Israel Makin Menggila, Rumah Ketua Hamas Hancur Dibom, Unjuk Rasa di Berbagai Negara

  • Bagikan
palestina
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM–Israel makin brutal. Setelah serangkaian serangan membabi buta, bahkan mereka yang sedang salat di Masjid Al Aqsa beberapa hari lalu ditembaki hari ini Israel membom rumah ketua Hamas, Ismail Haniyeh.

Tak hanya rumah Ketua Hamas yang hancur, empat warga Palestina meninggal dunia dan banyak warga lainnya yang terluka .
Sementara itu, orang-orang Israel lari ke tempat perlindungan bom saat peringatan tembakan roket yang masuk ke Tel Aviv dan kota selatan Beersheba dibunyikan. Petugas setempat mengungkapkan ada 10 orang yang terluka saat berlindung.

DomaiNesia

Sejak serangan dimulai Senin, 10 Mei 2021, lalu, jumlah korban tewas di gaza mencapai 149 orang, dan 41 diantaranya merupakan anak-anak.

Serangan brutal dan kondisi memanas ini menimbulkan reaksi beberapa negara
Pemerintah Mesir mengirimkan setidaknya 10 ambulans untuk ikut mengevakuasi korban warga Palestina.

Ambulans milik Mesir ini memasuki Gaza di persimpangan Rafah, yang sebelumnya ditutup selama 5 hari karena liburn Idul Fitri. Tak hanya ambulans, 3 rumah sakit Mesir juga dipersiapkan untuk memberikan perawatan bagi warga Palestina yang menjadi korban kebrutalan Israel.

Baca Juga:  Raja Maroko Resmikan Dua Proyek Berbasis Solidaritas Perkuat Tawaran Medis di Medina

Sementara itu, Hamas dan Israel masih menggila dengan terus melancarkan serangan selama lima hari berturut-turut.
Israel bahkan menghancurkan kamp pengungsian Palestina melalui serangan udara. 10 warga Palestina, termasuk 8 anak tewas.

Selan itu, itu, gedung berita Al Jazeera, dan kantor berita AP juga hancur oleh serangan udara Israel.

Reaksi Berbagai Negara

Serangan Israel menimbulkan reaksi dari berbagai negara. Turki menyerukan pentingnya sokongan negara-negara Muslim untuk melindungi warga Palestina dari gempuran Israel.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengajak negara-negara Muslim mengirimkan bantuan finansial dan militer untuk melindungi warga Palestina.

Seruan itu diungkapkannya dalam pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar secara virtual pada Minggu, 16 Mei 2021.

Baca Juga:  Israel Serang Beruntun Palestina, Warga Sedang Salat di Masjid Al Aqsa Pun Ditembak

Menurutnya, kewajiban melindungi warga Palestina sejalan dengan Resolusi Sidang Umum PBB pada tahun 2018.

Mevlut Cavusoglu mengatakan, komunitas internasional memiliki kewajiban untuk melindungi warga Palestina, terutama negara-negara Muslim.

“Kita harus membela keadilan dan kemanusiaan. Tidak ada pilihan lain. Ini saatnya menunjukkan kebersamaan dan ketegasan kita. Umat Muslim mengharapkan inisiatif kita untuk memimpin dan berani, Turki siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan mengerahkan segala upaya untuk menyatukan negara-negara Muslim dalam upaya menghentikan serangan Israel terhadap Palestina.

Protes berlangsung di kota-kota besar di sejumlah negara di dunia, termasuk Doha, London, Paris Prancis, Irak, dan Madrid.
Di Irak, para pengunjuk rasa berkumpul di ibu kota Irak, Baghdad, dan provinsi selatan Babilonia, Dhi Qar, Diwanieh, dan Basra. Mereka memberi dukungan pada Palestina. Mereka mengibarkan bendera dan spanduk Palestina. Demikian juga di Islamabad, Pakistan.

Baca Juga:  Virus Corona, Pemerintah Arabb Saudi Hentikan Kedatangan Jamaah Umroh, Banyak yang Kecewa

Di Doha, Qatar, ribuan bendera berkibar dan menunjukkan pesan solidaritas dengan Palestina. Sementara itu, di Perancis ratusan pengunjuk rasa berkumpul di lingkungan Barbes di utara Paris, sekitar 4.200 petugas keamanan pun dikerahkan.

Sejumlah tempat sampah dibakar dan batu serta proyektil lainnya dilemparkan ke arah polisi, tetapi tidak ada penangkapan terhadap mereka.

Di Madrid, Spanyol , sekitar 2.500 orang,membawa berbendera Palestina, berbaris ke alun-alun Puerta del Sol di pusat kota. Mereka menyebut bahwa tindakan itu bukan perang, ini genosida.

Di Lebanon ratusan warga Lebanon dan Palestina melakukan protes di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, beberapa memanjat tembok perbatasan dan memicu tembakan Israel yang melukai satu orang. DBS/AP/Reuters/ S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan