Rumah Sakit Apung Terus Bersinergis Membuka Akses Kesehatan Wilayah 3T

  • Bagikan
IMG 20191124 WA0001
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA
SRIBERNEWS–Oganisasi kemanusiaan non-profit yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Sepanjang sepuluh tahun doctorShare menyediakan layanan kesehatan untuk wilayah yang dikategorikan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. Layanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang terkendala akses karena kondisi ekonomi dan geografis, melalui beberapa program-program inovatif seperti Rumah Sakit Apung (RSA) dan Dokter Terbang.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hampir 63% masyarakat menyatakan akses untuk mendapatkan layanan kesehatan di Rumah Sakit masuk dalam kategori sulit dan sangat sulit. Angka lain menyebutkan masih ada 60,8% masyarakat di Indonesia yang kesulitan mengakses layanan kesehatan primer seperti Puskesmas atau Klinik.
Definisi sulit dalam Riskesdas dilihat berdasarkan jenis moda transportasi yang digunakan, waktu tempuh dari dan menuju lokasi akses kesehatan, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat.
dr. Lie Dharmawan, pendiri doctorShare, menjelaskan Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memiliki sistem layanan kesehatan terpadu yang memudahkan masyarakat hingga ke pelosok. Selama pelayanan bersama doctorShare, dr. Lie melihat beragam masalah berlapis saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan yang layak.

Baca Juga:  Foto Konferensi Pers Smart Ride Solusi Transportasi Terbaik

“Sudah selayaknya setiap masyarakat di Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang sama. Masyarakat di kota maupun di pedesaaan harus mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama untuk mewujudkannya,” kata dr. Lie.
Lie menceritakan salah satu tantangan yang pernah dialaminya saat turun langsung di wilayah 3T yakni kurangnya edukasi dan informasi masyarakat mengenai bedah sesar.

DomaiNesia

“Misalnya saya pernah bertugas di salah satu wilayah 3T, ada 5 calon ibu yang sudah saatnya melahirkan dan saat diperiksa kesehatan mereka harus dilakukan pembedahan sesar, tapi karna kepercayaan mereka yang keliru mengenai bedah. Mereka menganggap pembedahan akan mengakibatkan kematian, mereka kabur semua,” tuturnya.

Baca Juga:  Suzuki Luncurkan New Ignis The New Breed of Urban SUV

Ini yang kemudian membuat saya memberikan edukasi mengenai informasi kesehatan dan alhamdulillah lima-limanya sudah melahirkan dengan baik.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Saraswati, mendukung penuh program-program yang telah dilakukan DoctorShare dan berharap program ini dapat terus berjalan.
“Tentunya kami menyambut baik, karena kami gak mungkin bekerja sendiri. Apa yg sudah dilakukan DoctorShare dapat disebut bukti nyata. Itu yang saat ini banyak kita harapkan pada private sektor memiliki andil dalam melayani masyarakat.

“Pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan di daerah telah berusaha untuk mengurangi masalah kesehatan. Penguatan sisi promotif dan preventif di Puskesmas menjadi hal utama yang diupayakan pemerintah saat ini,” ucap Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan, drg. Saraswati.

Baca Juga:  Persidangan HRS Secara Online Tidak Miliki Basis Legal-Konstitusional

Saraswati menambahkan, pemerintah melakukan perumusan hingga mengevaluasi kebijakan di bidang pelayanan kesehatan untuk masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Tenaga kesehatan di daerah dibimbing agar selaras dengan kebijakan pusat.
“Kondisi ini yang turut menjadi dasar doctorShare dalam mengembangkan program layanan kesehatan. doctorShare menempatkan diri sebagai mitra pemerintah dalam upaya pemerataan akses kesehatan. Ini selaras dengan salah satu Nawa Cita pemerintah yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” tutup dr. Lie yang ditemui pada Peringatan 10 Tahun doctorSHARE di Baywalk Mall Pluit, Sabtu, 23/11. Jakarta Utara. Hers

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan