Lebaran pun WNA China tetap Berdatangan, Mengoyak Keadilan

  • Bagikan
wna cina1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM–Meski ditentang banyak pihak, WNA asal China terus berdatangan ke Indonesia. Pemerintah keukeuh, dengan dalih mereka ditempakan di proyek-proyek strategis negara. Sebagian mengantongin izin tingfal terbatas, sebagian lagi mengantongi izin tinggal tetap.
Bahkan, bahkan bertepatan dengan Lebaran Idul Fitri 2021, Kamis, 13 Mei 2021, WNA Cnia mendarat di Bandara Soetta. Jumlah mereka tak tanggung-tanggung 114. Orang.
Kedatangan mereka di tengah pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik terhadap Warga Negara Indonesia (WNI.

Ke 114 WNA tersebut diangkut menggunakan pesawat Xiamen Airlines dengan nomor penerbangan MF855 dari Fuzhou, China, dan mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 13 Mei 2021, sekitar pukul 12.20 WIB.

DomaiNesia

WNA ini menjalani karantina di wisma ataupun di hotel yang telah ditunjuk Satgas Gugus TNI yang berada di dalam Satgas Penanganan Covid-19 yakni di Hotel Arcadia 53 orang, Hotel Shangrila 1 orang, Grand Sahid Jaya 18 orang, Mercure Jakarta Batavia 9 orang, DAN Holiday Inn Gajah Mada 30 orang, dan 1 WNI karantina di Wisma Atlet.

Pesawat ini tidak terdaftar dalam jadwal penerbangan kedatangan internasional reguler. Pada hari pertama lebaran 1442 H, di Bandara Soetta melayani 13 penerbangan kedatangan internasional yang mengangkut 950 penumpang dan 8 penerbangan domestik yang mengangkut 500 penumpang.

Sehari sebelumnya, Selasa, 12 Mei 2021, pesawat Sriwijaya Airlines dengan nomor penerbangan SJ-3185 dari Hangzhou, Cina, megangkut 149 penumpang pada 12 Mei 2021, pukul 23.37.

Mereka dikarantina masing-masing 31 orang di Holiday Inn Gajah Mada, Grand Sahid Jaya 36 orang, Mercure Jakarta Batavia 82 orang.

Pada 11 Mei, pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-835 dari Shenzen, Cina, yang mengangkut 103 penumpang mendarat pukul 16.33.

Sebanyak 101 WNA asal Cina dan 1 WNA asal Ceko melakukan karantina sejumlah wisma dan hotel, yaitu: Hotel Shangrilla 3 orang, Holiday Inn Gajah Mada 1 orang, Holiday Inn Pluit 1 orang, Grand Sahid Jaya 44 orang dan Mercure Jakarta Batavia 54 orang.

Pada Senin 10 Mei 2021 atau H-2 Lebaran 2 penerbangan dari Cina juga mendarat di Soekarno-Hatta yaitu pesawat Garuda Indonesia GA 8990 dari Guangzhou yang mengangkut 94 penumpang dan pesawat Lion Air JT2618 dari Wuhan mengangkut 66 penumpang.

Mengoyak Keadilan

Pakar ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto J. Siregar mempertanyakan rasa keadilan yang diterima rakyat atas peristiwa yang terjadi di tanah air.

Gelombang kedatangan WN China disebut tenaga kerja, sementara di tanah air, tingkat pengangguran masih terbilang tinggi.

Baca Juga:  Pernyataan Hendropriyono Nyeleneh

Selain itu, kedatangan ini juga bertepatan dengan kebijakan larangan mudik dari pemerintah. “Rakyat dilarang mudik tapi TKA dan orang-orang daru negara yang Covid-19 parah dibiarkan datang. Tutup juga lah. Bukankah ini mengoyak rasa keadilan di hati rakyat, ” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Minggu, 9 Mei 2021.

Pengamat Tenaga Kerja di Indonesia, Marwan Batubara, mengungkapkan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia ternyata bukan seluruhnya tenaga kerja ahli. Marwan merasa heran dengan perlakuan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap TKA asal Republik Rakyat China (RRC).

“Sewaktu pandemi Covid-19, rezim (rezim Presiden Jokowi) begitu strict terhadap warganya sendiri, tapi tetapi terhadap TKA asal Republik Rakyat China (RRC) atau TKA China ini terjadi sebaliknya,” kata Marwan yang dari kanal YouTube Bang Edy yang disiarkan Sabtu 8 Mei 2021.

Marwan menganggap apa yang dilakukan rezim Presiden Jokowi semata-mata untuk mempersatukan antara kekuatan rezim Presiden Jokowi, pengusaha, dan investor asal Republik Rakyat China (RRC).

Menurut Marwan, sebagaimana dilansir digtara.com – jaringan Suara.com, bersatunya rezim Presiden Jokowi, pengusaha, dan investor asal RRC untuk meloloskan diri dari aturan yang berlaku untuk orang-orang pribumi.

“Ada kebohongan publik yang dilakukan oleh rezim. Salah satunya oleh Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan Menko Kemaritiman dan Investasi,” ungkap Marwan.

Kebohongan yang dimaksud Marwan adalah terkait pernyataan Luhut yang menyebut bahwa TKA asal Republik Rakyat China (RRC) hanya diprioritaskan untuk dijadikan sebagai tenaga ahli. Hal tersebut, menurut Marwan, dapat dibuktikan dengan data sebaran TKA di PT. OSS dan PT. VDNI.
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia Prof Salim Haji Said menilai keberadaan TKA China bisa memecah persatuan.

“Orang melihat pembelahan yang makin dalam di kalangan masyarakat,” kata Salim Haji Said, di kanal YouTube Forum News Network (FNN), Senin, 10 Mei 2021.

Hal ini karena belum ada penjelasan dan sikap pemerintah mengenai kabar TKA yang berbondong-bondong masuk Indonesia di tengah suara protes masyarakat. Apalagi kedatangan mereka dengan naik pesawat carter seperti dari China dan India.
Salim Said mengaku sering mendapat cerita protes masyarakat mengenai TKA China yang masuk ke Indonesia terutama dihubungkan dengan adanya Covid-19.

“Jadi, ada pesan rakyat kita dipersulit untuk ke mana-mana karena alasannya covid tetapi mereka (TKA) masuk ke Indonesia gampang,” ujarnya. Penjelasan pemerintah dilihatnya kurang meyakinkan masyarakat.

Misalnya saja, apa benar mereka tenaga ahli yang dibutuhkan di perusahaan? Apa tidak ada tenaga lokal yang punya keahlian yang serupa sehingga perlu mendatangkan warga asing di tengah pembatasan corona saat ini?

Baca Juga:  Pemuda dan Masyarakat Desa Sukamulyo OKUT Dukung Jokowi Ma'ruf

Ada Apa? “Itu menimbulkan keresahan di dalam masyarakat dan saya rasa ini tidak bagus bagi pemerintah,” tegasnya.

Menurut mantan Dubes Indonesia untuk Republik Ceko ini, seharusnya Presiden Jokowi bisa menerangkan melalui juru bicaranya, agar masalah ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan rasa curiga masyarakat.

“Presiden kan punya banyak juru bicara, sebaiknya itu dijelaskan. Apa sebenarnya terjadi apalagi ketika banyak orang Indonesia yang menganggur,” kata Salim.

fadli zon minta rakyat maklum saat formappi nilai kinerja dpr jeblok ini alasannya

Politis Gerindra, Fadli Zon , juga mempertanyakan tuan rumah Indonesia yang sebenarnya.

Menurut Fadli Zon kegiatan mudik ialah sebuah tradisi yang sudah dilakukan hingga puluhan tahun lalu.

Bahkan larangan mudik ini sampai membuat para aparat membatasi jalan agar tidak bisa dilalui oleh para pemudik.

“Kegiatan mudik yg sdh jd tradisi puluhan tahun dilarang, bahkan disekat dg aparat di bbrp tempat berlaras panjang. TKA Cina yg mau kerja terus melenggang. Siapa tuan rumah di negeri ini?—FADLI ZON (Youtube: Fadli Zon Official) (@fadlizon) May 10, 2021

“Kegiatan mudik yg sdh jd tradisi puluhan tahun dilarang, bahkan disekat dg aparat di bbrp tempat berlaras panjang” tulis Fadli Zon di Twitter pribadinya @fadlizon pada Senin, 10 Mei 2021.

Ia juga menyayangkan karena di tengah larangan mudik ini justru TKA China bebas melenggang di Indonesia.

Fakta tersebut membuat ia bertanya tanya siapa tuan rumah Indonesia sebenarnya. “TKA Cina yg mau kerja terus melenggang. Siapa tuan rumah di negeri ini,?” tutup Fadli Zon dalam cuitannya tersebut. “Menurut saya ini sangat berbahaya apalagi ini dari asal tempat virus corona di Wuhan,” tutur Fadli Zon.

Wakil Ketua Partai Gerindra ini berharap agar pemerintah bisa konsisten dalam menangani Covid-19. Jika melarang masayarakat Indonesia untuk mudik maka tidak ada pengecualian, termasuk pada TKA China yang kini terus berdatangan.
Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se-Jawa pun menyoroti sejumlah WNA China yang masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik. Dalam keterangan tertulis tersebut KAMI se-Jawa menilai Indonesia tak konsisten dan cenderung melindungi tenaga kerja asing (TKA).

Pernyataan itu dituangkan dalam maklumat yang ditandatangi Presidium KAMI dari Jateng Murdick Setiawan, DIY Syukri Fadholi, Jatim Daniel Mohammad Rasyid, Jabar Syafril Sjofyan, DKI Jakarta Djudju Purwantoro, Banten Abuya Shodiq, dan Sekretaris KAMI Sutoyo Abadi.

Baca Juga:  Bagi Pemerintah, Habib Rizieq Lebih 'MENAKUTKAN' dari Covid-19

BACA JUGA : Hadapi Ancaman Mutasi Virus, ILUNI UI Dukung Pembatasan WNA Masuk

KAMI se-Jawa menilai di tengah pelarangan mudik yang dilakukan dengan pendekatan represif mengakibatkan kecemburuan pada masyarakat. Pasalnya, pada saat bersamaan pelarangan mudik, masyarakat menyaksikan secara jelas datangnya WNA asal China terlihat mendarat di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“(Kedatangan WNA China) bahkan diperlancar dan dilindungi oleh aparat keamanan dan Imigrasi. Bahwa kejadian itu telah mempertontonkan inkonsistensi yang jauh dari keadilan dan perlindungan bagi rakyat Indonesia, namun justru memanjakan Tenaga Kerja Asing (TKA),” ujar KAMI Senin,10 Mei 2021.

KAMI se-Jawa meminta pihak berwajib untuk melakukan penindakan pada pelanggar mudik secara manusiawi. Secara bersamaan pemerintah juga harus menghentikan semua perjalanan masuk tenaga kerja asing khususnya yang berasal dari Cina.

“Setop aliran masuk tenaga kerja asing besar-besaran terutama RRC dengan alasan apa pun yang dilakukan dengan cara masif tanpa kendali yang berpotensi mengancam kedaulatan dan keamanan negara,” jelasnya.

Anggota DPR Hidayatullah juga ikut mengkritisi. Menurutnya, pemerintah bagaikan tak peduli dengan krisis COVID-19 yang terjadi dengan TKA masuk ke Indonesia.

BACA JUGA :Said Didu Pertanyakan Kedatangan 153 TKA Asal China di tengah Pelarangan Masuknya WNA ke Indonesia

Apalagi saat ini menurutnya banyak pekerja di Indonesia menjadi pengangguran, mengapa pekerja asing didatangkan. Terlebih lagi, larangan mudik diberlakukan untuk warga lokal berpergian, namun kedatangan orang dari luar negeri diperbolehkan.

“Pemerintah tidak memiliki sense of crisis, saat angka pengangguran meningkat dan larangan berpergian mudik diberlakukan secara total tapi kenapa rombongan TKA dengan mudahnya masuk wilayah Indonesia,” kata Hidayatullah, dalam keterangannya, Minggu,9 Mei 2021.

Hidayatullah menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jumlah pengangguran yang meningkat tajam selama setahun sebanyak 1,82 juta orang. Pada bulan Februari 2021 tercatat sebanyak 8,75 juta orang. Sementara pada Februari 2020 hanya 6,93 juta orang.

“Lonjakan tajam peningkatan angka pengangguran ini nyata, pemerintah harus memberi solusi, jangan sampai terkesan hanya tenaga kerja asing saja yang difasilitasi dan dipermudah,” ujar Hidayatullah.

Dia juga mengingatkan bahwa tingkat pengangguran penduduk usia muda Indonesia masih tertinggi di Asia Tenggara. Menurut rilis BPS Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) penduduk usia 15-24 tahun merupakan kelompok pengangguran tertinggi, hampir mencapai 19% per Februari 2021.

“Negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam itu angka pengangguran usia mudanya di bawah 15 persen, ini PR besar buat pemerintah,” kata Hidayatullah. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan