Para Tokoh Soroti dan Kritik Penangkapan Munarman

  • Bagikan
munarman ditangkap
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Penangkapan mantan Sekretaris Umumm Front Pembela Islam (FPI), Munarman, Selasa, 27 April 2021, mendapat sorotan sejumlah tokoh.

Tak lama setelah Munarman ditangkap mereka menuliskan reaksinya di akun Twitternya atau kanal You tobe mereka, mulai dari pakar hukum Refly Harun, tokoh Papua Christ Wamena, politikus Fahri Hamzah, Ketua Indonesian Corrupstion Watch Neta S Pane, hingga filsuf Rocy Gerung.

DomaiNesia

Mereka umumnya menyelesaikan penangkapan tersebut. Refly Harun mengaku akan kecewa jika seandainya desas-desus terkait usaha negara untuk men-teroriskan Munarman dan komplotan lainnya yang berafiliasi dengan FPI benar terjadi.

“Sungguh menyedihkan ya kalau misalnya desas-desus selama ini yang mengatakan bahwa Munarman, Habib Rizieq, dan FPI akan diteroriskan,” kata Refly dalam kanal YouTobe Refly Harun.

Menurut Refly, jika Munarman dan para mantan FPI lainnya berhasil diteroriskan, ormas terlarang tersebut bisa resmi dicap buruk di Indonesia sesuai keinginan negara jika desas-desus tersebut adalah benar. Akhirnya mereka sah melarang FPI.

Refly Harun sangat berharap agar penegak hukum yang mengadili Munarman berlaku adil. “Mudah-mudahan penegak hukum kita berlaku adil dan benar sesuai dengan tugasnya, yaitu melindungi dan mengayomi masyarakat,” ucapnya.

Dia juga berharap, jangan sampai karena maraknya praktik ketidakadilan dari penegakan hukum di Indonesia membuat masyarakat takut dan tidak percaya lagi terhadap penegak hukum.

“Jangan sampai kemudian, justru penegak hukum menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat untuk berbuat benar dan adil,” ungkapnya.

Refly Harun tetap berharap bahwa desas desus terkait menteroriskan atau kriminalisasi yang dilakukan oleh kepolisian atau negara ini tidak benar. Jangan sampai kemudian ada upaya untuk melakukan kriminalisasi apapun namanya atau menteroriskan dan lain sebagainya.
Rafli berharap kasus ini tetap berpegang pada dua hal. Pertama, mengedepankan asas praduga tak bersalah, kemudian aparat penegak hukum berlaku adil, benar, profesional, dan netral.

Baca Juga:  Muslim Fashion Festival 2020 Berlangsung Meriah

Kedua, kejadian ini tidak menjadi sebuah pengalihan isu terhadap kasus lainnya yang justru lebih penting untuk diselesaikan seperti penembakan enam laskar FPI.

“Kita doakan yang terbaik bagi bangsa ini, bagi seluruh warga negara agar kita benar-benar hidup dalam sebuah negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah,”ujar Refly Harun.

Komentar tak jauh beda muncul dari tokoh Papua, Christ Wamea. Menurut dia, saat ini pihak kepolisian hanya mementingkan penggerebekan terhadap markas Front Pembela Islam (FPI).

Sebaliknya, Christ Wamea mengatakan polisi sepertinya tidak terlalu mementingkan aksi kekejaman dan separatis yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

christ wamea

Aksi KKB Papua lebih banyak memakan korban jiwa baik dari pihak aparat maupun masyarakat sipil. “KKB Papua tdk penting yg penting adalah bisa bikin heboh dgn geledah bekas sekretariat ormas dipetamburan,” katanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari unggahan akun Twitter @PutraWadapi pada Rabu, 28 April 2021.

Menurut Christ, barang-barang yang disita oleh Densus 88 di markas FPI bukanlah bahan baku untuk membuat bom, melainkan cairan pembersih toilet. “Pembersih WC dibilang bahan peledak. Semuanya buat2 karena kebencian,” kata Christ Wamea.

Dia juga membandingkan kasus penangkapan Munarman dengan kasus dua polisi yang dijadikan tersangka dalam kasus penembakan anggota Laskar FPI Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu tidak ditahan.

“Polri tak menahan dua tersangka kasus unlawful killing terhadap laskar FPI. Dua tersangka dengan inisial F dan Y itu merupakan anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya,” katanya.

Politikus Fahri Hamzah juga mengkiritik penangkapan Munarman.
Menurut Fahri, penangkapan orang yang dianggap menjadi musuh negara dan pemerintah akan membuat negara kewalahan. Jika dilakukan penangkapan, bisa-bisa semua orang menjadi musuh negara dan pemerintah.

Baca Juga:  Tupperware Berangkatkan Ribuan Member Berprestasi ke Jepang

“Janganlah semua orang dianggap musuh negara dan pemerintah…sebab nanti kewalahan kalau tiba-tiba semua orang ingin menjadi musuh negara dan pemerintah,” tulis Fahri dalam akunnya, @Fahrihamzah pada 27 April 2021.

fahri hamzah

Fahri pun mengingatkan bahwa di negara ada tradisi melawan negara yang melampaui batas. Salah satunya Rezim Orba yang kuat pun dilawan.

Pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi penangkapan Munarman melalui Youtube Rocky Gerung Official berjudul “ADA APA KOK MUNARMAN HARUS DITANGKAP?”.

Menurut Rocky penangkapan Munarman digunakan sebagai pengalihan isu untuk menutupi berita atau kabar lainnya, seperti soal korupsi, alat pertahanan, indeks demokrasi, dan lainnya.

“Ya ini hal yang biasa dalam komunikasi politik, berita dipergunakan untuk menutup berita, kira-kira itu masalahnya. Saya gak perlu teruskan tapi kelihatannya memang ditunggu saudara Munarman supaya ada berita yang lebih heboh dari berita yang ada sekarang, (seperti) soal korupsi, soal alat pertahanan, dan lainnya,” tulis Rocky.

Rocky menilai Munarman memang sejak dulu diincar untuk disingkirkan.

“Iya walaupun terlalu dini tapi publik udah kira-kira ujungnya kemana, karena Munarman dari dulu dianggap sebagai orang yang harus disingkirkan karena terlibat FPI (dan) segala macam,” katanya.

Rocky meyakini soal Munarman ini pasti ada kaitannya dengan Habib Rizieq Shihab (HRS), FPI, dan Politik Islam.

“Sebetulnya kita ingin memperlihatkan pada publik persoalan ini terkait HRS, FPI, Politik Islam, dan lainnya. Jadi ini satu panggung besar. kebetulan edisi hari ini adalah Munarman, saya nggak tau edisi berikut siapa lagi,” tandas Rocky.

Kemudian kabar mengejutkan lainnya datang lagi, tersangka kasus unlawful laskar FPI tak ditahan oleh Polri.

Soal ini, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menyatakan mereka tidak ditahan karena bersikap kooperatif. Tentu hal ini menjadi kontras dengan soal Munarman. Rocky menilai bahwa semua peristiwa ini adalah paket untuk pengendalian.

Baca Juga:  Pintaria Tawarkan 60 Beasiswa IT

“Ya Munarman juga pasti sangat kooperatif kan, jadi jangan ditahan juga gitu, saya gak mau sebut permainan opini publik, tetapi, fundamen (dasar) dari seluruh peristiwa mulai dari HRS, lalu KM 50, akhirnya Munarman, ini betul-betul satu paket untuk pengendalian sebetulnya,” ungkapnya.

Dengan ditahannya Munarman maka akan memunculkan kabar terbaru yakni Munarman terlibat teroris.

“Jadi sebelum opini berkembang tentu kekuasaan dalam hal ini kepolisian, berupaya untuk memfokuskan apa sebetulnya inti dari hiruk pikuk soal Politik Islam. Jadi dengan menahan Munarman maka ada headline baru bahwa Munarman terlibat teroris,” sambung Rocky.

Rocky meyakini keterangan lebih lanjut akan diumumkan pihak terkait namun keterangan bisa untuk memperjelas atau malah makin tidak jelas.

“Ya besok pasti ada keterangan lebih jelas itu, untuk memperjelas atau untuk makin tidak jelas,” Rocky sambil tertawa.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menegaskan aparat harus berlaku adil terhadap penangkapan Munarman tersebut. Aparat juga harus memiliki bukti yang kuat jika memang Munarman terlibat terorisme.

“Aparat harus adil dan memiliki bukti kuat untuk menteroriskan Munarman. Jika tidak terbukti, harus dilepas,” terang Andi Arief dilansir Galamedia dari akun Twitter @Andiarief_ pada Rabu, 28 April 2021.

Andi tidak percaya Munarman terlibat tindak pidana terorisme. “Munarman kawan baik saya, saya tidak yakin dia terlibat terorisme,” tulis Andi Arief.
Dia juga menyampaikan bahwa tugas masyarakat saat ini terkait kasus Munarman adalah mengawalnya agar ada keadilan. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan