Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 dibuat khusus untuk Prabowo.

  • Bagikan
slamet maarif pa212 1
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.Sribernews.com — Ketua Panitia Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 Slamet Ma’arif mengatakan gelaran Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 dibuat khusus untuk pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pihaknya sengaja tak mengundang pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin karena diduga melakukan kecurangan di Pemilu 2019.

DomaiNesia

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebelumnya menuding terdapat kecurangan yang sistematis dalam penghitungan suara melalui C1 sehingga merugikan calon presiden-wapres 02.

“Karena memang rekomendasi Ijtimak Ulama 1 dan 2 menghasilkan rekomendasi capres 02. Jadi kita memang harus konsennya pada 02,” kata Slamet saat ditemui di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Rabu (1/5/2019).

Menurut Slamet, perwakilan BPN Prabowo-Sandi dan ketua partai di kubu 02 juga diundang ke acara tersebut.

Baca Juga:  Riza Patria dan Amidhan: Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohon

Slamet yang juga Ketua PA 212 itu menegaskan Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 untuk kepentingan umat. Ia membantah tegas anggapan barisan ulama ditunggangi kepentingan Prabowo dan kelompoknya..

“Tidak ada istilah tunggang-menunggangi oleh siapa pun. Tapi ini kepentingan untuk bangsa, agama, dan rakyat Indonesia,” klaim pria yang juga menjabat Juru Kampanye Nasional BPN Prabowo-Sandi tersebut.

Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 digelar dari inisiasi sejumlah organisasi masyarakat Islam, seperti PA 212, GNPF Ulama, dan FPI. Acara digelar untuk membahas langkah terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019.

Sementara itu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim juga menerima 25 ribu pengaduan dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia Tegaskan Akan Terus Fokus Tuntaskan Stunting

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menyebut pengaduan yang masuk terdiri atas beragam kasus.

Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon mengusulkan dibentuknya panitia khusus (pansus) dan tim pencari fakta kecurangan pemilu. dbs/sb1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan