Diburu Polri, Jozeph Paul Zhang Sudah Lepas Kewarganegaraannya

  • Bagikan
Screenshot 20210420 000207 1 1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Joseph Paul Zhang, sang penista Nabi Muhammad dan Islam yang kini sedang diburu Interpol Polri setelah sejumlah penyataan-pernyataan kontroversialnya, membuat pengakuan bahwa dia teah melepas kewarganegaraannya.

Pria yang pernah mengontrak di Saatiga dan berprofesi sebagai penjual komputer itu memang menjadi perbincangan hangat. Polri bergerak cepat setelah mendapat laporan dari warga. Jagat sosial media dan media mainstream juga diramaikan dengan berbagai pernyataan dan tuntutan agar dia ditangkap, antara lain dari MUI, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

DomaiNesia

Joseph Paul Zhang dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Husin Alwi yang tergabung dalam Muannas Alaidid Law Firm. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM tertanggal 17 April 2021 atas dugaan penistaan agama.

“Adanya dugaan sentimen terhadap agama Islam dengan bilang mau meluruskan kesesatan ajaran Nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabululloh,” kata Husin.

Pada deskripsi YouTube-nya, Jozeph Paul Zhang menulis sebagai Founder of The FIRM Foundation (Indonesia) and Hagios Apologetic Centre (Europe). Dia saat ini berdomisili di Bremen, Jerman.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan berdasarkan data perlintasan Imigrasi, Jozeph telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.

“Kami telah berkoordinasi dengan Imigrasi. Data yang bersangkutan (Jozeph Paul Zhang) meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 dan tercatat belum kembali,” kata Agus dalam keterangannya, Minggu, 18 April 2021.

Agus menduga Jozeph mengetahui bahwa banyak warga Indonesia yang mudah marah sehingga membuat konten video yang memancing emosi masyarakat.

Keberadaan Jozeph di luar negeri juga tidak menghalangi pihaknya melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penistaan agama tersebut.

Menurut Agus, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang agar bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.

Baca Juga:  Lagi, Penampilan Anies di Forum International Tuai Pujian

Hal senada juga terungkap dalam data Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham yang menyebut Jozeph sudah berada di luar wilayah Indonesia sejak 2018.

Berdasarkan data Ditjen Imigrasi, Jozeph yang bernama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu tercatat keluar Indonesia pada 2018 menuju Hongkong.

“Berdasarkan informasi dari database perlintasan Imigrasi, WNI atas nama Shindy Paul Soerjomoeljono, atau yang dikenal masyarakat sebagai Joseph Paul Zhang, terakhir kali meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arya Pradhana Anggakara, dalam keterangan tertulis, Senin, 19 April 2021.

Kabareskrim Agus mengimbau masyarakat yang tengah menjalani ibadah puasa tidak terprovokasi dan mendoakan kebaikan-kebaikan untuk bangsa Indonesia, kemudian meyakini setiap perbuatan tercela akan mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Screenshot 20210420 000420 1

Jozeph Paul Zhang sebelumnya membuat heboh setelah ia mengaku sebagai nabi ke-26.
Pengakuan Jozeph sebagai nabi ke-26 itu ia sampaikan dalam forum diskusi via zoom yang juga ditayangkan di saluran YouTube pribadinya. Video itu ia beri judul ‘Puasa Lalim Islam’.

Di awal video berdurasi lebih dari 3 jam itu, Jozeph membuka diskusi dengan memberi salam ke sejumlah peserta dari beberapa negara. Mulai dari salam untuk Afrika, Rusia, Amerika, Kanada, hingga Australia. Setelahnya, ia menyinggung salah satu yang ikut dalam forum tersebut.

“Wong si itu, apa namanya, Nabi Jones disuruh buka dalam doa, malah buka puasa sendirian melangkahi ini kan namanya, suruh buka dalam doa malah buka puasa, enggak bener ini Nabi Jones ini. Sekte sesat. Tangkitarian. Disuruh buka dalam doa malah buka tangki loh, enggak bener,” ucapnya.

Ia kemudian menyinggung soal puasa yang dilakukan umat Islam. Ia menyebut umat Islam yang puasa, tetapi dia yang lapar.

Baca Juga:  Pertemuan Tahunan Saintis Interasional Digelar

“Tema kita hari ini puasa lalim Islam, lu yang puasa gua yang laper. Hahahaha. Gubrak-gubrak pokoknya. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak gubrak olala bebeh. Sedih ya, lu yang puasa gue yang laper, enggak bener lu,” ucapnya.

Jozeph kemudian membahas soal kondisi masyarakat Indonesia yang tengah melakukan puasa. Begitu juga muslim yang ada di Eropa. Dari situ ia membahas banyak hal. Mulai puasa seorang muslim yang dari full hingga tidak puasa di tahun-tahun selanjutnya hingga mengaku tak nyaman dengan bulan puasa.

Ia pun kemudian menantang kepada sejumlah pihak yang bisa melaporkannya ke polisi atas dugaan penistaan agama akan mendapat uang Rp 1 juta.

Di momen memberi tantangan itu juga, dia mengaku sebagai Nabi ke-26. “Yang bisa laporin gue ke polisi, gue kasih uang loh, yang bisa laporin gue ke polisi penistaan agama, nih gw nih, Nabi ke 26 Jozeph Paul Zhang. Kalau anda bisa bikin laporan polisi ya atas penistaan agama gua kasih loh, 1 laporan 1 juta, maksimal 5 laporan, supaya jangan bilang gue ngibul gitu kan,” ucapnya.

Sosok Jozeph Paul Zhang

Dalam blog pribadinya, Jozeph Paul Zhang merupakan mengaku sebagai apologet Kristen.

“APOLOGET KRISTEN, Memberitakan Injil, mengajar dan memuridkan melalui artikel, buku-buku, maupun tulisan di media dan seminar-seminar Menjawab Iman Kristen. Saat ini telah membaptis ratusan orang ex-Islam yang telah disadarkan melalui pemberitaan Injil yang dilakukan baik lisan maupun tulisan di Indonesia dan di Benua Eropa.,” tulis Jozeph Paul Zhang pada profil blognya sebagaimana dilansir Tribunews, Senin , 19 April 2021.

Apologetika adalah suatu ilmu dalam kaitannya dengan pembelaan. Adapun Apologetika Kristen adalah ilmu sistematis yang mempertahankan dan menjelaskan iman dan kepercayaan Kristen.

Baca Juga:  Hari ke Tiga, Rusuh di AS Belum Berakhir

Orang yang ahli dalam bidang ini disebut Apologis Kristen. Di kalangan Kristen, Apologetika dimengerti sebagai ilmu mengenai pembelaan iman Kristen.

Ilmu ini berusaha menjawab pernyataan sikap kaum skeptisisme yang meragukan keberadaan Allah atau menyerang kepercayaan kepada Allah yang terdapat dalam Alkitab.

Pembelaan ini dapat ditunjukkan kepada pemeluk agama yang lain, aliran Kristen yang lain, warga komunitas sendiri yang ragu-ragu atau kepada orang beriman biasa yang ingin mengerti bahwa iman mereka dapat dipertanggungjawabkan.

Youtube Jozeph Paul Zhang sejak 28 September 2009. Saat ini jumlah subscribers-nya lebih 50 ribu.

Lepaskan Status WNI

Jozeph Paul Zhang mengaku sudah melepaskan status kewarganegaraan Indonesia. Hal itu disampaikan Jozeph dalam acara komunitasnya yang videonya diunggah di akun Youtube Hagios Europe.

Dalam acara itu, seseorang sempat menyampaikan kepada Jozeph untuk tidak gentar.
“Oh iya ini supaya teman-teman jangan membahas ini, saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya, jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa,” kata Jozeph dalam video tersebut.

Jozeph meminta kepada rekan-rekan komunitasnya untuk tidak lagi membahas masalah yang sedang dihadapinya saat ini.

“Jadi teman-teman sudah jangan membahas lagi mengenai masalah itu, justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya, mereka tahu cara neken, tapi kan saya tidak hidup dari perpuluhan gereja-gereja ini atau persembahan,” tuturnya.

Jozeph juga berbicara kenapa di Eropa undang-undang tentang penistaan agama dihapus sebab aturan itu tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Karena pada kenyataannya selalu minoritas yang jadi korban. Jadi dari undang-undang penistaan agama ini, sebenarnya mayoritas bebas merdeka semerdeka-merdekanya pokoknya dunia milik kita, yang lain ngontrak semua,” katanya. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan