) telah menyiapkan eksepsi atau nota kebaratan atas perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Draft setebal 66 halaman itu sudah beredar dan dikutip banyak media. Dalam draft itu, salah satunya tim menyampaikan keberatan atas dakwaan kepada eks pimpinan Front Pembela Islam ( FPI ) ini. Tim menuliskan kekecewaan atas penyalahgunaan sumber daya hukum yang dinilai hanya menguntungkan kaum elite.

DomaiNesia

Tim juga menilai kasus itu seperti kisah perjuangan Presiden Soekarno dalam lakon Indonesia Menggugat.

Menurut Tim, kasus yang dialami Habib Rizieq merupakan bentuk kezaliman sehingga dijadikan target politik.

Tim menyebut kasus yang menjerat Habib Rizieq tidak dilihat dengan akal sehat, telah terjadi proses penghakiman dan penghukuman yang dikerjakan intelijen negara terhadap Habib.

Baca Juga:  Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho

“Habib Rizieq Shihab dalam perkara a quo tidak lepas dan merupakan bagian dari Operasi Intelijen Berskala Besar (OIBB) oleh rezim zalim dungu dan pandir,”demikian sebagian isi draft yang disampaikan kuasa hukum HRS, Aziz Yanuar, kepada media.

OIBB yang dimaksudkan dalam draft itu ialah operasi black propaganda terhadap Habib Rizieq dan FPI, operasi kontra narasi, operasi pencegahan kepulangan HRS dari Saudi walaupun akhirnya berhasil pulang.

“Operasi penggalangan tokoh masyarakat dan tokoh agama di berbagai provinsi untuk menolak keberadaan HRS dan FPI,” tulis kuasa hukum dalam draft eksepsi itu.

Kuasa hukum menyebut dalam OIBB tersebut ada operasi konyol penurunan baliho di berbagai tempat oleh aparat yang bukan tupoksinya. Selanjutnya, operasi mengerahkan komando khusus untuk membunyikan sirine di Petamburan, Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Pelaku Bisnis di Asia Pasifik Nilai Cloud Penting untuk Kebutuhan Bisnis Cepat

Tim menilai operasi pembantaian pengawal HRS merupakan operasi survailannce. Karena itu, mereka memohon agar eksepsi itu dikabulkan majelis hakim. SAN/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan