Dakwaan JPU Terhadap Gus Nur Tak Bisa Dipertahankan

  • Bagikan
Screenshot 20210331 131923 1 1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Ketua Tim Kuasa Hukum Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, Ahmad Khozinudin menilai, seluruh dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kliennya sudah tidak bisa dipertahankan lagi lantaran sudah gugurnya saksi yang bisa memberatkan dakwaan tersebut.

“Karena kewenangan menuntut Jaksa gugur disebabkan tidak dihadirkannya saksi, saudara Yaqut Cholil Qoumas dan saudara Said Aqil Siradj tidak dihadirkan di persidangan,” kata Khozinudin dalam konferensi pers pembacaan pledoi secara online langsung dari Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 28 Maret 2021.

DomaiNesia

Pembacaan secara daring yang disiarkan angsung kanal YouTube New Munjiat Channel inimerupakan tindak lanjut darii walk out nya Tim Kuasa Hukum Gus Nur.

Menurut Kuasa Hukum, dengan gugurnya saksi tersebut, maka pasal yang dijadikan bahan pemberatan tidak terpenuhi.

“Gus Nur tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melakukan perbuatan yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45A ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelasnya.

Baca Juga:  The China’s Corona Effect, Pencegahan vs Pengobatan

Seba itu, Khozinudin meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bisa memutuskan bebas terhadap kliennya itu.

Selain memutuskan bebas, Khozinudin juga mengharapkan majelis hakim PN Jakarta Selatan memerintahkan JPU untuk mengembalikan seluruh barang yang disita dalam perkara ini.

Tidak Adil

Dalam pledoinya, Tim Kuasa Hukum menegaskan sejak awal Gus Nur diperlakuka tidak adil.

Gus Nur diperiksa sebagai terdakwa tanpa didampingi pengacara. Tim Kuasa Hukum tidak bisa hadir di persidangan karena fungsi dari advokat adalah mendampingi terdakwa.

” Kalau terdakwanya tidak ada, apa yang mau kami dampingi?” katanya.

“Sampai hari ini terdakwa Gus Nur tidak pernah dihadirkan di PN Jakarta Selatan. Padahal menurut KUHAP terdakwa seharusnya dihadirkan dalam keadaan bebas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kenali Covid, Nokia Luncurkan Nokia Automated Analytics Solution

Kalau alasan Perma Nomor 4 Tahun 2020, Ahmad menilai, justru di ketentuan pasal 2 itu terdakwa harus hadir di persidangan.

Setelah membacakan nota pembelaan, berkas-berkasnya dikirimkan tim advokasi kepada majelis hakim di PN Jakarta Selatan. Isi pembelaan itu pun jug beredar di media sosial.

Tim advokasi berharap masyarakat ikut mengawasi, menjadi juri , bahkan menjadi hakim dalam kasus Gus Nur Setelah sidang eksepsi HRS, Menkopolhukam jadi bulan-bulanan di medsos soal perannya dalam kejadian kerumunan bandara.

Salah satu Tim Kuasa Hukum Gus Nur, Prof Dr H Eggi Sudjana Mastal Salah seorang penasihat hukum Gus Nur, Eggy Sudjana mengatakan mengatakan kliennya dikriminalisasi dan mendapatkan perlakuan tidak adil saat menyampaikan pendapatnya.

“Nota pembelaan yang dibacakan adalah Gus Nur, potret pendakwah yang dikriminalisasi karena ujaran dakwah dan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi,” kata kata Eggy saat memberi pengantar pembacaan pledoi Gus Nur.

Baca Juga:  Bali United, Resmi Jadi Klub Pertama Go Public di di Asia Tenggara

Dalam video yang diunggah di akun itu Gus Nur menyebut Nahdlatul Ulama saat ini berubah 180 derajat. Gus Nur menyebut NU seperti bus umum yang dikemudikan oleh sopir yang mabuk kondekturnya teler dan kernetnya ugal-ugalan.

Menurut Egi, yang disampaikan Gus Nur merupakan kritik yang lazim agar organisasi masyarakat Islam itu menjadi lebih baik. Bahkan kritik keras juga sudah dilakukan oleh orang lain, bahkan dibukukan. Tapi tidak ada tindakan hukum.

Egi menunjukkan dua buku yang mengkritik NU, yakni Kesimpulan Tebuireng dan NU Jadi Tumbal Politik Kekuasaan, Siapa Bertanggungjawab? Bahkan dalam buku Kesimpulan Tebuireng terdapat subjudul yang mengulas masalah NU terjebak pusaran politik uang dan abuse of power.

“Banyak yang mengkritisi. Sama halnya yang dilakukan Gus Nur. Kenapa Gus Nur dikriminalisasi sedangkan pengarang buku itu tidak?” katanya. MAHDI/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan