Pesawat Pemburu Kapal Selam Milik AS Tiba di Bali

  • Bagikan
pesawat poseidon
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Pesawat Poseidon P8 milik Angkatan Udara AS tiba, Jumat 23 April 2021. Pesawat ini datang untuk membantu operasi pencarian Kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali Utara .

“Tim dari Poseidon yang nanti akan sebagai operator ataupun membantu P-8 Poseidon Amerika dari US Airforce yang mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari nanti, akan membantu proses pencarian, timnya sudah datang di sini tadi untuk berkoordinasi,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad saat konferensi pers, Jumat , 23 April 2021.

DomaiNesia

Menurut Riad, P-8 Poseidon sudah mendapat izin masuk ke Indonesia. “Kemudian terkait clearence semuanya sudah clear. Ini sudah kita terima semua, untuk Amerika Poseidon sudah clear,” kata Riad.

Pesawat P-8 merupakan pesawat patroli buatan Boeing. Dalam situs resmi Boeing, disebutkan Boeing P-8 merupakan pesawat patroli maritim multi-misi, unggul dalam perang anti-kapal selam, perang anti-permukaan, intelijen, pengintaian dan pengintaian dan pencarian serta penyelamatan.

Baca Juga:  Pelaku Bisnis di Asia Pasifik Nilai Cloud Penting untuk Kebutuhan Bisnis Cepat

Pesawat P-8 Poseidon adalah pesawat maritim multi misi yang dikembangkan oleh Boeing. Angkatan Laut Amerika Serikat menandatangani kontrak pembuatan lima Poseidon uji coba, pada Juli 2004. Satu pesawat dialokasikan untuk uji kelaikan, statis, dan kelelahan, dua pesawat untuk diuji sistem misi. Uji kelaikan pesawat pertama selesai dilakukan, pada April 2009, uji sistem pesawat kedua selesai pada, Juni 2010, dan uji sistem pesawat ketiga selesai, pada Juli 2010.

P-8 Poseidon dibangun dengan basis Boeing 737-800 yang menggunakan sayap 737-900. Penggunaan sayap B 737-900 dengan ujung wingtipsagar agar P-8 Poseidon dapat beroperasi lama pada ketinggian tinggi. Poseidon mampu beroperasi pada ketinggian antar 35.000 kaki hingga 42.000 kaki (10,7 km) hingga 12,8 km).

Pada saat demontrasi, diperlihatkan tenaga maksimum take-off dan naik hingga ketinggian 12,5 km, tingkat turun maksimum lebih dari 3.050 m/menit atau 10.000 kaki/menit, dan manuver taktis di ketinggian 60 m di atas permukaan laut atau 200 kaki. Poseidon dapat mendarat pada landasan kurang dari 610 m.

Baca Juga:  BAZNAS Siap Layani Zakat Pejabat Negara

P-8 dapat terbang lebih tinggi hingga 41.000 kaki dan mencapai kecepatan 490 knot. Pesawat ini dibekali dengan dua mesin CFM56-7 yang masing-masing menghasilkan daya dorong 27.000 lbf.

Panjang dari pesawat P-8 ini yakni 129,5 kaki atau sekitar 39,47 meter. Dengan rentang sayap yang memiliki panjang 123,6 kaki atau sekitar 37,64 meter.

Kemudian, tinggi dari pesawat ini tercatat 42,1 kaki atau sama dengan 12,83 meter. Pesawat P-8 juga dirancang untuk misi ketinggian rendah dan telah membuktikan kemampuannya mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan.

Merupakan turunan dari Boeing Next-Generation 737-800, pesawat P-8 direkayasa untuk beroperasi selama 25 tahun atau 25.000 jam di penerbangan maritim paling keras, termasuk operasi di lingkungan lapisan es.

P-8 memiliki dua varian, P-8I, diterbangkan oleh Angkatan Laut India, dan P-8A Poseidon, diterbangkan oleh Angkatan Laut AS dan Angkatan Udara Australia.

Baca Juga:  Kebangkitan Islam Indonesia

Pesawat patroli ini telah terjual ke setidaknya tujuh negara yakni AS, India, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, Norwegia dan Inggris.

Selandia Baru menandatangani kontrak pembelian empat unit P-8A pada Juli tahun lalu, dan Korea Selatan memesan enam unit P-8A pada November 2019. Kedua negara itu akan mulai menerima pengiriman P-8A pada 2022.

Sementara Norwegia memesan lima unit P-8 dan pengiriman awal pada 2021. Sedangkan Australia telah mengoperasikan P-8A selama dua tahun, setelah menerima pengiriman pesawat pertama mereka pada 2016.

Kemudian, P-8 Poseidon adalah pesawat yang awalnya diproduksi khusus untuk US Navy oleh Boeing Defense, Space, and Security. DBS/S1

P-8 Poseidon dikatakan mampu membawa muatan lebih banyak, terbang di ketinggian lebih tinggi, serta menjangkau area lebih luas.

Beberapa perangkat canggih yang dimiliki pesawat sepanjang 39,47 meter ini adalah High Altitude Anti-Submarine Warfare Weapon Capability (HAAWC) serta AGM-88 Harpoon Anti-Ship Missile. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan