MPR-KSPI Kritik Kedatangan WNA China

  • Bagikan
WNA cina
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM-Kedatangan WNA asal China yang bertubi-tubi kembali mendapat kritikan berbagai pihak. Terlebih mereka datang menejlang hingga tepat pada hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Menurut Wakil Ketua MPR Asrul Sani, masuknya ratusan WNA itu menjadi bukti tidak adanya empati dari pemerintah. “Kalau benar di Lebaran pertama tersebut ada kedatangan TKA China di Indonesia, maka instansi terkait dengan investasi, ketenagakerjaan dan keimigrasian tidak peka terhadap rakyat,” ujar Arsul, Sabtu, 15 Mei 2021.

DomaiNesia

Arsul mengatakan, masuknya WNA tersebut terjadi saat pemerintah mengambil kebijakan membatasi pergerakan masyarakat di masa Idul Fitri.

“Kebijakan pemerintah membatasi pergerakan orang bukan hanya untuk mudik Lebaran, tapi juga membatasi orang untuk mencari mata pencaharian seperti mereka berdagang antar kota,”katanya.

“Maka ini menunjukkan rendahnya empati dan solidaritas terhadap rakyat kita sendiri,”kata Arsul.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal jua mengecam sikap pemerintah yang membiarkan 110 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk ke Indonesia menggunakan pesawat charter tepat di hari lebaran, Kamis , 13 Mei 2021.

Menurut Iqbal, pemerintah justru menekan buruh dengan melarang mudik, bahkan ada sebagian belum menerima THR, serta puluhan ribu yang lainnya mendapat PHK akibat pandemi.

Baca Juga:  Indonesia Financial Group - KPK Gelar Pendidikan Antikorupsi

BACA JUGA :Lebaran pun WNA China tetap Berdatangan, Mengoyak Keadilan

Menurut Iqbal, pemerintah justru menekan buruh dengan melarang mudik, bahkan ada sebagian belum menerima THR, serta puluhan ribu yang lainnya mendapat PHK akibat pandemi. “Lagi-lagi TKA digelar karpet merah oleh pemerintah. Ini sangat mencederai rasa keadilan buruh indonesia,” kata Said Iqbal dalam siaran, Sabtu, 15 Mei 2021.

Datangnya TKA China pada saat Hari Raya Idulfitri dengan menggunakan pesawat carteran di tengah pandemi, tulis Iqbal, adalah sebuah ironi yang menyakitkan dan mencederai rasa keadilan.

Apalagi terjadi di saat jutaan pemudik yang menggunakan motor diadang di perbatasan-perbatasan kota. “Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan makannya, di saat sebagian dari mereka uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,” tegasnya.
Iqbal menegaskan pihaknya menolak masuknya TKA China yang diduga buruh kasar tersebut.
Iqbal juga menekankan bahwa pemerintah sseharusnya tidak membiarkan pesawat charter mendarat di Indonesia selama kebijakan larangan mudik.

Atas kedatangan ratusan TKA China itu, kata Iqbal, mulai dari menko, menaker, dirjen imigrasi, hingga Satgas Covid 19 diam seribu bahasa.

“Rasa untuk melindungi masyarakat dan buruh Indonesia atas nama protokol kesehatan ketat Covid-19 lenyap ditiup angin lalu, tak berdaya menghadapi TKA China yang datang saat lebaran. Hilang kegarangan para pejabat, yang sepertinya hanya berlaku untuk para penyekat di perbatasan kota,”kata Iqbal.

Baca Juga:  HERO GROUP Donasikan Makan Hewan Taman Safari Indonesia

Diberitakan sebelumnya, meski ditentang banyak pihak, WNA asal China terus berdatangan ke Indonesia. Pemerintah keukeuh, dengan dalih mereka ditempakan di proyek-proyek strategis negara. Sebagian mengantongin izin tingfal terbatas, sebagian lagi mengantongi izin tinggal tetap.
Bahkan, bahkan bertepatan dengan Lebaran Idul Fitri 2021, Kamis, 13 Mei 2021, WNA Cnia mendarat di Bandara Soetta. Jumlah mereka tak tanggung-tanggung 114. Orang.
Kedatangan mereka di tengah pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik terhadap Warga Negara Indonesia (WNI.

Ke 114 WNA tersebut diangkut menggunakan pesawat Xiamen Airlines dengan nomor penerbangan MF855 dari Fuzhou, China, dan mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 13 Mei 2021, sekitar pukul 12.20 WIB.

WNA ini menjalani karantina di wisma ataupun di hotel yang telah ditunjuk Satgas Gugus TNI yang berada di dalam Satgas Penanganan Covid-19 yakni di Hotel Arcadia 53 orang, Hotel Shangrila 1 orang, Grand Sahid Jaya 18 orang, Mercure Jakarta Batavia 9 orang, DAN Holiday Inn Gajah Mada 30 orang, dan 1 WNI karantina di Wisma Atlet.

Baca Juga:  DKI Jakarta Kembali Raih Penghargaan Internasional

Pesawat ini tidak terdaftar dalam jadwal penerbangan kedatangan internasional reguler. Pada hari pertama lebaran 1442 H, di Bandara Soetta melayani 13 penerbangan kedatangan internasional yang mengangkut 950 penumpang dan 8 penerbangan domestik yang mengangkut 500 penumpang.

Sehari sebelumnya, Selasa, 12 Mei 2021, pesawat Sriwijaya Airlines dengan nomor penerbangan SJ-3185 dari Hangzhou, Cina, megangkut 149 penumpang pada 12 Mei 2021, pukul 23.37.

Mereka dikarantina masing-masing 31 orang di Holiday Inn Gajah Mada, Grand Sahid Jaya 36 orang, Mercure Jakarta Batavia 82 orang.

Pada 11 Mei, pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-835 dari Shenzen, Cina, yang mengangkut 103 penumpang mendarat pukul 16.33.

Sebanyak 101 WNA asal Cina dan 1 WNA asal Ceko melakukan karantina sejumlah wisma dan hotel, yaitu: Hotel Shangrilla 3 orang, Holiday Inn Gajah Mada 1 orang, Holiday Inn Pluit 1 orang, Grand Sahid Jaya 44 orang dan Mercure Jakarta Batavia 54 orang.

Pada Senin 10 Mei 2021 atau H-2 Lebaran 2 penerbangan dari Cina juga mendarat di Soekarno-Hatta yaitu pesawat Garuda Indonesia GA 8990 dari Guangzhou yang mengangkut 94 penumpang dan pesawat Lion Air JT2618 dari Wuhan mengangkut 66 penumpang. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan