Israel Serang Beruntun Palestina, Warga Sedang Salat di Masjid Al Aqsa Pun Ditembak

  • Bagikan
al aqsa diserang1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM–Palestina kembali berdarah. Dalam sepekan ini Pasukan Keamanan Israel menyerang warga Palestina secara beruntun. Mereka tak hanya menyerang di tempat umum di beberapa lokasi seperti di depan gerbang Damaskus dan Es-Sahire Kota Tua, juga dengan sangat sadis dan biadab mereka menyerang warga yang sedang salat taraweh di Masjid Al aqsa.

Video-video serangan Israel kepada warga Palestina itu beredar luas, dna menjadi pembicaraan warganet maupun anggota grup-grup medsos seperti Whatsapp. Mereka umumnya mengutuk perbuatan pasukan israel, sekaligus mendoakan para warga Palestina.

DomaiNesia

Pada Rabu, 5 Mei 2021, malam setempat, Pasukan Keamanan Isarel menyerang warga Palesina yang berdemonstrasi di Yerusalem Timur karena mereka akan digusur dari sana . Sebanyak 22 orang terluka, dan dua diantaranya dalam perawatan di rumah sakit.

Puluhan pendukung keluarga yang diancam akan digusur berkumpul di luar rumah di Gerbang Damaskus dan lingkungan Sheikh Jarrah sambil menyanyikan lagu. Kekerasan pecah setelah mereka menolak mengikuti instruksi polisi untuk menyingkir dari jalan.

Baca Juga:  Ingin Jadi Ilustrator Profesional? Ayo Ikuti Pelatihan Gratis “Saturday Virtual Class – ILLUSTRATOR

“Kami akan merespons dengan tegas setiap gangguan kekerasan, kerusuhan atau tindakan membahayakan personel kami, dan akan berupaya mencari pihak yang bertanggung jawab dan mengadili mereka,” tegas juru bicara Kepolisian Israel tersebut.

Tak berhenti di situ, pasukan Israel makin brutal, sadis dan biadab. Dua hari kemudian, tepatnya Jumat, 7 Mei 2021, pasukan kemanan Israel memborbardir warga Palestina yang sedang melakukan salat tarawih di Masjid Masjid al-Qiblatain di dalam Al Aqsa.

Polisi menyerang jemaah dengan granat kejut dan peluru karet. Serangan ini dibalas pemuda Palestina yang melempari tentara Israel dengan batu dan botol kaca. Bentrokan juga terjadi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina yang mencoba memasuki Masjid Al Aqsa melalui Bab Al-Silsila, salah satu gerbang menuju masjid.

Polisi berusaha membubarkan warga yang sedang salat, namun jemaah terus saja menjalankan salat tarawih. CNN dan AFP mengatakan sebanyak 205 orang terluka usai dalam insiden ini.

Sementara Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sebanyak 178 orang terluka dalam insiden ini. 88 warga yang terluka dibawa ke rumah sakit di Yerusalem, sementara yang lain rawat jalan,

Baca Juga:  Pemerintah Perlu Berpihak pada Petani Tembakau

Jumlah ini meningkat setelah 4 jam sebelumnya dirilis sekitar 53 warga Palestina terluka dalam bentrokan di dalam kawasan Haram al-Sharif.

Sebagian besar cedera disebabkan oleh peluru karet yang ditembakkan oleh polisi Israel. Tingkat hunian rumah sakit yang terbatas membuat Bulan Sabit Merah Palestina mendirikan rumah sakit lapangan di wilayah tersebut.

Sheikh Omar al-Kiswani, direktur Masjid Al-Aqsa, meminta polisi Israel untuk menghentikan serangan mereka dan mundur dari halaman masjid.

Bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel kembali terjadi pada Sabtu, 8 Mei 2021, malam waktu setempat. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya ada 90 warga Palestina orang yang terluka akibat insiden tersebut.

Sebagian besar terluka akibat serangan peluru karet atau granat setrum dimana 16 dari 90 orang telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sebanyak 6 dari 90 orang yang terluka masih berusia di bawah 18 tahun, termasuk seorang bayi berusia 1 tahun.

Baca Juga:  Likee - Infinix Gelar Challenge #AntiKalah

Sengketa tanah antara warga Palestina dan pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah telah memicu pertikaian selama bertahun-tahun. Kasus hukum ini berpusat pada rumah-rumah empat keluarga Palestina yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Mahkamah Agung Israel akan menggelar sidang terbaru soal sengketa tanah di Sheikh Jarrah itu pada Senin, 10 Mei 2021.

Awal tahun ini, sebuah pengadilan distrik Yerusalem memutuskan rumah-rumah itu secara legal milik keluarga Yahudi, dengan mengutip pembelian tanah yang dilakukan beberapa dekade lalu. Pemukim Yahudi yang mengajukan gugatan mengklaim keluarga mereka kehilangan tanah itu saat perang yang berujung pembentukan Israel tahun 1948 silam.

Namun keluarga Palestina yang digugat menyediakan bukti bahwa rumah mereka diperoleh dari otoritas Yordania yang menguasai Yerusalem Timur antara tahun 1948 hingga 1967 silam. Otoritas Yordania melakukan intervensi dalam kasus ini, dengan menyediakan.DBS/CNN/AFP/ Anadolu Agency/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan