Korban Petugas Pemilu, MN KAHMI Pihatin dan Belasungkawa

  • Bagikan
hamdan zoelva sebut usai pilkada perlu ada rekonsiliasi
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.Sribernews.com– Majelis Nasional (MN) KAHMI, menyatakan keprihatinan dan belasungkawa mendalam atas banyaknya korban dari para petugas Pemilu -KPPS, Panwas dan Polisi dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Besarnya jumlah korban jiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan mencederai penyelenggaraan pemilu 2019,” kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva didampingi Sekjen Manimbang Kaharyadi di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

DomaiNesia

Sebagaimana diketahui hingga saat ini tercatat 554 yang meninggal dunia dan 3788
orang yang sakit.

Menurut Hamdan, MN KAHMI mengajak segenap elemen bangsa untuk menaruh atensi dan peduli terhadap tragedi
kemanusiaan tersebut.

“Tidak berhenti pada wacana dan pernyataan keprihatinan semata, namun perlu membangun komitmen dan perhatian bersama agar misteri jatuhnya korban jiwa segera terungkap,” katanya.

Baca Juga:  Pasien Positif Corona Capai 7135 orang

MN KAHMI mendorong dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) atas peristiwa tersebut. Langkah tersebut tidak saja untuk menciptakan ketenangan dan mengakhiri berbagai spekulasi di masyarakat, tetapi juga
dimaksudkan untuk antisipasi ke depan agar tragedi kemanusiaan tersebut tidak terulang kembali.

Sekjen Manimbang menambahkan, MN KAHMI mengharapkan segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemilu (pileg dan pilpres).

“Hal ini untuk menciptakan desain pemilu yang lebih tepat, bermartabat, berkeadilan, dan yang manusiawi pada pemilu yang akan datang,” kata Manimbang.

MN KAHMI menginstruksikan kepada seluruh aparatnya di daerah (Majelis Wilayah dan Majelis Daerah) agar memberi atensi dan peduli terhadap persoalan tersebut, serta proaktif dalam mendata dan
menghimpun informasi yang cermat atas korban jiwa, baik yang wafat maupun dalam perawatan.Hers/SB1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan