Bentak Jaksa yang Potong Penjelasannya, Habib Rizieq: Ini Soal Nasib Saya

  • Bagikan
sidang HRS di PN Jaktim
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Habib Rizieq Shihab (HRS) membentak Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena memotong penjelasannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 12 April 2021.

Saat itu Habib Rizieq bertanya kepada mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengani hukuman denda Rp 50 juta yang dibayarkan karena melanggar protokol kesehatan acara kerumunan di Petamburan.

DomaiNesia

“Anda sekaligus ketua satgas kan?Maksud saya gini, tadi semua prokes saya benarkan, tapi giliran saya tanya menurut pergub apakah saya juga sesuai didenda, Anda tidak bisa jawab itu?,” tanya Rizieq dalam persidangan.

Bayu kemudian menjawab bahwa dalam Peraturan Gubernur ( Pergub )selain sanksi denda, ada juga sanksi sosial sebagai hukuman pihak yang melanggar prokes. Pelanggaran prokes ada tingkatannya hukumannya pun berbeda-beda.

Atas jawaban itu, Habib Rizieq kembali bertanya, apakah Bayu pernah menangani pelanggaran prokes dengan hukuman pidana.

Bayu menjawab dirinya tidak pernah menangani hal itu. Hukuman pidana tidak pernah diatur dalam Pergub.

“Tidak ada pidana, tapi faktanya saat ini kita ada di pidana. Terima kasih pak wali kota saat itu Anda wali kota. Selama ini ada pelanggaran prokes selain kasus saya mereka dikasih denda?,” tanya Rizieq lagi.

Namun belum juga Bayu menjawab. Jaksa kemudian memotong pembicaraan. Jaksa minta Habib Rizieq tak mengulang-ulang pertanyaannya.

Baca Juga:  2021: Sambut Era Cara Bekerja Hybrid

Mendengar hal itu, Habib meminta jaksa tidak memotong pembicaraannya.

“Saya minta jangan dipotong. Saya sedang menjelaskan, tolong jangan dipotong. Kenapa? Karena Anda tersinggung? Karena Anda menyeret pelanggaran prokes ke pidana? Kalau Anda tidak tersinggung, Anda jangan mengganggu saya bertanya. Ini menyangkut nasib saya, bukan Anda yang dipenjara. Saya yang dipenjara. Saya sudah empat bulan di penjara,” tegas Habib Rizieq.

Mendengar Rizieq hal itu, , Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa meminta JPU tidak memotong pembicaraan dahulu, dan Rizieq dapat melanjutkan sesi tanya jawabnya dengan Bayu.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara mengatakan hingga ini baru kasus pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab yang dibawa ke ranah pidana. Selama ini pelanggaran prokes hanya diberikan sanksi sosial atau denda sesuai tingkat keparahan pelanggarannya.

“Jadi selama ini ada pelanggaran prokes lain, mereka dikasih denda sesuai Pergub,” ujar Rizieq.

Sejumlah pertanyaan juga dilayangkan HRS kepada Bayu Meghantara yang saat itu masih berstatus sebagai Kepala Satgas Covid-19 Jakarta Pusat.

“Tadi, Anda pada saat ditanya Jaksa apakah surat Imbauan soal protokol kesehatan, apakah imbauan itu berupa larangan?” tanya HRS.
Bayu Meghantara menjawab berdasarkan aturan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kegiatan keagamaan sebenarnya tidak dilarang namun pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan menjadi sebuah keharusan.

Baca Juga:  Layanan Wakaf Saham Diluncurkan di BEJ

“Kegiatan pernikahan dilarang, aturan di Pergub kegiatan keagamaan tidak dilarang tetapi pemenuhan kebutuhan prokes sebuah keharusan,” kata Bayu Meghantara.

HRS juga bertanya apakah Bayu Meghantara mengetahui dirinya dan panitia dikenai sanksi atas pelanggaran tersebut sebesar Rp50 juta.

Bayu Meghantara menjawab, dirinya mengetahui denda setelah menghadiri acara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

“Saya tahu setelah itu, karena saya ada acara pak wagub,” ujarnya.

HRS kemudian bertanya, menurut peraturan gubernur, apakah sudah sejalan dengan pergub dirinya dihukum dengan hukuman denda karena melanggar perotokol kesehatan.

“Apakah sudah sejalan dengan pergub saya dihukum dengan hukuman denda karena melanggar?” kata dia.

Bayu Meghantara menjawab, dirinya tidak memiliki kewenangan mengenai hal tersebut. Setiap denda yang diterima oleh masyarakat tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan.

“Sepengetahuan saya, terkait dengan misalnya usaha, usaha itu ada penutupan, bukan hanya sanksi sosial ada juga penutupan usaha, tadi juga sanksi denda dan sebagainya tergantung tingkat pelanggarannya,”jawab Bayu Meghantara.

Terkait hal itu, salah satu kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan yang ditunjukkan Rizieq tersebut hanya merupakan dinamika biasa dalam persidangan.

Baca Juga:  Antusiasme Astra Auto Fest 2019 Meningkat

“Biasa dinamika persidangan karena ada potong memotong,” kata Aziz di Jakarta, Selasa, 13 April 2021.

Namun, Aziz memastikan secara keseluruhan Rizieq dan tim kuasa hukum tak pernah ada masalah dengan jaksa di persidangan. “Tapi secara keseluruhan kita tak ada masalah sama jaksa,” katanya.

Habib Rizieq diketahui lebih banyak mencecar saksi yang dihadirkan jaksa dalam persidangan ketimbang kuasa hukumnya. Hal itu, kata Aziz, memang sudah menjadi keinginan Rizieq sendiri.

“Iya memang kita hormati Habib yang ingin mengeksplor, kita dampingi. Beliau punya hak dan kita menghormati. Beliau cuma kurang sarjana hukumnya aja, tapi ilmunya lebih dari kita,” tuturnya.

Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengatakan sidang Rizieq Shihab digelar untuk perkara nomor 221 tentang kerumunan di Petamburan dan 226 tentang kerumunan di Megamendung. Terdapat 7 dari 10 saksi di sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak JPU itu.

Para saksi kasus kerumunan itu antara lain Senior Manager Of Aviation Security Bandara Soeta Oka Setiawan, Direktur Pengelolaan Logistik & Peralatan BNPB pada 2019 dan Koorbidyankes Covid 19 Satgas Penanganan COVID Rustian SSI, Kasat Intelkam Polres Jakpus Ferikson Tampubolon, dan eks Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan