Beda Perlakuan, Giliran Jaksa Bacakan Nota Keberatan, Sidang Habib Rizieq Disiarkan Langsung

  • Bagikan
Sidang Habib Rizieq di PN Jaktim, Selasa, 30 Maret 2021
Sidang Habib Rizieq Shihab di PN Jaktim, Selasa, 30 Maret 2021
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Sidang lanjutan kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa, 30 Maret 2021.

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi atau nota keberatan Habib Rizieq Shihab.

DomaiNesia

Suasana sidang kali ini sangat berbeda dengan saat sidang Jumat, 26 Maret 2021, dengan agedan pembacaan eksepsi oleh Habib Rizieq. Saat sidang Habib Rizieq dilakukan secara tertutup. Jangankan ada siaran langsung melalui kanal Youtobe PN Jaktim, wartawa npun dilarang meliput sehingga Tim Kuasa HRS megeluarkan siaran pers.

Sementara sidang kali ini, dengan agenda pembacaan tanggapan JPU, disiarkan secara langsung. melalui kanal Youtobe PN Jaktim. Sidang kali ini, dikerahkan anjing pelacak, dua mobil water canno, dan dua kendaraan pengurai massa yang disiagakan di depan gerbang. Personil Briimob dan motor-motor Brimob tampak pula.

Baca Juga:  P&G Persembahkan Konser Tunggal Anggun C Sasmi

Dalam sidang eksepsi Jumat, 26 Maret 2021, HRS Rizieq menyebut pber agai kasus yang menjeratnya merupakan bentuk kriminalisasi dan bagian dari operasi intelijen berskala besar oleh rezim saat ini.

“Jelas bahwa kriminalisasi Habib Rizieq dalam perkara tersebut tidak lepas dan merupakan bagian dari Operasi Intelijen Berskala Besar (OIBB) oleh rezim zalim, dungu, dan pandir,” kata pengacara dalam sidang.

Sementara menurut Jaksa, dua kata tersebut mestinya tak ada dalam persidangan. Jaksa juga mengaku tak terima dilabeli dengan kata-kata seperti itu.

“Sangatlah naif kalau JPU yang menyidangkan dikatakan orang bodoh dan tidak mengerti. Kami adalah orang intelektual yang terdidik dengan rata-rata predikat strata dua dan berpengalaman puluhan tahun,” kata Jaksa.

Tim kuasa hukum Rizieq dalam eksepsinya meminta Majelis Hakim membatalkan perkara tersebut atau setidaknya membatalkan penerapan sejumlah pasal yang disebut pasal akrobatik.

Menurut JPU, kata akrobat bisa digunakan asal penasihat hukum menulis dalam eksepsinya sebagai kata akrobat hukum, bukan pasal akrobat.

Baca Juga:  Ajarkan BM Wariskan Tongkat Kepemimpinan GPII

Terkait pernyataan Habib Rizieq mengenai adanya kerumunan lain seperti saat kunjungan Presiden Jokowi ke NTT, kerumunan saat Gibran Rakabuming menag pilkota Solo, ataupun KLB Partai Demokrat versi Moeldoko, menurut Jaksa hal itu merupakan upaya penggiringan opinisebuah opini yang mengada-ada, berlebihan, dan tidak berdasar karena telah mengaitkan segala sesuatu yang jelas-jelas menjadi domain kewenangan penuntut umum.

Usai JPU membacakan tanggapannya, Habib Rizieq dan pengacara ingin menyampaikan tanggapan namun ditolak hakim.

“Kami mohon nanti diberi kesempatan karena ini kan sidang dijadikan satu antara perkara 221 dan 226 atas tanggapan eksepsi penuntut umum. Kami akan menjawab secara lisan setelah nanti pembacaan. Kami akan menjawab dua-duanya secara lisan,” ujar salah satu pengacara Habib.

Habib Rizieq juga menyampaikan keinginan menanggapi tanggapan jaksa itu. Habib Rizieq meminta waktu lima menit.

Baca Juga:  Jakarta, Satu dari Tiga Kota Terbaik Dunia. 

“Tapi kami masih tetap meminta, Yang Mulia, agar kami diberi kesempatan untuk memberikan jawaban walaupun cuma 5 menit atau 10 menit, daripada jawaban jaksa penuntut umum di akhir nanti,” ujar Habib Rizieq.
Namun Hakim tetap menolak karena menurut aturan hukumtanggapan jaksa atas eksepsi tidak perlu ditanggapi lagi oleh pihak terdakwa.

Hakim mengatakan akan memutus eksepsi Habib Rizieq pada sidang putusan sela. Majelis hakim akan menggelar sidang putusan sela pada 6 April 2021.

“Selanjutnya majelis hakim akan membaca putusan pada hari selasa tanggal 6 April, terdakwa kembali ke tahanan ya, sidang ditutup,” kata Hakim Ketua.

Dalam sidang ini, Habib Rizieq didakwa melakukan penghasutan sehingga menimbulkan kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi virus corona (COVID-19). Kerumunan itu terjadi berkaitan dengan undangan pernikahan putri Habib, Najwa Shihab. DAG/ S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan