Beredar Isu Novel Baswedan akan Dipecat dari KPK

  • Bagikan
novel baswedan1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.com- Beredar isu Novel Baswedan dan sejumlah pegawai KPK akan dipecat karena tidak lulus tes ASN di KPK. Novel tidak lulus dalam aasesmen Tes Wawasan Kebangsaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.

Isu ini dengan cepat meluas di jagat medsos, dan dikaikt-kaitkan dengan penyingkiran Novel Baswedang arena yang bersangkutan tengah menangani kasus-kasus besar yang melibatkan banyak petinggi kekuasaan.

DomaiNesia

Terhadap hal itu, Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya Harefa pun angkat bicara. Cahya menegaskan kabar itu tidak benar.

Hasil tes tersebut masih tersegel dan belum diumumkan sama sekali di internal KPK.
“Saat ini hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK,” kata Cahya , Selasa, 4 April 2021.

Menurut dia, hasil tes itu merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen, sebagai syarat pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

Hal tersebut diatur melalui Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 Perkom Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara. Cahya berharap publik tidak berpolemik terlebih dulu, mengingat hasil tes tersebut belum diumumkan.

Sementara itu KPK sendiri mengaku telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan pegawainya dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Meski diterima sejak 27 April 2021, namun hasil dari tes prasyarat alih status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu belum diumumkan.

Baca Juga:  Warganet Heboh Polisi Bubarkan Relawan Front Persaudaraan Islam yang Bantu Korban Banjir

Hasil tes itu masih tersimpan dalam lemari besi berwarna abu-abu di ruang Inspektorat Jenderal KPK. Sejak diserahkan oleh BKN, tumpukan kertas hasil tes bernama Indeks Moderasi Bernegara itu kini menghuni lemari yang menggunakan mekanisme kunci kombinasi nomor. Dua stiker bertuliskan ‘Disegel’ tertempel di pintu.

“Memastikan saja itu masih utuh dari BKN,” kata Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, Ahad, 2 Mei 2021.

Ali mengatakan belum mengetahui hasil dari tes tersebut. Meski demikian, dia mengatakan KPK akan segera mengumumkan hasil tes tersebut.
alih status pegawai KPK tercantum dalam Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara. Pasal 5 aturan yang diteken Ketua KPK Firli Bahuri pada 27 Januari 2021 itu menjelaskan bahwa alih status pegawai dilakukan dengan syarat: bersedia menjadi PNS; setia kepada Pancasila; UUD 1945; NKRI; dan pemerintah yang sah; tidak terlibat organisasi terlarang; memiliki integritas dan moral yang baik; serta memiliki kualifikasi dengan persyaratan jabatan.

Baca Juga:  Survei IDM: Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Menang Telak

Para pegawai diharuskan menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi PNS dan harus mengikuti asesmen tes wawasan kebangsaan yang dilakukan oleh KPK dan BKN. Dalam pasal itu tidak dijelaskan mengenai konsekuensi apabila tidak lolos tes. Setelah itu, aturan menjelaskan mengenai penyesuaian jabatan bagi pegawai tetap.

Sementara nasib pegawai tidak tetap di KPK diatur lebih jelas dalam beleid tersebut. Pegawai tidak tetap diharuskan mengikuti tes asesmen kompetensi sosial kultural, teknis dan manajerial yang dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal KPK. Dalam pasal 13 nomor (5) disebutkan bahwa pegawai tidak tetap yang tidak lulus asesmen kompetensi masih bisa menjadi pegawai tidak tetap sampai tahun 2023.

Sementara itu Novel Baswedan sendiri mengaku mendengar kabar dirinya terancam dipecat dari KPK karena tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan. Kabar itu datang setelah KPK menerima hasil tes asesmen wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Novel menilai, pemecatan tersebut merupakan upaya untuk menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK.

“Upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri,” ujar Novel.

Baca Juga:  Mowilex Raih Carbon Neutral Sertifikat

Banyak Dapat Respon

Isu bakal dipecatnya Novel Basweda, dan tidka lulusnya dia dalam tes Wawan Kebangsaan mendapat respon dari banyak pihak.
Politikus Partai Demokrat , Benny K Harman, menulis komentar dalam akun Twitternya @BennyHarmanID pada Selasa, 4 April 2021 pagi sekitar pukul 08.57 WIB

“Ada khabar Novel Baswedan dan puluhan pegawai lain dipecat. Jika ini berita benar, Presiden Jokowi telah melanggar Revolusi Mental, ideologi politik yang dia gagas sendiri. Selamatkan dan perkuat KPK adalah inti utama dari revolusi mental itu. #RakyatMonitor,” tulis Benny pada Selasa, 4 Mesi 2021.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman idak ingin termakan informasi yang tak jelas. Dia lebih memilih menunggu informasi resmi dari lembaga antirasuah tersebut.”Kita dorong untuk transparan saja hasil tesnya,” kata Habiburokhman di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

Dia mengaku tak yakin jika dikabarkan Novel Baswedan tidak lolos tes wawasan kebangsaan. “Pak Novel itu kan alumni Akpol, saya pikir ketika masuk Akpol ada pendidikan berjenjang, ada sespimen mungkin sudah diikuti. Tapi kok kayaknya sulit kalau enggak lulus.Tapi bagaimana pun itu kewenangan pihak yang melakukan tes tersebut,” tutur dia.DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan