Polri Halangi GEBUK dan KOLABORASI Demo KPK

  • Bagikan
demo gebuk
Sebagian dari anggota GEBUK (Gerakan Bersama Usut Korupsi) dan KOLABORASI(Konsolidasi Pelajar Mahasiswa dan Pemuda Indonesia) foto bersama dalam momen demonstrasi mereka terhadap Ketua Komisi Pembalasan Korupsi (KPK) di dekat Gedung KPK Jakarta 17 Juni 2021. Foto: MAHDI
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM–Aparat Polri menghalangi demonstrasi yang dilakukan GEBUK (Gerakan Bersama Usut Korupsi) dan KOLABORASI(Konsolidasi Pelajar Mahasiswa dan Pemuda Indonesia) terhadap Ketua Komisi Pembalasan Korupsi (KPK) 17 Juni 2021.

Halangan tersebut menyebabkan pendemo gagal mendekati kantor KPK, bahkan syraa sepaker pendemo pun tak sampai ke gedung KPK. Demonstrasi dilakukan atas kasus akan dipecatnya 75 anggota KPK peserta Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

DomaiNesia

Sejumlah wakil demonstran tampil memebrikan orasi antara lain Jali pitung, Daeng Wahidin (Presiden PPMI), Muslim Arbi, Niko Silalahi, Sumirah Aspekindo, Narti presiden SBSI 92, Nina PPMI, Heri Hermawan Spasi dan Lili Hambali.

Sejumlah statemenr keluar dari mereka antara lain: Polri seharusnya amankan demokrasi NKRI dari rezem oligarki PKI yang memfitnah pendemo sebagai teroris, radikal, kadrun.

Baca Juga:  Prudential Luncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah

Kalimat lain “Untuk selamatkan KPK RI bebas dari KKN maka Polri seharusnya melakukan standar operasional dalam bernegosiasi /musyawar antara pendemo dan fihak yang didemo / KPK.

Menurut pendemo, TWK tak wajib diberlakukan bagi calon Aparatur Sipil Negara / PNS.
TWK jangan dijadikan model umtuk mengkriminalkan, memecat pegawai ke lembaga lainnya dan menjadi media untuk membersihkan, menista agamamelalui pertanyaa seperti apakah siap tanpa berjilbab / menyalahkan keteladanan polygami Muhammad Saw.

Pendemo mengatakan banyak mega korupsi besar yang di SP 3 kann seperti BLBI, Bansos, Ahox, Dana Hajah, BPJS, ASABRI, Jiwasraya dan bocornya OTT (Operasi Tangkap Tangan) hingga dirahasiakannya saksi Harun Masiku (PDIP).

Untuk me krisis sistem maka Presiden Jokowi dan Firly Bahuri harus mundur .
Ketika wartawan mengkonfirmasi ditempat pojok pojok terpisah siapa Komandan lapangan / Kapolres di sini, para polri seperti Firman menjawab Kapolres tak ada ditempat dan tak diketahui siapa namanya. MAHDI/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *